Arah
Assalamualaikum wr. Wb
Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah.... Bisa sharing lagi di blog ini...
Akhir-akhir ini media sedang "in" ngebahas tentang psikiater atau tentang kesehatan jiwa, karena people now in the area, resiko bunuh diri, mental illness, depression, dll.
Dan belum lama tanpa sengaja sempat liat video di youtube, tentang seorang public figure yang dikabarkan keluar dari agamanya,dan publik figure ini sempat ingin bunuh diri tapi gagal,
Hati saya seperti ngilu, masih terasa... Dan saya gak mau lupa.
Saya mau cerita,
Tentang... Sesuatu hal yang terjadi dalam hidup saya dan semoga bermanfaat.
Saya gak suka menyebutnya dengan sebuah "penyakit" saya lebih suka menyebutnya "gejolak" atau "ujian".
Saya tipikal anak yang agak keras dan kritikal, saya emosional dan skeptikal, nilai adalah junjungan pertama dalam hidup saya,
Pertanyaan tumpang tindih menumpuk...
Tentang bagaimana dunia ini.. Kekuasaan, harta, tahta, sistem. Semuanya terekam didalam kepala saya dan saya akan abaikan karena bagi saya yg terpenting adalah keluarga dan kedua orang tua saya. Apapun itu, akan saya dapatkan dengan sungguh2 demi mereka. Saya gak peduli yang lain.
Hanya itu..
Lalu... Keyakinan saya diuji.. Gejolak mulai terjadi. Karena "alam" sangat peka dalam merasa. Atau faktanya...karena Allah maha tahu segala isi hati, cara Allah mengeluarkan racun-racun ditubuh ini sangat sistemik. Subhanallah...
Allah mengambil "cinta dan kasih sayang" dari dalam hati saya. itulah awal guncangan.
Gelap.
Gelap.
Gelap.
Lalu Allah kasih ujian...
Orang yang paling saya cintai, orang yang saya gak "bisa" hidup tanpanya menjadi orang yang paling "menyakiti" hati saya menjadi sumber kebencian yang amat menyakitkan untuk saya.
Seketika dunia yang udah mulai saya bangun. Mimpi-mimpi yanh membuat warna dan nyala hidup saya luntur. Gelap semuaa... Mati rasa.
Saya setuju.. Cinta dan benci itu beda tipis, kalau gak ada Allah gak mungkin ada cinta.
Mereka menyakiti saya, tapi mereka gak tahu. Mereka hanya bisa menyalahkan tanpa mau mengerti dan memahami saya. Saya kala itu sangat keras kepala, sangat keras.
Pernah ada suatu titik saya mau mengiris nadi saya, pernah. Bisikan itu memang ada, karena saya merasa dikhianati. Hidup saya sepenuhnya untuk mereka. Tapi mereka tidak mengerti hati saya, mereka malah memborbardir saya dengan berbagai tuduhan. Kebencian pun meningkat... Meningkat.. Meningkat...
Dan siapakah yang menjadi penolong saya?
Kalau bukan Allah...
Kala itu saya tidak sengaja membaca.. Kata Allah...
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا ۗ
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 24)
رَّبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗ اِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِ نَّهٗ كَا نَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا
"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 25)
Dari situ saya sebal bukan main, kenapa saya harus melakukannya?
Lalu setelah itu... Pada suatu malam, Saya tidur dengan perasaan kesal.. Air mata saya masih mengalir. Tiap malam adalah puncak emosi bangunnya emosi saya mengingat kebencian dan cinta yang mengalir dalam diri saya,
Lalu ayah saya masuk ke kamar saya, bersama ibu saya. Mereka berbicara tentang saya tentang perubahan sikap saya, ayah saya sambil mengelus pipi saya yg masih ada sisa air mata... Seketika saya luluh, ternyata mereka tak seburuk yang saya pikir. Intinya gini, namanya juga lagi emosi.. Pasti orang ada khilafnya.
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 25)
Allah tahu apa yang ada didalam hati kita... Sabar dulu.. Nanti Allah jelasin. Terima dulu, lapangin dada...
Subhanallah.. Allah benar.
Banyak hikmah deh.. Mata saya kebuka.. Alhamdulillah...
Tapi ngingetin juga... Kalau allah harus no 1 selaluuuu... Fitrahnya Gitu. Kalo bukan karena Allah, gatau deh hubungan saya sama orang tua pasti buruk. Ya allah.. Alhamdulillah..
Dan ini adalah awal mulanya saya memahami.. Bahwa islam atau dengan media alquran kita bisa nge-konseling diri kita. Biar kita paham gitu, kalau kita hanya manusiaaaaaaa....
kalau kita gak akan bisa atau gak akan mampu merubah orang lain. Tapi ketika kita merubah diri kita, sabar, ikhlas, pasrah kepada Allah. Malah allah yang bantu kita. Seakan semua datang kepada kita, kita berubah lebih baik dan orang sekitar juga.. Alhamdulillah. Jadi gak ada hard feeling. Meskipun semua pasti ada salahnya, tapi kita bukan tuhan. Kita manusia yang harusnya lebih aware sama kesalahan kita bukan kesalahan orang lain.
Dan yang namanya manusia gak bisa langsung expert. Semuanya berproses, dari yang denail-marah-nangis-akhirnya nerima. Ini yang saya rasa, saat "patah hati" dahulu.
Dan subhanallah.. Didalam alquran itu saya benar-benar merasa dikonseling, hal yang paling faktual dengan rasa spiritual. Keren deh...
Kalau saya jembrengin satu2 ayat yang saya pake when galau2 kayanya kepanjangan wkwk..
Pokoknya posisi terbawah kamu bisa jadi itulah posisi terbaik dalam hidup kamu.. Meskipun km gak mau ngulanginyya lagiii.. Jaaangannnn... Rasain deh. Jangan sia-siain.
People now, easy to get depression. Karena banyaknya tuntutan, padahal hidup tuh simple aja. Asal gak kehilangan iman aja.. Its gonna be ok..
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)
Karena hati mereka kosong. Kebahagiaan apa yang mereka kejar juga gak jelas. Karena harusnya mereka sadar kalau mereka bisa mati sewaktu2 atau hal-hal bisa hilang dalam sekejap..
Easy to get depression.. Karena tidak bersandarkan segala sesuatunya kepada Allah..
Simple,
Karena hati gak tenang. Bawannya gelisah. Atau marah. Atau takut. Atau sedih.
Se happy-happy nya manusia katanya, saya gak percaya kalau mereka gak pernah merasa sepi meski ramai. Pasti mereka pernah ngerasa kosong, atau ngefake bahagia atas pencapaian yang mereka capai. Mereka mungkin akan bangga setahun- 2 tahun. Namun setelah itu? Saya gaak yakin.. I'm human too.. And i get n lose too,
hati mereka merasa kurang, dan mereka cari terus terus tapi gak pernah puas.
Itulah "dejavu" nya dunia.
Bikin perut saya enek alias asam lambung naik wkwkw..
Selesai dengan yang ini.. Muncul masalah lain.. Yakni tentang ujian keyakinan, gak ada niat "killin self" lagi sih. Cuma berasa hati saya sudah "kepotong" kaya ibaratnya zalim diri sendiri.
Dan saya hampir kehilangan islam.
Dan ini hal yang paling buruk.
Paling buruk.
Lebih buruk daripada percobaan bunuh diri saya yang pertama,
Sistematis kan..
Ujian tahap dua..
Mungkin orang bumi ini akan menyebutnya depresion dan butuh pertolongan puskesmas or wtv.
Tapi bukan itu... Cuma butuh Allah aja.
Cuma Allah...
Tubuh kita ini.. Kangen sama allah. Kangen sama ayat-ayatnya...
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 125)
Sempet jauh.. Dan diuji banget.
Pisah bentar... Terus balik lagi sambil mewek2.
Kalo. Inget kelakuan malu banget... Wkwkwkwkwkw..
Gapapalah, alhamdulillah... Selalu ada hikmahnya...
Tapi sumpah itu sakit banget. Saaakiitt banget.
Nauzubillah jangan lagi ya Allah... Kapooookkk 😭😭😭😭
Semoga bisa hidup dan mati dengan islam dan iman! Insyaallah!
Kadang biar kita tahu kalau sesuatu itu berharga emang harus pisah dulu. Tapi kalau pisahnya kebablasan, nyeselnya ampe akhirat 😭
Akhirnya tahu sih jawaban-jawabannya alhamdulillah...
Arrahman... Arrahmann....
Walaupun ya Allah... Berdarah-darah. Nangis terus. Karena dosa w banyak beb.
And now... Alhamdulillah!
Bisa menepis mulut2 jahat pemikir2 "non islam" yang menyudutkan islam dengan embel2 yang seolah baik...
Rasanya kalo. Inget mau saya bakar mulut pedangnya 🔥🔥🔥🔥
Semoga dapat hidayah... Aamiin..
Iman.
Itu paling penting.
Allah SWT berfirman:
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِا لْحَسَنٰتِ وَا لسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 168)
لَـتُبْلَوُنَّ فِيْۤ اَمْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَلَـتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْۤا اَذًى كَثِيْـرًا ۗ وَاِ نْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِ نَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ
"Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 186)
Dan sekarang liat banyak yang gejalanya mirip2 kaya saya?
Haruskah saya diskusi dan berbagi...?
Pusing...... 🔜🔜🔜🔜 ajalah dibuka semua aja ya dulu pertanyaan "sesat" w yang udah w cari tahu jawabannya. Tar dulu deh soon aja.. Doain ya semoga bisa. Aamiin.
Akhir kata... Allah itu... Segalanya...
Jangan. Pernah kehilangan arah.
Jangan......
Salah milik. Saya. Kebenaran milik Allah.
Allahu akbar. Alhamdulillah...
Wassalamualaikum!!!
Komentar
Posting Komentar