Indonesia tanpa pacaran
Assalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini...
Kali ini saya mau sharing hal yang belum lama di sosmed perdebatkan.
Yakni tentang Indonesia tanpa pacaran alias ITP.
Akun dakwah gitu, yang mensosialisasikan tentang Indonesia yang bebas pacaran...
Biasa, kaya akun2 dakwah pada umumnya... Yang memberitahukan bahwa pacaran itu unfaedahnya gimana dan mendingan nikah sekalian atau nikah muda sekalian daripada pacaran2 gitu. Singkatnya begitu...
Banyak yang komentar...
"apaan tuh nikah muda juga banyak yang cerai malah kasian... "
"pacaran tuh untuk mengenal... "
Bahkan ada yang nyinyir sampai kee...
"hak wanita tuh diinjak dalam islam. Wanita gak ada suaranya. Wanita dipoligami. Mau gak laki2 di poliandri"
"saya cuma kasian sama perempuan2 yang gak punya suara"
Gitu deh...
Pacaran itu apa sih(?)
Heboh bener...
Kebutuhan primer kayanya nih wkwk..
Pertama, saya sebagai orang yang gak tertarik melakukan hal2 tersebut dikarenakan. Saya gak melihat seorang laki-laki itu bisa menghargai perempuan yang mereka anggap pacar mereka. Kalaupun ada, pasti mereka itu serius ajak menikah dan pacarannya bukan seusia sma-smp lah. Itu mungkin terjadi pada fase2 kuliah-ke dewasa.
Bagian mana nya yang kamu anggap gak menghargai?
- yang ngajak pacaran, (bukan taaruf lalu ke proses pernikahan ya) mereka gak ada tanggung jawab. Pemikiran ke depan. Mereka hanya bersenang-senang. Tanpa tahu mau dibawa kemana. Seolah perempuan itu tidak berharga dan tidak diperhitungkan dalam hidupnya. So... Yaudah.
Selain itu saya juga merasa aneh,
Ketika jika seorang wanita berpacaran lalu rela gitu aja ditouch tangan atau anggota tubuh yang lain, dan wanita itu merasa senang karena merasa dicintai? Gak sopan!
"kamu cantik.... "
Terus si ceweknya udah bersemu melintir sambil miring2 benerin Lipstiknya... gue yang maluuuu masa... Lihat cowoknya rasanya pengen w jambak.
Kalau kalian mau dihargai sama laki-laki, kalian harus bisa menghargai diri kalian sendiri. Caranya gimana?
Gak ada lain kecuali cara semulia islam.
Disana gak ada arogansi "kefeminisan" yang membuat perempuan sangar banget kaya terminator. Dikemas dengan cara yang manis namun pas deh sesuai kodratnya Allah menciptakan perempuan yang dari tulang rusuk bengkok.
Keren.. Walaupun saya belum bisa sesempurna mereka2 itu. Tapi minimal udah ada patokannya dikit2, tinggal nunggu boss besar ntar belum keliatan hilalnya. Udah banyak aduan2 dan ajuan2 yang ingin saya konsolidasikan dan akadkan. Wkwk..
Saling menghargai itu penting bagi saya. Apalagi bagi laki-laki kan?
Pahaaaaaaaaammmmmmmmmm.... Makanya ini adalah tuntutan pertama saya, kalau ingin dihargai perempuan atau keluargamu kelak maka hargailah wanita2 yang kamu miliki, ibumu atau istrimu. Thats it.
Mendengar sebelum didengar wahai qowwam.
Lalu bagaimana dengan issu yang lain?
Yaitu tentang nikah muda?
Kurang tepat bagi saya kalau mau memposisikan anak muda terus "dipojok-pojoki" ketika mereka ingin pacaran diminta nikah?
Menikah, itu tanggung jawab dan ancaman.
Kasarnya gini, "kalau belum mampu nikah, jangan pernah berpikir untuk pacaran! "
Mampukan diri dulu.
Saya gak mau berdebat dengan mereka yang merasa bahwa menikah muda adalah solusi. Bagi saya anak muda yang menikah itu masalah baru. Muda dalam konotasi anak-anak ya. Yang masih labil2 dan masih bergantung kedua orabg tua. Kecuali kalau orang tuanya memantau anak2nya menikah. Yekali... Au dah menikah muda itu tidak ada di kamus hidup w. Kecuali kalau salah zatunya ada yang dewasa, lalu membimbing yang lainnya, mau sabar gitu. Ya allah... Makan ati ati ati... 😂😂😂 makan tuh cintaaaaaaaa!
Dan issu tentang pacaran untuk mengenal,
Ada yang mengenal hingga tahun2 tetep ujung2nya gak kenal2. Hati itu misteri. What i understand. Allah itu ujungnya yang paliiingg warassss..
Pacaran bertahun untuk mengenal?
Ada cara simple, gak makan waktu, kenapa harus pake cara "lama". Ada yang lebih expert dan canggih. Taaruf ya paling beberapa bulan aja paling lama... Kalau menemukan ketidak cocokan langsung aja bye. Gak usah lama2, ribettttt..
Issu lain, wanita diinjak dalam islam.. Gak ada suaranya.
Kata siapa?
Semua itu ada posisi dan tempatnya masing2 kalau semuanya mau kesetaraan. Kenapa gak bilang sama Allah. Laki-laki tuh juga harus melahirkan?
Walaupun ada sebagian laki-laki yang mungkin seenak jidatnya mengambil hak orang lain atas nama agama, ya itu salah laki-lakinya bukan islam. Karena islam sangat memuliakan perempuan.
Mulai dari syariat hijab, syariat taaruf, syariat mahar, laki-laki sebagai qowwam, sebagai wali dari perempuan. Dijaga banget perempuan itu, dan saya suka.
Walaupun saya masih nbandel, tapi saya yang bandel ini suka bseneran sama syariat ini.
Perempuan gak bisa berkarya kalau di islam. Heol. Kalau mau berkarya zaman ini manusia gak usah menikah aja beb. Biar bisa berkarya jadi apa aja bebas. Tanpa ikatan tanpa tuntutan. Ambisi-ambisi beri hamba uang.. Beri hamba uang.. *nyanyi
Semua itu bisa disiasatin dan diomongin baik2. Bisa dirinci kok kaya semacam komitmen dan hak kewajiban selama kontrak hidup masih ada. Yang penting tetap dalam koridor ketakwaan kepada Allah,
Ingat hidup di dunia itu bukan buat main gede gedean suara.
Tapi untuk mati.
Untuk. Menghadap. Untuk pulang ke Allah...
Ah sudahlah ku malas ribut.
Kalau mereka ngeliatnya gitu yaudah terserah hidup lo..
Kita tanggung jawab masing2 dan saya gak sudi maksa. Hidup saya aja berantakan..
Terserahlah *kata kata pamungkas*
Indonesia tanpa pacaran?
Boleh juga.
Mukmin tanpa pacaran lebih tepat kayanya ya..
Mukmin yang bertakwa tanpa pacaran jauh lebih tepat...
(karena banyak yang beriman tapi tetap pacaran... *eeeeeehhh)
Kalau fokus kita atau arah kita sudah ke point yang tepat.
Hal-hal yang bikin gak fokus biasanya di swab aja...
Intinya adalah...
Orang beriman sama orang gak beriman
Orang islam sama orang kafir
Itu orientasinya beda-beda..
Tapi mengapa orang beriman sekarang kok mirip2 ya orientasinya sama yang gak beriman?
Tapi mengapa orang islam sekatang kok mirip2 ya orientasinya sama yang kafir?
Ya akhir zaman..
Seharusnya kita gak bisa merasa yang paliingg benar lalu mengucilkan yang lain. Karena kita sama kecilnya.
Kita neduh dibawah kebesaran allah dan kebenaranNya.
Akhir kata.
Wassalamualaikumm.
Semoga bermanfaat~~~~
Komentar
Posting Komentar