Musik

Assalamualaikum.....
Berbicara tentang musik dan lagu,
Saya juga mau sharing tentang mereka..

Mungkin saya gak kaya ustadz2 kali yang bahas musik pake asal hukum dan turunannya. Tapi saya cuma mau pake "akal" dan "rasa" aja dalam bedainnya.

Kalo kata ustadz mah musik itu mubah, tapi kalau bikin "baper salah" dan "lalai" baru dipertanyakan kembali(?) bisa jadi makruh atau bahkan haram!

Oke..

Tapi cara saya menyukainya agak berbeda dari orang-orang.

Saya pahami, kalau manusia itu kalau mendapatkan sesuatu,  fase emosinya gak bisa langsung naik atau turun. Mereka butuh transisi, Pasti ada masanya ia ingin meluapkan emosinya baik itu kesedihan atau kesenangan.

Contoh : ada orang habis kecopetan, yakali dia langsung semangat lagi pasti sedih dulu nangis/marah atau ada orang baru menang lomba, yakali dia langsung "dewasa" dan rendah hati gitu, pasti ada seneng campur sombongnya lah dikit2 mah wkwk

Begitu juga saya..

Bahkan saya terkadang gak mengenali perasaan saya, saking pemikiran saya lebih dominan dari perasaan saya,

Masalah dengan musik atau lagu.
Saya juga suka.
Tapi saya cuma suka sama "rasa" dari lagu itu sendiri. Bukan apa yang menjadi "isi" dari lagu itu saya meragukannya.

Yang mau saya sampaikan adalah didalam lagu kita tuh sebagai pendengar punya cara untuk menikmati lagu tersebut,

kalau sekarang ini saya lebih menikmati "emosi" yang dibawakan oleh lagu dan saya gak peduli dengan liriknya asalkan "emosi" nya dapat di saya dan saya merasa lebih baik, saya terima.

Karena kebutuhan saya saat mendengarkan musik adalah emosi penyanyinya dan yang pasti irama musiknya lah yang mendukung.

Karena saya terkadang butuh pancingan emosi, minta transfer aja sama akang/mbaknya. (instan)

Dan juga Karena saya punya masalah dibagian liriknya. Wkwk

Karena kebanyakan lagu cinta zaman sekarang ini, itu bagi saya "keterlaluan", terlalu lebay lah.. Daripada saya saya kesel sendiri karena debat sama diri saya sendiri gara2 lirik yang "ngaco" mending saya gak usah tahu liriknya wkwk

Contoh : lagunya misalnya tentang putus cinta, terus bilang gak bisa lupain seumur hidup. Tar pasti gw komen deh gak abis2, "kenapa gak bisa lupain? Emang putus cinta itu akhir dari hidup ya? Banyak hal yang lebih penting dipikirin! Jangan nipu diri sendiri lah, jangan jahat sama diri sendiri! Salah sendiri itu namanya! Eh itumah bukan cinta tapi... Blaa.... "

Dan ujung2nya yang tadinya niatnya mau "luapin" perasaan, malah gak bisa! Karena kepentok logika saya.

Gagal baper!

Oiya.. Sekalian mau memberi informasi, kalau lagu atau musik itu anw fitnahnya bagi saya disitu, "emosi" sama penyebab emosi dari lagu bisa melenceng, meski rasanya sama. Lagu kaya gitu bikin perasaan sama akal kita gak sinkron. Gak sehat. Kaya bikin error dan salah paham.  Fitnah. Bagi saya.

Walaupun saya suka lagu ballad korea atau jepang, tapi saya gak peduli artinya apa wkwk (drpd gw perang batin sama diri sendiri wkwk)

Saya cuma suka menikmati emosinya aja, johaaayoo..
Hehe..

Dan yang paling stabil atau sempurna atau sinkron adalah al quran. subhanallah... Pas bener. Akal aman, jiwa aman, perasaan aman. Aman semua!  Insyaallah.. Hehe.. Gak bikin saya berantem sama diri saya sendiri wkwk.. Alhamdulillah..

Tapi saya jadi menyadari sesuatu,
Kalau yang namanya luka ya luka. Walaupun orang itu terluka "atas kesalahpahaman dirinya sendiri" atau bisa dibilang sebenarnya dia "zalimi diri sendiri" tapi gak sadar.

Luka ya luka.. Walaupun alasan dia salah. Yang namanya luka dimana mana sama, walaupun saya berbeda pikiran tapi perasaan kami sebagai manusia kalau terluka ya.. Rasanya sama.

Mungkin manusia bisa berbeda pendapat, tapi yang namanya perasaan itu gak bisa dibohongin.

Jadi saya ambil emosinya aja, jadi saya suka lagu korea atau jepang aja (tanpa peduli ngomong apa)  yang penyanyinya "jago" membawakan lagunya. Perasaannya sampai di saya,

"itu lagu tentang apa ni? "
"tentang micige manderue niga.. Nareul ke mandereu niga"
...]€\¥£~££{&]%]√]>
"intinya sedih"
"ok"

Saya pernah suka sama instrumen aja, saking keselnya sama diri sendiri yang gak bisa akur sama lirik lagu, tapi instrumen itu bukan manusia. Dia gak ada "emosi" dan saya butuh emosi.

Kalau instrumen itu gak bisa bikin saya gimana gitu, ada juga instrumen itu bikin ngantuk. Beneran! Makanya saya suka instrumen, tapi buat tidur:) hehe..

Kenapa saya butuh emosi? Karena yang saya sukai dari sebuah lagu itu adalah emosinya. Mungkin aneh kali ya.. Kedengarannya wkwk...

Walaupun tuh lagu sedih karena apaa.. Dan saya sedih juga karena apa.. Tapi intinya kan sedih. Hahaha..

Dulu saya gak kaya gini, tapi semenjak mulai beranjak dewasa (anjay) saya jadi agak sulit, bahkan diri saya sendiri mengakali diri saya sendiri. Karena gak ada yang bisa nolongin diri kita selain kita sendiri dan Allah.

Karena manusia itu lemah, gak bisa seratus persen jadi sandaran.

Setelah sedih. Baru mulai recovery.. Dengan quran. Sabar dan sholat... Hadapilah kenyataan! Wkwkwk kajjaaahh!

Setelah sedih dengerin al quran aja, insyaallah tentram dan solusi pun ada didalamnya. Insyaallah. Tinggal mintaa pada tuhanmu! Insyaallah! Dan yang paling penting adalah yang ada didalam "Quran" itu bikin pikiran jernih.

Gapapa marah dan sedih sama diri sendiri, seenggaknya berlaku jujur pada diri sendiri. Minimal Gitu. Karena hal semua orang mengerti apa yang kita pahami dan kita hak bisa maksa:) no one see the trouble i see.. No one see my sorrow...

Semua orang punya masalah lah,
Dan itu gak masalah kali,
Santai aja.. Yang berlalu akan berlalu..
Tapi sebelum semuanya berlalu kita harus banyak ambil bagian. Dan jangan pernah marah sama orang lain dan mencoba menerimanya. Responsibility. Sadar selama masih sadar. Karena emosi yang berlebihan itu "memabukan".

Agar yang berlalu tak hanya menjadi angin lalu,
Tapi sesuatu yang bisa kita gapai juga.

Begitulah lagu atau musik dimata saya,

Lalu bagaimana dengan musik yang agak ngebeat? yang berbau islam?

Saya suka juga kok,
Selama liriknya gak bikin kontra ke saya, saya terima. Dan bisa saya dengerin kok.. Walaupun musik sebenarnya gak penting bagi saya..

Tapi ada masanya dimana saya membutuhkan "emosi" dari musik itu, Karena bahagia saya bukan dengan musik..

Kalo ada musik yang saya ngerti "lirik" nya dan lumayan diterima di akal saya, gapapa. Tapi paling saya dengerin musik kaya gitu kalau lagi normal. Kalo lagi "transisi", saya gak bisa nerima "apapun yang berbau pemikiran". Kadang seseorang yang "logika banget" lah bisa menjadi sangat irasional.

Hal kecil padahal,
Tapi yang kecil2 gini saya gak bisa seenaknya membiarkan mereka masuk kedalam hidup kita dan mempengaruhi keberadaan tubuh ini.

Manusia itu butuh kesedihan untuk bisa berbahagia.
Jatuh dulu baru bangkit.

Jangan pertahankan apa yang sudah hampir rubuh sampai kau tak bisa berdiri tegak seumur hidupmu.

Jatuhkan saja! Lalu bangkitlah setelah itu!

Bersedihlah.. Keluarkan emosimu, jangan ditahan. Nanti setelah puas baru bangkit lagi.

Mau dengarin musik juga boleh, tapi pintar pintar memilah.  Kalau saya sih sukanya "emosi" nya aja dalam lagu. Karena jaman gini nyari text yang bener itu susah.. Menggambarkan kerusakan akal manusia yang mempengaruhi perasaan seseorang yang menyebabkan kesalahpahaman dalam mengartikan sebuah rasa. Eaaa..

Kaya kompleks gitu ya, hehe... Simple sih. Hal kecil, tapi penting bagi saya. Hehe..

Mungkin pas masa puber, beberapa orang sibuk "pacaran" dengan orang lain. Sementara saya sibuk pacaran dengan diri sendiri, debat sama diri sendiri, mencoba memahami diri sendiri, dan mencoba menyayangi diri sendiri hehehe..

Karena terlalu dini untuk mengenal orang lain ketimbang dirimu sendiri, eaakk.. *ketika jomblo beralibi*

Terkadang kita gak perlu mencari jawaban keluar sana, terkadang kita hanya berlaku jujur dan adil dalam melihat kedalam diri kita sendiri dan kita akan menemukan jawaban yang paling kita cari. Insyaallah.

Tapi itu yang saya rasa, terserah kalau anda tak sependapat. But its truly reflection of my truly self.

The best answer that i know, dan selalu lah Allah yang unggul diatas segalanya. alhamdulillahi rabbil alamin

Mungkin kita benar, mungkin kita salah.
Mungkin mereka benar, mungkin mereka salah.
Tapi Allah? Maha benar Allah atas segala FirmanNya.
Hanya akal kita yang kecil, yang tak mampu melihat segalanya. Subhanallah..

Udah ah segini aja sharingnya hehe..
Cuma buang "pikiran jahat" 🐤🔫....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran