Bumi
Waktu berkarat dalam gurat prasasti,
Mereka membisu..
Mati... Dan terlupakan masa lalu..
Detaknya...
Hanyalah debu...
Bekas nyawa yang berapi..
Terbakar dalam tabu yang menyepi...
Lantunan ayat suci..
Bergema... Memecah hening..
Membuat termenung si kepala kosong..
Langit menjelma ...
Yang merangkul kelam....
Seupayanya menumpahkan..
Agar sang mentari bisa nampak
Menuang segelas demi segelas...
Bak tumpahan kristal putih yang menyebar...
Menabrak jari jemari yang kerut..
Telah dingin dan menciut...
Jatuhkan saja semua pada bumi..
Biarkan ia menanggung beban langit...
Karena hebatnya...
Meski ia ada dibawah sana..
Sebanyak apapun teriakan langit..
Atau air yang menghujaninya..
Hanya makin akan menyuburkannya...
Tumpahkan saja..
Janganlah meragu pada bumi...
Karena berkat rahmat tuhan..
Tanahnya diberkahi...
Tak perlu masa untuk memuai...
Karena bumi akan selalu bercerita...
Melalui rimbunnya pepohonan..
Atau sejuknya air ditepi sungai...
Atau deburan ombak yang bergulung..
Atau derik jangkrik yang bersenandung...
Bumi...
Hidupmu... Matimu...
Adalah kebahagiaan...
Komentar
Posting Komentar