Postingan

Antara Realitas dan Idealisme

  Merasa asing terkadang, ya memang benar. Selalu merasa dihempas dan ditampar beberapa kali. Dengan realitas. Namun, ide-ide yang ada didalam agama juga mengajarkan tentang kekuatan akan idealisme yang menjadi keyakinan yang bahkan melampaui realitas yang ada. Bahkan menambah nilai sesuatu lebih mendalam. Seperti ada yang bertanya, apakah tuhan itu? Lalu dimana? Realitasnya? Tak melulu yang nampak realitasnya juga merupakan kenyataan. Terkadang yang nampak malah hanya sekelibat fatamorgana.  Belum tentu yang tak nampak tak nyata. Mungkin diri ini yang belum sampai, atas segala keterbatasannya… Saat perang ahzab, kaum muslimin memandang musuh dengan hati yang terguncang dengan jelas realitasnya ia melihat kekalahan nampak didepan wajahnya.  Tapi, apakah mereka yang ditampar realitas menyerahkan dengan murah segala idealisme yang mereka pegang? Dan warna jiwa itu berbeda-beda… Katanya, “jangan terlalu berkeras diri…” Aku percaya diriku, aku percaya pada Tuhanku. Bahwa lang...

benci

terkadang saya benci sekali dengan asumsi terkadang kita suka merasa lega saat menjadi jujur dan melepaskan diri dari kebohongan, padahal bisa jadi apa yang kita pikirkan malah yang menipu diri kita sendiri, perangkat keras yang ada di kepala kita sedari dulu salah dalam memproses beragam definisi, yang hasilnya saling membenturkan tanpa henti saya terkadang benci akan asumsi hanya ingin mencari dan memintal sisaan cahayaNya yang demikian terang dan hangat. aku ingin entitas. bukan buta mata buta hati hilang diri lalu membenci

Be true for urself

Assalamualaikum.... Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini... Kali ini saya mau sharing tentang "my old thought" Yang udah lama saya jajal rasanya, dan sampai sekarang pun saya masih cari akal buat "menjinakkan" nya atau bahkan mengendalikkannya. Dunia. Kita hidup di dunia ini seakan-akan berlomba-lomba. "makan atau dimakan" Seperti kompetisi. Dan yang unggul adalah si posisi teratas, Yang terakhir adalah si pecundang, Maka berusahalah. Langsung contoh... Kita terlalu takut miskin, atau kekurangan dikarenakan kita takut sengsara, takut... Saya analogiin gini.. Ketika kita melihat "pengemis" dijalan... Apa yang kita katakan: "bekerjalah yang keras agar tidak sesengsara dia" "bekerjalah yang keras agar kamu bisa membantu dia" Yang manaaaaaaa? Orang kaya atau orang yang dilebihkan hartanya, otaknya, kemampuannya.,kekuasan,kekuatannya.. Itu lebih dipake buat diri sendiri bahkan dipake buat "nyedot...

ateis

Assalamualaikum…. Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini… Kali ini saya mau sharing tentang a pieces of my head. Tentang… saya kadang merasa aneh, mengapa orang atau manusia itu menemukan "tuhan" dalam bentuk yang berbeda-beda? Dan setiap orang memiliki berbeda-beda perspektif dan rasa dalam percaya, dan kita haruslah menghargainya, dalam artian seperti "setiap orang punya kebenaran masing-masing" Ini saya mencoba berpikir sebagai si netral, yang tanpa memiliki agama manapun alias si ateis dalam berpikir ya… (semoga paham) Karena kalau mikir dari sisi agama, pasti setiap agama mengajarkan toleransi atau "bagi saya agama saya, bagi kamu agama kamu " Dulu… saya gak begitu mengerti ayat ini, Cuma kaya perintah aja, tapi hingga akhirnya saya bisa ngeresapi ayat ini sambil menangis, betapa kacaunya panggung bumi ini. Ateis, adalah kebijaksanaan, karena ia netral. Itulah persepsi saya dahulu, Saya mungkin bisa cuek at...

Arah

Assalamualaikum wr. Wb Bismillahirrahmanirrahim... Alhamdulillah.... Bisa sharing lagi di blog ini... Akhir-akhir ini media sedang "in" ngebahas tentang psikiater atau tentang kesehatan jiwa, karena people now in the area, resiko bunuh diri, mental illness, depression, dll. Dan belum lama tanpa sengaja sempat liat video di youtube, tentang seorang public figure yang dikabarkan keluar dari agamanya,dan publik figure ini sempat ingin bunuh diri tapi gagal, Hati saya seperti ngilu, masih terasa... Dan saya gak mau lupa. Saya mau cerita, Tentang... Sesuatu hal yang terjadi dalam hidup saya dan semoga bermanfaat. Saya gak suka menyebutnya dengan sebuah "penyakit" saya lebih suka menyebutnya "gejolak" atau "ujian". Saya tipikal anak yang agak keras dan kritikal, saya emosional dan skeptikal, nilai adalah junjungan pertama dalam hidup saya, Pertanyaan tumpang tindih menumpuk... Tentang bagaimana dunia ini.. Kekuasaan, harta, tahta, sistem. Se...

Surat untuk kalian atau mereka!

Assalamualaikum wr. Wb. Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini... Alhamdulillah!!!!! Postingan kali ini... Saya mau sharing pendapat tentang perempuan muslimah. Saya tuh jujur diam2 ngefans sama perempuan yang baju syari + gapake make up. Kalau ada nih dijalan. Saya berasa kaya topeng monyet sumpah wkwk.. Soalnya mereka tuh keren banget. Di zaman kaya gini, yah.. Dan ngeliat cewek2 lain tampil baik. Mereka tuh santai banget dan pembawaannya percaya diri banget dengan tampilan mereka yang "polos". Baju syari + no make up. Gila sih ya... Masyaallah banget. Salute! Rasanya tuh kalo ngeliat yang begini, pengen banget senyum terus kasih jempol "kamu keren! " saya aja yang cewek gitu saya ajaa sukaa... Bayangin, seorang cewek yang notabennya seenggaknya gitu ya mau tampil baik+gak buluk lah, tapi mereka tuh kayanya santai aja bisa gitu istiqomah. Bukan berarti saya bilang yang cewek hijaban tapi make up an gak baik atau gak lebih baik dari yang udah "mante...

Jerat

Merenungi segala sesuatu yang terjadi... Terserah jika anda menyebutnya sudut pandang,  Tapi semua hanya serabut-serabut tanpa akar. Tik.. Tik.. Tik.. Dari dulu, Saya punya sebuah perasaan, Yang membuat saya ingin memuntahkan isi perut saya, Perasaan tidak enak mengetuk pintu kayu coklat yang sedang aku pandang, Atau aku memperhatikan kertas kalender yang sengaja dipasang terbalik untuk menutupi lubang hexos yang entah kenapa diletak disana, Tak lama jantung bertautan cepat, Aku ingin muntah, Dalam frekuensi ini, Langit fantasi ku menyapa semesta dialam kesadaran ini, Mungkin jaraknya hanya sejengkal, Terheran dengan mereka yang berlalu lalang, Aku yang baru bangun tidur, Melihat kemabukan yang bukan kepayang, Warna mata itu berbeda-beda, Mencoba ikut menyelami, Namun malah mati rasa, Naif, Hampir hilang akan kendali, Permainan ini, Aku. Masih ingin menyelesaikannya hingga jantung ini berhenti berdetak, Jam berdetik didalam diriku, adalah jantung. Melihat s...