Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Si tuxedo hitam

Dirinya ingin berteriak keras Tapi suaranya kehabisan. Habis dibeli tikus buncit berdasi Dirinya ingin berteriak keras. Tapi suaranya ketinggalan. Ketinggalan di kursi emas tuannya Semua ingin berteriak. Semua ingin didengarkan. Apalah daya seorang tuli Yang dikemas tuxedo hitam Tak ada daya dia Maka dari itu pahami Dan jangan sakiti Nanti kamu dihukum mati Lalu kamu marah padaku Suaramu menggelegar dan menunjukku Kau mulai bertanya dengan geram " Siapa yang akan menghukumku? " Aku hanya mengerjapkan mataku Dan mendekati dirimu dengan perlahan Sambil mencoba menepuk punggung besimu Aku tersenyum dan menjawabmu, "siapa lagi.. Kalau bukan *orang gila! "

Grateful 🌼

Hati ini sudah berhimpun dalam naunganmu semoga segala kehinaan berganti kemuliaan. Karena hanyalah padaMu ya rabbi segala kebaikan berasal. Akan ada masanya dimana diriku kembali bergemuruh, tapi tolong jadikan gemuruh itu selalu kembali kepadaMu. Barang sedetik pun aku tak ingin melupakanMu... Aku berusaha... Membalas kasih sayang dan cintamu.. Tapi ku tahu takkan pernah cukup... Tapi kuharap kecilnya diri ini selalu terlihat bersinar... Maka ajari aku cintaMu.. Selalu. Katanya, dibalik sebuah kenaikan maka yang lain dan tak bukan yang terjadi hanyalah penurunan. Maka jika kata-kata ini yang turun bagai hujan badai akan segera mengangsur menghilang dan naik keatas langit biru. Maka. Aku ini, hanya ingin memperderasnya sebelum semua pergi dari jangkauanku. Dan dalam kepergiannya, jangan pernah tinggalkan diri ini. Sapalah kami selalu.. Dalam keberkahan agar kami tahu akan cintaMu. Rindu. Kami rindu segalaMu. Alhamdulillahi rabbil alamin.

Puncak

Allah... Maha mengetahui dari hal-hal yang tidak kita ketahui. Allah... Maha bijaksana akan segala hal yang terjadi. Allah memberikan petunjuknya kepada siapapun yang ia kehendaki. Maka hendaknya kita ada untuk mencari karunianya yang tersebar dan membentang disetiap langkah yang melafadzkan namanya Kehilangan. Mengapa kita selalu merasa Allah mengambil sesuatu? Padahal sudah jelas bahwa segala sesuatu di dunia hanyalah pemberian dari Allah. Untuk apa? Untuk menguji sebagai perhiasan. Apakah setelah diuji seseorang akan tetap sama? Tentu tidak. Allah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga kenikmatanya didalam jiwa. Berpasrah kepada Allah adalah puncak dari segala kehilangan yang terasa.. Terkadang harta, orang terkasih, kesehatan kita diambil. Tapi selalu ada hikmahnya Disaat kita mengikhlaskan... Disanalah Allah mengajarkan kita agar senantiasa bersabar dan tetap berpasrah hanya padanya untuk bersiap. Bersiap untuk apa? Tentu untuk mati. Apakah kehilangan yang te...

Ibu(ku)

Ibu.. Seorang manusia dengan kekuatan supernatural. Benar-benar natural maksudku. Manusia yang ucapannya bagai pedang dan jemari yang kuasa. Satu kata darinya Adalah seribu marabahaya atau setara seribu karunia bagiku Aku lebih suka melarikan diriku darinya Mencoba melepaskan diri dari jerat jerat yang kusuka Karena aku takkan pernah sanggup melawannya Karena sungguh manusia ini amat mengalahkanku pelan pelan Aku tidak suka kekalahan Tapi aku tidak pernah menang darinya Bahkan aku selalu senang jika kalah darinya Malapetaka yang menyenangkan Atau karunia yang menyebalkan Atau keindahan sebuah seni dari seorang manusia? Tutur katanya adalah titah Mengikat langsung raga ini Jangan memintaku untuk menyukai hal yang ku benci Karena ku mungkin akan langsung menyukainya jika kau yang pinta Maka ibu.. Kau sangat berbahaya Ampun ibu.. Aku takut padamu Aku berlindung kepada Allah dari berbahayanya ikatanmu.. Maka ibu.. Tolong perhatikanlah ucapanmu Karena sungguh aku ber...

Sholat itu perkara terpenting!

Assalamualaikum wr. Wb. Halo apa kabar? Semoga bagi yang membaca selalu dilimpahkan keberkahan dan rahmat dari Allah swt. Dan bagi siapapun deh. Orang-orang yang senantiasa mengharapkan keridhaan dari Allah swt. Aamiin. Kali ini mau sharing kembali... Tentang sebuah mimpi saya waktu saya smp kelas 1 atau 2. Udah lama banget sih.. Hehe.. Tapi mumpung lagi keingetan lagi, jadi mau share aja biar gak lupa! Hehe Jadi waktu smp, zaman labil2nya.. Zaman jahiliyah lah.. Dimana saya itu nakal luar biasa. Kalau anak-anak lain nakal itu keciri dari luar. Kalau saya itu nakal tapi internal banget. Gak kecium. Bahkan mungkin orang tua saya gak tahu, liarnya pikiran-pikiran saya. Yang alhamdulillah Allah selalu senantiasa mengarahkan saya dan membimbing saya yang aneh ini. Jadi dulu, saya itu sempet bilang sama diri saya, saya gak mau islam tapi "keturunan" saya mau islam karena keinginan saya sendiri. Saya mau sholat ya kalau saya mau sholat. Kalau saya gak mau sholat ngapain saya sh...

Manusia perindu akal

Hai manusia. Kenalin aku juga sama. Manusia juga. Bedanya cuma cuma. Hai manusia. Apakah penting kalau dirasa Nyatanya tak terasa Karena memang kurang bumbu perasa Hai manusia. Aku akan banyak tanya Maka sabarlah pada saya Jangan marah dulu ya Nah bagus.. Memang begitulah seharusnya. Menurut sajalah jangan gegana Hai manusia. Sana pulang ya Nanti saja kembali bersua Biar pemanasan dulu ya. Sabar. Sabar. Saya kan udah kata Pergilah dariku sejenak Cepat sih, cuma seratus ribu bulan. Apa lihat-lihat? Memandangku biasa sajalah Kau mau bilang apa? Ku bilang sabar lah! Dasar kau tak beretika Jagalah dirimu sahaja Bukan pikir urusan raja Masing-masing saja Iya saya raja. Maka kumpulkan harta Maka bawakan naga Serta bangunkan istana Lalu apa masalahnya. Aku raja dan kau jelata. Ingat etika! Hai manusia! Jaga lisan! Dengan siapa kau berkata! Hai manusia! Apakah kau sudah gila?