Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Salam

Sangat ingin bertemu... Sangat ingin bersatu... Ingin berjalan setujuan... Ingin bahu membahu bersama... Namun aku dikutuk... Dikecam yang bukan-bukan... Jadilah aku si pengecut... Ya... Si pengecut yang hanya bisa merindu... Kata mereka nanti tersesat... Kata mereka nanti hilang akal... Namun hatiku begitu gaduh.. Aku ingin berpadu dalam satu barisan. Aku ingin menggemakan gemuruh dalam dada ini... Aku ingin bersuara lantang. Bahwa ini bahwa itu bukan seperti yang dituduhkan. Nyawaku sungguh mendidih... Ia ingin berontak keluar. Namun nyaliku masih ingusan. Jadilah aku si pengecut yang hanya bisa merindu... Sampaikanlah salam rinduku pada mereka.. Ya rabb... Ku juga ingin bercerita tentang kerumitan hidup pada bumiku... Walau kasat mata, tapi pijakanku juga sama rusaknya.. Bertahanlah... Bersabarlah... Perjuanganku.. Perjuanganmu.. Semoga selamat sampai tujuan akhir.... Assalamualaikum..... Selamat berjuang... Walau raga terpisah jauh.. Namun hati kita tak...

Bumi Allah

Assalamualaikum.... Alhamdulillah b isa sharing lagi.. Iam so happy! Lebih ke sharing perasaan karena kalau bicara pemikiran tuh susah. Karena nagkep nya kita tuh beda2, bukan kebenaran itu yang banyak ya. Kebenaran itu mutlak cuman "cara nangkep" itu beda. Karena kalau bicara perasaan sebenarnya hati kita itu sama. Hati itu bersih. Hati selalu jujur. Kita sama sama mau bahagia. Kita sama sama mau aman,  sama sama mau nyaman. Sama sama mau yang terbaik dalam hidup kita masing2. Tapi penjabarannya beda2 Ada yang bahagia kalau punya apalah. Ada yang bahagia kalau sama dia. Ada yang bahagia kalo koleksi apalah. Ada yang bahagia kalau gimana gimana dst. Sekali lagi deh ini namanya bukanthe real definisi bahagia itu sendiri. Karena apapun yang terjadi kalau kita menghargai dan bersyukur bahagia bahagia aja tuh. Dan saya gak mau berdebat tentang sudut pandanglah. Bagi saya kata "sudut pandang" cuma pelarian aja. Tapi yang saya yakini dibalik kekurangan kita masing2...

Satu

Mereka luluh lantahkan barisan kami.. Mereka pecah kami... Meraka hancurkan kami... Tanah kami... Bumi kami... Hidup kami.. Jiwa kami.. Jati diri kami... Kami bercerai ya rabb.. Kami berpisah... Hati kami ingin kembali bersatu... Kami ingin bersama ya rabb... Kami tersiksa... Kami dikepung siang malam... Entah dalam kesengsaraan... Atau entah dengan kenikmatan... Mereka menipu ya rabb... Mereka durhaka kepadamu... Dan mereka menyakiti kami ya rabb.. Mereka berusaha menjauhkanmu dari hidup kami... Ya rabb... Kami rindu padamu... Kami rindu nabimu... Kami rindu ya cahayamu.. Bagaimana ini ya rabb.. Kami hina... Kami sangat takut... Kami tak punya apa-apa.. Kami hanya manusia... Tapi ya rabb... Jangan pernah tinggalkan kami... Rahmatmu dan cahanyamu adalah nyala... Adalah hidup kami... Ya rabb.. Kami mendengar dan kami taat. Jagalah kami.... Kami menanti... Buatlah kami sabar... Buatlah kami ikhlas... Ya rabb... Kuatkan hati kami, Meniti jalan kemb...

Kembali

Terasing. Kembali menjadi seonggok nyawa, Yang berhenti menyamar dan bersandiwara, Salam kepada bayang hitam yang senantiasa menyelidik, Engkau yang telah berikrar takkan menyerah hingga ku lelah... Ku juga ingin berkata.. Cobalah... Karena ku juga tak mau menyerah.. Lika liku pertaruhan adalah biasa.. Kita adalah rekan, bagaimanapun engkau juga turut hidup sebagai perintang untuk bumbu kehidupan. Nyawa.. Adalah bagian paling tipis... Aku hanya perasa saat membagi jiwa, Aku hanya ingin keluar, Langsung melepaskan secara kasar, Namun aku diperintah untuk bersabar, Karena memang aku harus lebih banyak belajar, Nyawaku berujar untuk istirahat... Namun jiwaku berujar untuk perjalanan.. Dan aku tukang pundung yang banyak berkeluh kesah... Aku hanya ingin diam diantara mereka yang bersahutan.. Sudah cukup aku tidak biasa dengan manusia... Aku manusia.. Tapi aku pun ingin menyerah juga... Tak heran kepada para malaikat yang terheran.. Mengapa tuhan menciptakan... Tapi n...

Beda rasa

Assalamualaikum wr.wb. Alhamdulillah... Bisa sharing lagi di blog ini.. Sebelumnya selamat menjalankan ibadah puasa... Semoga perjuangan kita selama bulan ramadhan dapat memberikan manfaat dan juga nikmat untuk kita di dunia dan diakhirat. Aamiin. Kali ini saya mau sharing terkait tentang sebuah retweetan dari seorang teman. Isi dari videonya adalah seorang ustadz yang seolah marah sambil bilang, "jangan suka sama orang kafir... Berarti kamu munafik kalau suka... " dan dikomen dengan tak kalah sarkas, "nahlooo... Kalau suka (gatau siapa pokoknya kayanya pemain bola) munafik lo pada" Dan ya... Pas baca itu saya langsung meringis. Rasanya masih terasa ngilu di badan saya.. Karena "dulu" saya pernah "antipati" sama ustadz/ulama khan... Tapi sekarang udah damai. Hehe.. Gimana saya juga dulu kaya gitu lah... Dan saya mengerti.. Tapi sekarang saya kaya cuma bisa ngeliatin aja.. Lemah banget kan? Makanya saya tulis disini aja. Gak ada niat intervens...