Nyala
tidak seperti yang lain...
Yang indah diterpa angin
Atau
Yang menari bahagia di tepi pantai
Atau
Yang tampil menarik bak boneka barbie
Atau
Yang hangat menyinari menyaingi sang mentari..
Dia hanya berdiri diantara tanda,
Menyaingi kegundahan dan kepasrahan,
Paling kuat bajanya diantara perisai para ksatria,
Dia ingin lebih diantara yang berkelebihan...
Ia hanya ingin lebih mensyukuri... Diantara yang paling bersyukur...
Nyalanya adalah nyala ingin dan mimpi-mimpi
Selalu berharap pada sang maha kuasa,
Karena matanya buas dan jiwanya begitu ingin bebas...
Ia menahan nyalanya...
Walaupun degupnya bagai bola api yang berpijar,
Tapi pandangannya sebeku bunga es..
Atau lebih beku...
Bersura nyaring dan paling bangga dalam diri,
Walau berbeda dan paling keras dalam yakin,
Ia tetap ingin menghentak,
Walau nyeri ulu hati semakin lama ia menjejak...
Karena sendi-sendi nya mulai merapuh,
Seiring dengan mengerasnya tulang-tulangnya,
Ia pun berkata,"terus jalan.. Biarkan yang rapuh menjadi patah.. Biarkan meregenerasi... Biarkan tumbuh generasi baru... Karena kaki ini harus menjejak"
Berhenti berarti mati.
Komentar
Posting Komentar