Miris

Assalamualaikum wr.wb.
Lagi lagi cerita saja ya...postingan kali ini..
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini...
Masih diberikan hidup dan kesehatan oleh Allah...
Sebenarnya.. Saya sudah berada ditaraf putus asa. Ditaraf yang mau masa bodo.. Terserah.. Gak peduli. Karena gimana ya.. Rasanya tuh mau kita berusaha sebegimapun. Hasilnya tuh kaya gak ada.
Yang "curang" akan tetap menjadi si curang, apalagi kalau berada pada posisi "tinggi". Kaya udah malas gitu.
Kalau misalnya kebaikan tembus, saya malah berguman, "tumben bener" haha...
Miris emang.. Keadilan di dunia ini itu saya benar2 gak puas. Merasa gak adil. Tapi rasional saya bilang mau kita segimanapun gak ada efeknya. Jadi saya pasif. Benar2 pasif dan narik diri, seenggaknya saya masih tahu kalau itu gak benar. Dan saya masih waras.
Tapi Allah bilang.. Kita gak boleh putus asa.. Kita harus tetap baik... Sabar... Aja.. Yang penting kita berusaha.. Biar Allah yang bertindak.. Kita fokus aja. Tetap adil, tetap pegang teguh, tetap pada al quran dan hadits.
Jujur aja... Saya benci banget... Tapi Allah mengajarkan buat kita tetap sayang sesama manusia.. Allah yang bilang. Dan saya paling benci sama orang yang berkata dusta tentang Allah. Mereka ngomong apa.. Maha suci allah dari apa yang mereka katakan.
Debat... Hal yang paling saya hindarin.. Malas.. Cuma bikin otot wajah kendur.. Mending kasih peringatan terus udah pergi aja.. Tinggalin.. Racun.. Apa yang mereka ucapkan cuma menebar pikiran yang menjauhkan kita dari Allah.. Karena marah itu bikin bodoh.. Serius...
Dan keadilan adalah yang digaung2 tapi gak pernah berasa karena ada sistem lah.. Yang buat kita menjadi seperti ini... Subhanallah.. Fitnah akhir zaman...
Kadang saya merasa kaya sampah... Pontang panting buat cari kertas (sampahnya pohon) agar bisa beli beras!? Sistem yang buat kita bodoh setengah ampun. Sistem ekonomi apa ini.. Saya gak mengerti. Karena ketika kita lahir sudah demikian. Ada genderang yang menabuh didalam hati saya... Manusia untuk apa pintar tapi gak beradab. Kecerdasan manusia yang sebenarnya itu tiga.. Spritual,emosional,intelektual. Dan itu dikontrol oleh akhlak.. Oleh berkat rahmat Allah.. Kalau gak ada Allah gak bakal ada keadilan.
Saya menyadari beberapa perbedaan pendapat tentang cara manusia menafsirkan ayat Allah. Tapi subhanallah.. Islam adalah cahaya.. Akan selalu terang walaupun ada atau tiada seorangpun yang menghidupkannya...
Semua ini...
Aku benci sekali.. Tapi aku juga mencintai..
Rasanya mau nanya.. Nanyaa terus.. Astagfirullah al adzim... Semoga kita selalu menjafi hamba yang pandai mensyukuri nikmat allah.
Aamiin.

Allah SWT berfirman:

اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌ

"sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),"
(QS. At-Tariq 86: Ayat 13)

وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِ

"dan (Al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan."
(QS. At-Tariq 86: Ayat 14)

اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًا 

"Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,"
(QS. At-Tariq 86: Ayat 15)

وَّاَكِيْدُ كَيْدًا

"dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu."
(QS. At-Tariq 86: Ayat 16)

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ  اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا

"Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu."
(QS. At-Tariq 86: Ayat 17)

Komentar