Fiksi
Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini..
Selamat hari ahad...!!!
Kali ini saya akan sharing tentang opini saya tentang fenomena kitab suci fiksi? Dan hal tersebut dibilang menista agama(?)
Pertama, yang berbicara ini siapa? Dia seorang ilmuwan, yang berbicara melalui keilmuwannya, lalu beliau memaparkan definisi fiksi itu apa.. Fiktif itu juga apa, kalau melalui definisi yang beliau pahami dan keilmuwannya bisa dipertanggung jawabkan fiksi itu berbeda dengan fiktif. Blaa.. Blaaa and blaa..
Okay..
Saya sebagai orang islam apakah setuju dengan pendapat beliau?
Sungguh mungkin saya bisa terima namun.. Bukan begitu.
Bapak itu bacaannya banyak namun teoritis manusia.. Sedang alquran tak bisa disanding dengan teori manusia, kalau mau merujuk tentang definisi quran yang notabennya kitab suci itu merujuk pada alquran dan hadits itu sendiri. Bukan abstraksi manusia walaupun itu "cara berpikir" its okay.
Semua orang menyerap dan memahami berbeda. Karena kebutuhan mereka berbeda, isi hati, isi kepala,prioritas, tujuan hidup, hal hal keseharian mereka itu.. Ya jadinya itu yang terlontar.
Misalnya.... Terjadi sebuah gempa,
Bagi ulama, ini merupakan sign dari Allah tentang bumi yang makin menua,peringatan !
Bagi ilmuwan, ini adalah lempengan bumi yang bergerak,
Bagi ekonom, ini adalah masalah ekonomi karena banyak kerugian karena banyak bangunan runtuh,
Bagi gelandangan, gempa dan gempa sama aja. Nothing chage to mylife.
Semua orang beropini atau berabstraksi berdasarkan bacaan mereka.. Pengetahuan mereka.. Niat mereka.. Dan apa yang tersimpan didalam hati mereka.
Dan saya bukan tipikal orang yang suka ngejudge tapi saya mengamati dan belajar, bagaimana mereka dan bagaimana saya?
Ada beberapa hal yang saya rasa pada si bapak secara personal dan itu bagi saya hal yang wajar dan juga berbahaya tapi untuk dirinya sendiri. Karena bagi saya terkadang abstraksi manusia itu "kurang ajar" dalam definisi butuh diajari, tapi siapakah yang layak mengajari karena semua manusia dasarnya "kurang ajar"
Tapi secara non personal bagi saya.. Dia gak salah, sampai saat ini ya.. Karena yang dia katakan itu gak menyudutkan suatu agama tertentu dan kita udah biasa lah sama opini yang "kesannya" liberal. Saya gak peduli sebenarnya agama dia apa.. Itu pilihannya, yang jelas semoga si bapak menemukan sesuatu yang bisa menentramkan abstraksi di kepalanya, i feel it.
Dulu saat SMA, saya pernah bilang sama teman saya, "coba kalau gue duluan yang meneliti tentang biologi, sistem penaamaan gak akan berdasar bahasa latin. Tapi bahasa jawa atau nggak bahasa betawi" hehehe..
Maksudnya gini,
Si bapak itu kan merujuk pada teori manusia.. Ilmu manusia. Ya.. Si bapak jadi berwawasan luas. Tapi apakah si bapak menyadari bahwa teori manusia itu lemah. Alias, abstraksi dan kepentingan pasti ada didalamnya.
Semua ilmu itu manusia yang menyusun dan itu sangat gampang dipelintir,
.tapi ada sesuatu ilmu yang bahkan manusia serakah dan jago pelintir pun tunduk kepada ilmuNya. Sesuatu hal yang gak akan pernah bisa kita sampai yang ukurannya itu infinity (si bapak juga bilang di ILC) Dan subhanallah... Saya setuju.. Namun ada sekerumitan yang miss dari jawaban-jawaban ini. Berbahaya memang jika kita ingin sesuatu seperti sistem iphone.. Tapi perangkat kita masih walkie talkie.
Dan hal kaya gini disangkutin sama penistaan agama beberapa tahun yang lalu... Saya pernah menulis disini tentang pandangan saya, seorang itu adalah seorang non islam, yang notabennya gak tahu apa apa tentang islam tapi mengatakan hal2 yang aneh...
Pertamanya saya juga merasa tindakan aksi 411 itu aneh.. Tapi menariknya lama kelamaan saya setuju dengan aksi tersebut.. Karenaa.. Yang ditangkap itu ternyata bukan hanya satu orang tapi satu rezim.
Saya merasa ketidak adilan dan intolerance dan juga fitnah ada didalamnya, malah kejadian ceroboh seorang laki laki yang gak sengaja ngomong macem2 malah membuka mata kita lebih awas lagi...
Yang saya kecewakan sebenarnya adalah pemerintahan, ketidak adilan dan ketidak konsinstenan. Mengapa semua orang gak bisa melihat secara objektif. Harusnya kita melindungi pemerintahnya. Bukan subjeknya. Hasemeleh... Liatin aja dulu.
Jadi penistaan agama yang kemarin boom dan berhasil memenjarakan orang. Bukan masalah penistaan agama bagi saya.. Something bigger.
Karena agama itu sebenarnya gak bisa dinista. Orang yang menista hanya menunjukkan boroknya sendiri. Subhanallah...
Masalah kitab suci fiksi?
Ahsudahlah.. Buat apa dipermasalahkan...
Secara teorinya seharusnya si bapak bisa bebas. Kalau gak bebas.. Hmmm.. Mencurigakan.. Inikan negara hukum, negara pancasila, gak mungkin masa poin segitu masih revisi ulang.
Apakah manusia segitu gak sekompetennya. Sampe yang kompeten itu kursi dan kertas?
Kaya sihir.. Siapa yang duduk di kursi dialah yang sakti. Siapa yang punya banyak kertas dialah yang berhak.
Its feel like jokes.
But its showing.
Kalau ditanya , jadi menurut kamu kitab suci itu fiksi atau bukan?
Jawaban saya.. Tidak tepat. Cacat. Abu abu.
Jika kitab suci itu alquran, maka alquran adalah petunjuk dari Allah.. Teman kita.. Sahabat kita.. Petunjuk,rahmat,obat dalam dada bagi siapapun yang meyakininya.
Dan saya gak suka berkata hal-hal "abu abu" yang saya gak mengerti jelas definisinya.. Karena manusia itu abu-abu berikut definisinya. Saya gak suka mengatakan hal hal "baru" yang kesannya kaya tabu.. Mungkin itu fiksi adalah bahasa alaynya dari definisi tadabur(?) membuat imaginasi kita aktif dan membayangkan segala sesuatu yang belum final. Begitukah? I try to understand you pak.. Really...
Subhanallah... segini aja uzur saya. Tanpa perdebatan dan otot2 yang mengeras, semoga si bapak dapat hidayah.. Aamiin.. Saya pikir si bapak bakal menyukai islam karena sangat menyenangkan dan menarik pak..🤗
Balik lagi.. Balikin lagi semua ke dasarnya.. Ke akarnya.. Balikin semua ke Allah..
Tapi Allah... Subhanallah.. Hitam itu hitam, putih itu putih. Yang haq adalah yang haq. Batil adalah batil. Dan allah maha menunjukkan dan memisahKan dan mengajarkan. Mana yang haq dan yang batil.
Yes.. Akhir zaman...
Lindungilah kami ya Allah....!!!!!
Allah SWT berfirman:
ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَاطِلُ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
"Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 62)
وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ ۚ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْئًـا
"Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran."
(QS. An-Najm 53: Ayat 28)
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌ
"sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),"
(QS. At-Tariq 86: Ayat 13)
اَللّٰهُ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ وَالْمِيْزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيْبٌ
"Allah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?"
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 17)
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
"Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin."
(QS. Saba' 34: Ayat 20)
وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّـؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّ ۗ وَ رَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ
"Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu."
(QS. Saba' 34: Ayat 21)
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 16)
Cukup sekian..
Kekurangan milik saya.. Kebenaran milik Allah.
Wassalamualaikum....
Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar