Sulit? padahal mudah!

Assalamualaikum!
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini. Hehe..
Mau sharing Lagi, insyaallah..

Pernah liat meme gitu di instagram,
Tentang ada dua pasang ibu dan anak yang ketemu pengemis dijalan, ibu yang pertama bilang ke anaknya, "belajar yang rajin, jadilah pintar agar tidak menjadi pengemis itu"

Ibu yang kedua bilang ke anaknya, "belajar yang rajin, jadilah pintar agar bisa kamu bisa membantu pengemis itu dan membuat hidupnya lebih baik"

Inilah kira2 perbandingan gambaran mispersepsi di lingkungan, dua2nya benar insyaallah. Namun diatas langit masih ada langit.

Kadang orang tua kita mengajarkan kita gini,
"lihat pelaku maksiat itu, jadilah sholeh agar tidak menjadi ahli maksiat seperti itu! "

Kenapa gak bilang :
"lihat pelaku maksiat itu, jadilah sholeh agar kamu bisa membantu ahli maksiat itu dan membuat hidupnya lebih baik! "

Bagi saya islam itu bukan hanya masuk dikepala dan menjadi pengetahuan semata,

Islam adalah bagian dari kecerdasan manusia.
Bagaimana seorang bisa menyeimbangkan perkara kecerdasan logika, emosional, dan rohaninya.

Semuanya saling ikat dan kontrol.

"Science without religion is lame, religion without science is blind." (albert einstein)

Islam adalah bagian dari rahmat Allah swt, suatu ketinggian akal,emosi dan jiwa yang sangat kompleks. Saat mencoba memahami islam kita gak bisa kaya seakan "frontal/telanjang" gitu aja.

Kalau saya menyebutnya "strategi".
Islam memiliki itu,
Lebih dalam dan jauh dari sebuah "kepolosan" akan sebuah "pengertian".

Meski terlihat "polos" tapi kau akan terpukau ketika terus mencoba mengenalnya.

Saya pernah posting tentang al quran itu juga bisa sebagai cermin, dalam artian merefleksikan apa yang ada dalam diri kita, ia menampakan segala kehinaan kita agar kita menyadari siapakah diri kita? Sudah sampai dimanakah kita? Dosa dosa kita?

Yang mau saya katakan adalah islam itu subhanallah. Jauh diatas rata-rata.

Saya aja yang baru tahu sedikit, namun sudah sangat terpukau dengannya. Hanyalah orang2 yang salah paham dan "berlebihan" yang tak bisa menempatkan kadarannya.

Yang kurang itu manusia. Bukan islam. Islam itu sempurna.

Saya tadinya "sinis" sama orang2 yang suka bermaksiat, saya benar benar tidak menyukainya. Jujur saja bahkan saya merasa jijik. Saya gak suka dekat dengan mereka.

Apakah mereka menjijikan?
Bukan mereka, tapi hanyalah saya yang kurang akan pemahaman.

Padahal mereka hanyalah orang orang yang terluka.. Hanya orang orang yang tidak mengerti, betapa Mereka melukai diri mereka sendiri,

Luka tetaplah luka. Meski didapatkan dengan cara "konyol" atau mereka melukai diri mereka sendiri, tetap saja mereka merasakan sakit, dan rasa sakit itu adalah kenyataan.

Yang dibenci itu adalah perbuatan maksiatnya!
Tapi harusnya kita tetap berempati kepada manusianya.
Mereka terjebak dalam kegelapan, atau mungkin bahkan mereka gak tahu kalau mereka terjebak.

Kita diperintahkan allah untuk berlaku lemah lembut kepada manusia, namun Allah juga memerintahkan ketegasan.

Ini yang saya sebut dengan kecerdasan manusia main disini.

Dakwah nabi muhammad pun, perlahan lahan kan?
Gak serta merta nabi muhammad langsung hancurin berhala berhala? Beliau memenangkan islam dan bisa menghancurkan semua berhala setelah fathul mekah! Tentu itulah sebuah proses yang penuh dengan kesabaran, kesyukuran dan perjuangan.

Dakwah rasul bahkan dimulai dengan cara sembunyi-sembunyi. Rasul melakukannya atas petunjuk allah! Berarti petunjuk juga untuk kita manusia,

لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ  ۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ  ۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا  ۗ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)

Saya gak menyalahkan mereka yang sangat "keras" dan "frontal" kepada kebatilan.
Tapi saya ingin bertanya, yang sebenarnya kalian sedang "benci" kebatilannya atau "manusia"nya? Mengapa jika kalian membenci kebatilannya? Mengapa manusia yang kau hinakan?

Aku benci seseorang yang merendahkan orang lain meski ia benar sekalipun sebenarnya, kalau ia ingin membenci perbuatan keji. Bencilah perbuatannya bukan malah menghakimi orangnya.. Bagaimana orang itu mau menerima islam, jika kitalah yang menuai duri didalam hatinya.

Mereka boleh jahat. Tapi kita jangan, mereka boleh tidak mengerti..tapi kita memahami, gak apa apa lah, semua akan baik baik aja pada masanya insyaallah...

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ   ۗ  اِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fussilat 41: Ayat 34)

Kalau mau ikutin "perasaan" udah emosi banget kali dari kapan tau, lihat kebatilan rasanya pengen kita langsung "bakar".
Tapi kan kita gak bisa gitu wey... Gila kali ya.
Pelan-pelan lah..
Kalau kata sholahudin al ayubi, "peperangan itu gak serta merta kita maju aja.. Dan gibas aja.. Tapi kita juga harus mikirin pasukan, air, makanan, cuaca, kesehatan, tenaga, mental, pikiran" (kira2 gitu)

Sabar.... Insyaallah.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ  وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ  فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۚ  فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 159)

Lembut bukan berarti kita lemah, kita tegas pada batasan. Karena bagaimana? Hati manusia bukan kita yang menggerakan hanyalah kita sebagai manusia yang berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Kebaikannya bukan cuma orang lain, tapi untuk diri kita sendiri.

Islam itu bukan agama pendengki, tapi adalah agama penyayang yang sangat tegas kepada kebatilan.

Akal, perasaan dan jiwa.
Otak, hati dan al Quran.

Penuh dengan strategi dan taktik, dan kita tak boleh tergesa gesa atau ceroboh dalam memtuskan suatu perkara yang baik atau tidaknya.

Mungkin mudah bagi kita menilai seseorang,
Tapi kita takkan pernah bisa memahami secara utuh luka dan perasaan seseorang.

Bagaimana hidup membawanya hingga sampai ke titik tertentu, sungguh itu bukan urusan kita,

Urusan kita hanyalah melakukan kebaikan semampu kita sebagai manusia,

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)

فَلِذٰلِكَ فَادْعُ  ۚ  وَاسْتَقِمْ كَمَاۤ اُمِرْتَ ۚ  وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ ۚ  وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍ ۚ  وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۗ  اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۗ  لَـنَاۤ اَعْمَالُـنَا وَلَـكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۚ  لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۗ  اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۚ  وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

"Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 15)

Saya hanya merasa kasihan kepada mereka,
Tapi memang sebagian dari mereka memang ada yang layak untuk dimusuhi.

Karena orang itu beda-beda, gak bisa kita pukul rata.

Ada orang yang ngelakuin kesalahan tapi karena dia "gak tahu", atau karena dia "tersesat" padahal dia baik sebenarnya hanya butuh waktu dan dukungan. Ini easy, (jahil)

Ada orang yang tahu benar atau salah tapi ia tetap zalim bahkan ia menzalimi orang lain. Nah ini nih.. Medium. (fasik)

Ada orang yang gak tahu tapi dia jahat. Dan bersikeras bahwa kebenarannya adalah benar. Padahal ia menzalimi diri sendiri dan orang lain tapi dia gak tahu. Nah ini... Mabuk sangat. Hati2 bisa terluka dengan orang seperti ini. Model2 psikopat,

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا   ۗ  وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)

Lalu gimana cara kita membedakannya?
Kompleks! Gak bisa cuma pake akal aja.. Tapi perasaan juga. Dan firman Allah tetap jadi filter nomor satu!

Kalau kita pake akal aja, mungkin kita bisa salah dan menyakiti sesuatu, tapi kalau kita pake perasaan aja mungkin kita bisa dibutakan alias bodoh.

Dan firman Allah adalahhh..... Cahayaaaa kepada hidup ini..

Saya mau sharing ini aja sih..
Intinya adalah, santai aja.. Pelan2 jangan kaya orang kenapa gitu. Kita mau matiin "kebatilan" dengan cara "elegan", akhlak number one!

Dan mereka gak mungkin lah bisa langsung nerima, tapi mereka butuh waktu dan gak langsung instan. Misalnya nilai2 islam lewat kesaharian kita, tunjukin dulu niatan dan diri muslim yang sebenarnya. Pelan pelan nilai kebaikan itu masuk gak harus yang kaya "frontal" gitu. Berantakan ntar semua orang salah paham,

Heran.. Kenapa kita yang orang islam gak bisa gitu nerapin syariat kita sendiri malah orang lain gitu yang nerapin cara kita? You know what i mean? 3F! Food, Fashion, Fun.

Rebut lagi lah!

Itukan nilai2 yang seakan menjauhkan islam,

Ayo terapin nilai2 kebaikan, meretas kebaikan.
Karena mungkin mereka gak mengerti tentang kalau islam itu rahmatan lil alamin.

Tapi kan bisa kita sisipin ke keseharian... Nilai2 kebaikannya. Udah bosan kali ikutin zaman 3F yang kacau balau.

Hm. Sulit. Padahal mudah!
Apa mudah padahal sulit ya!?

Segini aja sharingnya semoga bermanfaat yak.
Pesannya adalah agama itu diterapkan, dipahami, diyakini, didalami, bukan hanya sekedar tapi jadikan landasan dan tujuan. Laa ilaa ha illa Allah! Laaa tahzan! Innallaha maana! Insyaallah!

"belajar yang rajin agar bisa menjadi hamba Allah yang terbaik agar bisa membantu mereka yang membutuhkan agar bisa menolong dirimu sendiri agar bisa kembali kepada Tuhanmu dengan keadaan yang sebaik-baiknya"

Insyaallah..

Kebenaran milik Allah, kesalahan milik saya. Terimakasih.

Wassalamuaalaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran