Baca!
Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah bisa sharing kembali di blog ini..
Sebagai intermezo... Dari kecil saya tuh suka banget baca.. Gatau kenapa, saya kalau ngeliat buku tuh selalu penasaran isinya apa... Mulai dari buku kisah para nabi, buku puisi, kumcer, novel, ensiklopedi sains, sejarah, buku filsafat, mulai filsafat umum sampai ke filsafat islam.
Semuanya terlahap, hasil colongan bacaan di perpus, lemari om, dan lemari papah... Dan akhirnya sampai di era gadget.. Yang semua gampang lah di download.. Jadi saya adalah terdakwa memberantakin barang2 nya papah dan om hehe.. Gak kuat nahannya soalnya..
Tapi makin kesini saya semakin kehausan dan nyari-nyari lebih dan lebih bacaan.. Katanya buku itu jendela dunia? Yes.. Iam agree..
Perubahan bacaan pun terjadi tiap periode.. Kalau SD sukanya baca kumcer, puisi (mulai bikin puisi juga), ensiklopedi sains, buku cerita nabi dan rasul (jarang kepegang),
pas smp berubah lagi mulai agak kpop kan... Udah mulai males baca.. Tapi interest banget sama sejarah, mulai dari perang dunia 1,2 sampai imbas ke agresi militer 1 dan 2, terus ttg negara fasis, adolf hitler, nazi, negara boneka, awal mula negara adidaya, sistem penggantian uang, suka banget pokoknya sama ips zaman smp.. Puas banget, soalnya guru waktu smp itu asli ceritainnya memuaskan saya banget... Gak yang buku banget gitu.. Tapi kaya seolah-olah kita ada pas zaman itu.
Mulai SMA, berubah lagi haluannya.. Lebih suka baca filsafat (secara diam2) saya sampai ngumpetin buku papah yang udah diumpetin sama papah.. Hehe.. Selalu bisa colongan khannn.. Wkwk.. Kalau puisi, sastra, my entire life lah.. Gak pernah bosen baca novel dan kawan2nya...
Tapi saya masih kaya orang kehausan gitu, dan bbam.. Saat diri ini menyentuh al quran.. Bacaan lain itu kaya selalu kurang.. Kaya gini loh.. Misalnya kalian suka banget nonton.. Semua film all genre kalian tonton semua.. Tapi ketika kalian ketemu film yang blockbuster.. Kaya film yang sebelumnya itu gak ada apa-apanya.. Kaya udah biasa aja gitu.. Karena apa yang ada dihadapan kalian udah mengalahkan segalanya..
اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 51)
Begitupun dengan alquran. Sekarang jujur aja saya kalo baca buku udah mulai males.. Kecuali karena kebutuhan.. Udah gak baca novel lagi segencar dahulu.. Kecuali kalau udah dipanas-panasin dan akhirnya bikin penasaran.. Kaya novel dilan kemarin saya masih baca hahaha... Dan sekarang saya agak merasa aneh.. Saya kok jadi mager baca buku... Saya udah berubah kah(?) apakah kualitas buku zaman sekarang udah pada turun(?)
Dan sebenarnya.. Kita gak butuh bacaan lain selain alquran, karena alquran udah completely "menguras tenanga"
Karena saya kaya gak pernah bisa finish baca al quran... Dan alquran tuh buat kita gak pernah bosan membacanya..
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
"Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran."
(QS. Sad 38: Ayat 29)
Al quran itu sesuatu hal yang gak sembarang orang bisa baca.. Karena dia merefleksikan apa yang ada dalam diri kita.. Misalnya kita baca alquran terus kita menemukan kontradiksi kedalam diri kita.. Sebenarnya kesalahan itu bukan pada alquran namun hati kita.. Karena kita gak mengerti makna yang tersirat didalam alquran.. Allahu akbar! Allah berikut rencananya sangat teguh.. Al quran itu kaya rimbun hutan yang kalau kita benar2 mencari dan menginginkan dalam hati pasti pertolongan (untuk membacanya) akan kita dapatkan.. Tapi kalau kita gak tulus dan cuma kaya asal aja.. Atau bahkan mencari takwil kita malah bisa tersesat.. Bukan alquran yang menyesatkan.. Tapi ia bagai refleksi..
Seru banget subhanallah... Biar kita tahu kalau alquran ini bukan karangan manusia.. Tapi milik Allah swt. Saya pernah ngotak ngatik dengan cara saya, malah saya yang terjerembab didalamnya. Masyaallah.. Keren banget, mau gimanapun kita alquran akan tetap tinggi dan mulia... Tapi berbeda dengan kita yang akan terhina tanpa alquran...
Alquran berbahaya karena bisa membunuh kekafiran. Al quran adalah bacaan yang berbahaya karena bisa menghancurkan kesesatan dan keserakahan. Al quran itu berbahaya bagi sebagian orang , namun mengapa berguna bagi sebagian orang?
Karena kecenderungan orang itu berbeda, dan Allah lebih tahu isi hati manusia...
هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ ۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ۘ وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ ۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَلْبَابِ
"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 7)
Kalau baca alquran itu harus pakai guru.. Tapi nyatanya mau pakai guru sehebat apapun kalau diri kita denail dan gak membuka diri. Hasilnya tetap nol.
Tapi kalau kita menerima dan pakai guru hasilnya akan lebih bagus.. Insyaallah...
Teka-teki ini sulit sekali, Hanya Allah yang tahu... Dan semua akan kembali kepada Allah..
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ الَّذِيْۤ اٰتَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَاَتْبَعَهُ الشَّيْطٰنُ فَكَانَ مِنَ الْغٰوِيْنَ
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 175)
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْـكَلْبِ ۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 176)
I feel free... In here.. Pernah bingung gak sama orang yang suka banget naik turun gunung? Masuk hutan.. Capai nanjak gunung..berbukit bukit, berlembah lembah... banyak binatang buas? For me.. Alquran its something like that.. Hiking!! Bagai menjelajah hutan dan hutan.. Ada kenikmatan tersendiri saat membacanya.. Abis nanjak "qs.arrahman" nih.. Luka dikit sih di sini. Tapi enak banget.. Keren banget ya ternyata arrahman itu.. Kaya gitu rasanya...
Bahaya? Emang iya.. Bahaya kalau kita mbandel gak ikut rulesnya dan kalau kita sombong... Atau kalau hati kita kenapa gitu.. Pasti ada aja masalah saat lagi "hiking". Kaki keselo lah.. Nyasar lah..gak sampe2, sesak nafas...
Al quran itu media kita buat tadabur dan membuat kita semakin dekat dengan sang pencipta.. Tadabur alam.. Its mean tadabur al quran... Sangat menyenangkan, masyaallah..💕
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗ مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰـكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۗ وَاِنَّكَ لَتَهْدِيْۤ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,"
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 52)
صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ اَ لَاۤ اِلَى اللّٰهِ تَصِيْرُ الْاُمُوْرُ
"(yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. lngatlah, segala urusan kembali kepada Allah."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 53)
وَعَلَى اللّٰهِ قَصْدُ السَّبِيْلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۗ وَلَوْ شَآءَ لَهَدٰٮكُمْ اَجْمَعِيْنَ
"Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar)."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 9)
Mungkin kamu bisa bertanya.. Jika benar Allah yang menciptakan dan menurunkan Alquran mengapa Allah begini mengapa Allah begitu...
Begitupun sama dengan pertanyaan mengapa kamu tidak mendengarkan? Mengapa kamu tidak merendahkan? Mengapa kamu tidak bersujud? Mengapa kamu durhaka atas seruan dari tuhanmu?
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ثُمَّ كَفَرْتُمْ بِهٖ مَنْ اَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ
"Katakanlah, Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur'an) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran)?"
(QS. Fussilat 41: Ayat 52)
سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْۤ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَـقُّ ۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
(QS. Fussilat 41: Ayat 53)
اَ لَاۤ اِنَّهُمْ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْ لِّقَآءِ رَبِّهِمْ ۗ اَ لَاۤ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطٌ
"Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu."
(QS. Fussilat 41: Ayat 54)
Tundukan diri.. Berserah dirilah kepada Allah.. Mintalah ampunan serta petunjuk kepada Allah agar kita mampu untuk mempelajari kalamnya.. Tanpa rahmat Allah meskipun itu kebenaran sebesar gajah.. Dimata kita bagi para pendosa.. Kebenaran itu terlihat seperti semut.. Atau lebih kecil lagi... Gak semua orang bisa melihat.. Dan Allah maha bijaksana.. Masyaallah...
اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا
"Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 29)
وَمَا تَشَآءُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 30)
Manusia itu gak sempurna.. Salah jika bukan karena ampunan allah udah lah.. Kalau Allah nampakin semua kedengkian kamu habis sajalah.. Jangan pernah merasa suci.. Bahkan iblis pun merasa suci daripada adam...
Mau bikin pembenaran atau tipu daya apapun.. Gak ada yang bisa melawan kebenarannya Allah.. Masyaallah.. Capek deh.. Kalian kaya gebukin beton pake sapu lidi..
Semua itu cuma membuktikan kekurangan kita sebagai manusia...
Its amazing... Subhanallah...
وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَآءَتْهُمْ اٰيَةٌ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۗ قُلْ اِنَّمَا الْاٰيٰتُ عِنْدَ اللّٰهِ وَمَا يُشْعِرُكُمْ اَنَّهَاۤ اِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
"Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah. Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 109)
Allah SWT berfirman:
وَنُقَلِّبُ اَفْــئِدَتَهُمْ وَاَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖۤ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
"Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 110)
Allah SWT berfirman:
وَلَوْ اَنَّـنَا نَزَّلْنَاۤ اِلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَ حَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْۤا اِلَّاۤ اَنْ يَّشَآءَ اللّٰهُ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ
"Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 111)
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)
Allah SWT berfirman:
وَلِتَصْغٰۤى اِلَيْهِ اَفْئِدَةُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُوْا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُوْنَ
"Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 113)
Kekurangan milik saya.. Kebenaran milik Allah... Wassalamualaikum.. Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar