Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

5 cm

Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh dari biasanya... tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya... mata yang akan melihat lebih lama dari biasanya... leher yang akan lebih sering mendongak... tekad yang setebal baja.... hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya.... serta mulut yang selalu berdoa.... Kalau kamu.... Punya keinginan taruh 5cm depan kening kamu... Jangan kamu lepas!

My light

Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah bisa sharing lagi... Kali ini.. Setidaknya saya mau bercerita tentang kedua orang tua tercintah.. Yang jasanya tiadaa berbatas dalam mendidik dan membesarkan saya.. Alhamdulillah.. Menjadi anak sulung perempuan dalam sebuah keluarga yang beda suku.. Papa jawa.. Mamah betawi.. Menjadikanku anak yang gagap bahasa jawa dan betawi. 😂 gak bisa dua2nya paling cuma dikit2 aja.. Akhir-akhir ini agak haru gimana gitu.. Karena support orang tua selalu jadi yang terdepan pada langkah usia 20-an ini.. Kehadiran mereka selalu menjadi multivitamin untuk saya bisa tetap semangat hidup di dunia ini.. Mereka adalah nyala nyala harapan dan cinta yang gak pernah lekang oleh waktu.. Papah.. Adalah orang yang sabar. Khusunya sama anak2nya terlebih sama saya.. Dari dulu segala sesuatu itu saya gak pernah yang namanya "mendam" saya selalu (berusaha) mengutarakan apa yang saya pikirkan dan saya rasa walaupun susah dan sambil drama berderai beder...

Takut

"jika syurga dan neraka tak pernah ada.. Masihkah kau bersujud kepadaNya?" (lagu chrisye) "mengapa kamu percaya kepada hal-hal yang belum pernah sampai atau belum pernah kamu lihat sebelumnya?" "bagaimana jika tuhan tak benar-benar ada? Dan kau bersikeras mempercayai hal2 yang kau sendiri blm lihat? Namun kau teriak meyakini?" Maka... Beruntunglah orang2 yang meyakini. Karena jadi orang yang yakin itu susah. Apalagi dizaman kaya gini. Kalau gampang ujiannya dimana? Iman. Itu barang mewah gak semua orang ori. Banyak cacatnya. Dan zaman gini. Masyaallah... Rasanya bendera putih tuh udah dikantongin tiap hari, siapa tahu dikeluarin.. Astagfirullah jangan sampai. Misalnya ada orang mau nikah, gue tanya... "kok lu mau nikah sih sama dia? Emang lu yakin dia setia? Tanggung jawab?" Gak ada satu orang pun yg bisa jamin, dan ujungnya gak ada seorang pun yg bisa nikah. Karena gak yakin. Lalu? Kalau orang udah gak punya keyakinan bagaimana ia bisa h...

Baca!

Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah bisa sharing kembali di blog ini.. Sebagai intermezo... Dari kecil saya tuh suka banget baca.. Gatau kenapa, saya kalau ngeliat buku tuh selalu penasaran isinya apa... Mulai dari buku kisah para nabi, buku puisi, kumcer, novel, ensiklopedi sains, sejarah, buku filsafat, mulai filsafat umum sampai ke filsafat islam. Semuanya terlahap, hasil colongan bacaan di perpus, lemari om, dan lemari papah... Dan akhirnya sampai di era gadget.. Yang semua gampang lah di download.. Jadi saya adalah terdakwa memberantakin barang2 nya papah dan om hehe.. Gak kuat nahannya soalnya.. Tapi makin kesini saya semakin kehausan dan nyari-nyari lebih dan lebih bacaan.. Katanya buku itu jendela dunia? Yes.. Iam agree.. Perubahan bacaan pun terjadi tiap periode.. Kalau SD sukanya baca kumcer, puisi (mulai bikin puisi juga), ensiklopedi sains, buku cerita nabi dan rasul (jarang kepegang), pas smp berubah lagi mulai agak kpop kan... Udah mulai males baca.. Tapi interest ...

Zona Nyaman

Akhir akhir ini hidup saya berwarna... Warna paling beda... Suara suara paling beda dan menghentak ke dada... Saya benar-benar merasa hidup... Bertemu dengan banyak orang baru dan berbeda.. Dan juga tanggung jawab baru... Berasa "ditelanjangi" sekaligus diperbaharui.. Saya merasa semua ini baik.. Namun gak semudah membalikkan telapak tangan... Apa yang dibilang orang lain gampang belum tentu gampang buat saya.. Begitu pun sebaliknya.. Semua orang punya ciri khas dan kelebihan kekurangan masing masing.. Tapi kita gak bisa gitu gitu aja kan.. Minimal berusaha setiap harinya untuk lebih baik. Kaki untuk kepala kepala untuk kaki. Kalau bukan karena rahmat Allah.. Gak mungkin manusia bisa melampaui batas batasannya yang mengekang jantungnya untuk berdetak. Dan saya merasa hidup ini amat singkat untuk menjadi mudah... Sulit sedikit... Asal ada panduan dan jalur.. Its okay.. Itu gapapa .. Alhamdulillah... Keluar dari zona nyaman... Membuat saya ketawa sekaligus frustasi...

Nyala

tidak seperti yang lain... Yang indah diterpa angin Atau Yang menari bahagia di tepi pantai Atau Yang tampil menarik bak boneka barbie Atau Yang hangat menyinari menyaingi sang mentari.. Dia hanya berdiri diantara tanda, Menyaingi kegundahan dan kepasrahan, Paling kuat bajanya diantara perisai para ksatria, Dia ingin lebih diantara yang berkelebihan... Ia hanya ingin lebih mensyukuri... Diantara yang paling bersyukur... Nyalanya adalah nyala ingin dan mimpi-mimpi Selalu berharap pada sang maha kuasa, Karena matanya buas dan jiwanya begitu ingin bebas... Ia menahan nyalanya... Walaupun degupnya bagai bola api yang berpijar, Tapi pandangannya sebeku bunga es.. Atau lebih beku... Bersura nyaring dan paling bangga dalam diri, Walau berbeda dan paling keras dalam yakin, Ia tetap ingin menghentak, Walau nyeri ulu hati semakin lama ia menjejak... Karena sendi-sendi nya mulai merapuh, Seiring dengan mengerasnya tulang-tulangnya, Ia pun berkata,"terus jalan.. Biar...

Fiksi

Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini.. Selamat hari ahad...!!! Kali ini saya akan sharing tentang opini saya tentang fenomena kitab suci fiksi? Dan hal tersebut dibilang menista agama(?) Pertama, yang berbicara ini siapa? Dia seorang ilmuwan, yang berbicara melalui keilmuwannya, lalu beliau memaparkan definisi fiksi itu apa.. Fiktif itu juga apa, kalau melalui definisi yang beliau pahami dan keilmuwannya bisa dipertanggung jawabkan fiksi itu berbeda dengan fiktif. Blaa.. Blaaa and blaa.. Okay.. Saya sebagai orang islam apakah setuju dengan pendapat beliau? Sungguh mungkin saya bisa terima namun.. Bukan begitu. Bapak itu bacaannya banyak namun teoritis manusia.. Sedang alquran tak bisa disanding dengan teori manusia, kalau mau merujuk tentang definisi quran yang notabennya kitab suci itu merujuk pada alquran dan hadits itu sendiri. Bukan abstraksi manusia walaupun itu "cara berpikir" its okay. Semua orang menyerap dan memahami berbeda. Ka...

Miris

Assalamualaikum wr.wb. Lagi lagi cerita saja ya...postingan kali ini.. Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini... Masih diberikan hidup dan kesehatan oleh Allah... Sebenarnya.. Saya sudah berada ditaraf putus asa. Ditaraf yang mau masa bodo.. Terserah.. Gak peduli. Karena gimana ya.. Rasanya tuh mau kita berusaha sebegimapun. Hasilnya tuh kaya gak ada. Yang "curang" akan tetap menjadi si curang, apalagi kalau berada pada posisi "tinggi". Kaya udah malas gitu. Kalau misalnya kebaikan tembus, saya malah berguman, "tumben bener" haha... Miris emang.. Keadilan di dunia ini itu saya benar2 gak puas. Merasa gak adil. Tapi rasional saya bilang mau kita segimanapun gak ada efeknya. Jadi saya pasif. Benar2 pasif dan narik diri, seenggaknya saya masih tahu kalau itu gak benar. Dan saya masih waras. Tapi Allah bilang.. Kita gak boleh putus asa.. Kita harus tetap baik... Sabar... Aja.. Yang penting kita berusaha.. Biar Allah yang bertindak.. Kita fokus aja...

Musik

Assalamualaikum..... Berbicara tentang musik dan lagu, Saya juga mau sharing tentang mereka.. Mungkin saya gak kaya ustadz2 kali yang bahas musik pake asal hukum dan turunannya. Tapi saya cuma mau pake "akal" dan "rasa" aja dalam bedainnya. Kalo kata ustadz mah musik itu mubah, tapi kalau bikin "baper salah" dan "lalai" baru dipertanyakan kembali(?) bisa jadi makruh atau bahkan haram! Oke.. Tapi cara saya menyukainya agak berbeda dari orang-orang. Saya pahami, kalau manusia itu kalau mendapatkan sesuatu,  fase emosinya gak bisa langsung naik atau turun. Mereka butuh transisi, Pasti ada masanya ia ingin meluapkan emosinya baik itu kesedihan atau kesenangan. Contoh : ada orang habis kecopetan, yakali dia langsung semangat lagi pasti sedih dulu nangis/marah atau ada orang baru menang lomba, yakali dia langsung "dewasa" dan rendah hati gitu, pasti ada seneng campur sombongnya lah dikit2 mah wkwk Begitu juga saya.. Bahkan saya terk...

Bumi

Waktu berkarat dalam gurat prasasti, Mereka membisu.. Mati... Dan terlupakan masa lalu.. Detaknya... Hanyalah debu... Bekas nyawa yang berapi.. Terbakar dalam tabu yang menyepi... Lantunan ayat suci.. Bergema... Memecah hening.. Membuat termenung si kepala kosong.. Langit menjelma ... Yang merangkul kelam.... Seupayanya menumpahkan.. Agar sang mentari bisa nampak Menuang segelas demi segelas... Bak tumpahan kristal putih yang menyebar... Menabrak jari jemari yang kerut.. Telah dingin dan menciut... Jatuhkan saja semua pada bumi.. Biarkan ia menanggung beban langit... Karena hebatnya... Meski ia ada dibawah sana.. Sebanyak apapun teriakan langit.. Atau air yang menghujaninya.. Hanya makin akan menyuburkannya... Tumpahkan saja.. Janganlah meragu pada bumi... Karena berkat rahmat tuhan.. Tanahnya diberkahi... Tak perlu masa untuk memuai... Karena bumi akan selalu bercerita... Melalui rimbunnya pepohonan.. Atau sejuknya air ditepi sungai... Atau deburan omb...