Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

🐦

Jika dapat terbang maka kau takkan kembali Dan tujuanmu adalah langit, langit yang biru itu Kau masih belum mengenal arti kesedihan Sekarang coba rasakanlah kepedihan itu Perasaan yang ingin kusampaikan padamu Kini kuungkapkan dengan kata-kata Ketika kau terbangun dari mimpi dunia yang lain Kembangkanlah sayap itu dan pergi jauh Jika dapat terbang maka kau takkan kembali Dan tujuanmu adalah awan yang, awan yang putih itu Jika kau berhasil maka kau akan menemukannya Terus terbang tinggi di langit, langit yang biru itu Di langit, langit yang biru itu Di langit, langit yang biru itu Dengan suara bagaikan tanpa kelembutan Jendela tua yang berkarat itu telah hancur Lihatlah, kau pun muak di kurungan itu Kau ingin pergi tanpa menoleh ke belakang Denyut yang berdebar membawa pergi nafasmu Kau pun menerjang jendela dan pergi jauh Jika dapat berlari maka kau akan mendapatkannya Yang kauinginkan adalah suara yang, suara yang jauh itu Begitu menyilaukan, tanganmu pun mencoba...

Semoga

Dan diri ini kembali dalam pertarungan nyali. Jiwanya mulai kembali pundung... Ia mulai merangkak ke pojok lagi.. Mencari perlindungan dari para kacung.. Ia pun kembali pada peraduan.. Mulai kembali menyamar seperti udara.. Ia ingin menghilang walau hanya angan.. Mulai sesak menyeruak dalam dada.. Matanya ia paksa tertutup.. Jiwanya disumpal sendu.. Hatinya terlalu kalut... Rindu... Serasa ingin berlari dan kembali... Ingin... Tapi ia tak mungkin berani.. Karena ia sadar diri... Karena mungkin ia tak tahu arti semua ini... Ia tak sedang ingin berburu... Tak pula bergegas mencari... Ia hanya ingin menunggu... Dan mengamati... Lelah... Ia hanya ingin rehat sejenak... Selagi menunggu pagi.. Dalam kegelapan ini... Tertidur apakah sebuah dosa? Semoga tidak... Atau jika iya.. Maka ia mohonkan pengampunan.. Atas kelemahan diri.. Semoga pagi lekas datang... Agar jiwa kembali merekah.. Agar hati kembali tenang.. Agar raga lupakan lelah... Berkat rahmatNya... S...

Krisis

Assalamualaikum... Alhamdulillah bisa sharing di blog ini.. Kali ini saya mau sharing tentang pengalaman dan pemikiran saya dahulu kala.. Niatnya sih semoga bermanfaat aja.. Hidup saya yang notabennya anak dari pasangan muslim dan sejujurnya kalo mau diliat dari nasab. Saya masih ada nasab ulama yang NU banget dari ayah saya. Pergulatan hidup ini dengan background keluarga "ulama" gak cukup buat ngiket saya yang begini.. Makanya saya gak heran sama najwa shihab.. Sama sekali kaga heran😅 kalau dia muslim tapi kok ya gak pake jilbab. Karena dulu saya hampir melepas hijab, sholat "on demand" dan juga hampir atheis. Pergulatan.. Atau bisa dibilang krisis kepercayaan.. Saya beberapa tahun ini, sangat "open minded" semua pikiran dan sudut pandang manusia saya telan dan saya mencoba mengerti segala sudut pandang. Secara mentah. Dari situlah saya pahami. Suatu hal yang lebih besar daripada sebuah "kebenaran kelabu" yang dijual sama orang2...