Takut

"jika syurga dan neraka tak pernah ada.. Masihkah kau bersujud kepadaNya?" (lagu chrisye)

"mengapa kamu percaya kepada hal-hal yang belum pernah sampai atau belum pernah kamu lihat sebelumnya?"

"bagaimana jika tuhan tak benar-benar ada? Dan kau bersikeras mempercayai hal2 yang kau sendiri blm lihat? Namun kau teriak meyakini?"

Maka... Beruntunglah orang2 yang meyakini.

Karena jadi orang yang yakin itu susah. Apalagi dizaman kaya gini. Kalau gampang ujiannya dimana?

Iman. Itu barang mewah gak semua orang ori. Banyak cacatnya. Dan zaman gini. Masyaallah... Rasanya bendera putih tuh udah dikantongin tiap hari, siapa tahu dikeluarin.. Astagfirullah jangan sampai.

Misalnya ada orang mau nikah, gue tanya... "kok lu mau nikah sih sama dia? Emang lu yakin dia setia? Tanggung jawab?"

Gak ada satu orang pun yg bisa jamin, dan ujungnya gak ada seorang pun yg bisa nikah. Karena gak yakin.

Lalu? Kalau orang udah gak punya keyakinan bagaimana ia bisa hidup? Padahal dia gatau, hal apa yang menunggunya.. Berjuta kebaikan mungkin bisa didapat. Bahagianya punya anak.. Bisa berkeluarga.. Mendidik.. Bla bla bla.. Gak akan bisa ngerasain kalau kita belum yakin melangkah...

Gak akan bisa ngerasain hepinya disyurga kalau belum disyurga..

Maka beruntunglah orang yang bisa meyakini...

Karena emang susah.

Namun, ketika melangkah ada hal2 juga yang mungkin bisa menjadi buruk...
Tergantung dari apa?
Niat. Perbuatan. Cara kita menjalaninya.

Yang seharusnya bisa menjadi syurga juga bisa rasa neraka.. Kalau kita salah...

Bodoh.. Manusia itu bodoh kalau cuma pakai akalnya.

Lalu bagaimanakah apakah takut untuk meyakini?

Kalau takut.. Berarti karena belum tahu.. Kalau hal hal itu sebanrnya tidak menakutkan. Hanya diri kita yang membuat sekat, yang bikin susah diri sendiri dengan berbagai alasan.

Takut itu temannya ragu.. Maka buanglah keraguan dengan cara mencari tahu.. Bukan memupuk takut dan mengunci pintu. Keluarlah... Cari tahulah.. Sendiri. Bukan mendengarkan desas desus yang hanya meresahkan dan menyusahkan.

Allah SWT berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍ  ۚ  فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرٌ  اِطْمَاَنَّ بِهٖ  ۚ  وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ اِنْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖ  ۚ  خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَ    ۗ  ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

"Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 11)

فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا  قَالُوْۤا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ

"Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata, Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami sekutukan dengan Allah."
(QS. Ghafir 40: Ayat 84)

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَا   ۗ  سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهٖ ۚ  وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ

"Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir."
(QS. Ghafir 40: Ayat 85)

Komentar