Sharing (2)
Assalamualaikum,
Sharing kali ini adalah tentang pernikahan, eaaa...
Rasanya kalau denger kata "nikah" pengen melarikan diri. Konyol ya? Insecure stadium akhir 😅
Tapi saya punya alasan! Saya punya banyak keraguan. Sangat banyak,
Saya sebenarnya "sudah" berada ditaraf putus asa 😂 (tadinya)
Karena akal saya terlalu parah dalam "menghakimi" pernikahan itu sendiri,
Dan lagi lagi islam menangkap saya!
Gak bisa lari dari Allah... Subhanallah💙
Bukan serta merta saya usil gitu asal main "lawan" aja. Bukan gitu..
Mungkin diantara perempuan ada yang "mengidamkan" pernikahan impian gitulah,
Tapi Saya suka heran sama mereka, apalagi sama mereka yang punya jargon "nikah muda" atau "nikah cepet2".
Emang nikah lagi sebahagia apa ya?
Sampai seseorang itu "berebutan" buat merasakannya. Yang saya lihat hanya jiwa jiwa kosong yang berlarian mencoba mencari sandaran untuk jiwa rapuh mereka.
Tapi apakah mereka sadari bahwa sandaran yang Mereka inginkan itu, juga sama "rapuhnya" seperti mereka?
Jujur kadang bahkan saya merasa ngeri,
Saya merasa hambar sekali di bumi ini,
Sejauh apapun saya berusaha rasanya saya hanya merasakan lelahnya tapi tidak mendapatkan apapun.
Pernikahan itu gak main-main,
Kalau cuma mau main main aja. Anak kecil juga bisa main karena dia "bahagia" bermain, terus kalau bosan ya dibuang gitu aja dan cari permainan lain yang lebih "cocok". Carilah yang lebih yang lebih yang lebih.. Hingga lelah, carilah hingga kau menyadari bahwa yang kau cari adalah dirimu sendiri :)
Tapi "permainan" kali ini bukan hanya untuk bersenang-senang melainkan untuk dimenangkan hingga akhir.
Kalau mau "main" niatnya cuma "suka" aja mending gak usah main sama sekali.
Permainan itu seru, karena playernya bisa memainkannya dengan baik.
Apakah permainan bisa disebut menyenangkan jika kita selalu "mati" ?
Permainan menyenangkan, karena kita berhasil melewatinya! Hingga akhir game!
Kalau mau main, Bermainlah dengan serius.
Bersenang senang tapi gak hilang akal.
Bahagia tanpa harus jadi orang gila.
Got it?
Jangan terlalu dalam menyelam kalau cuma bawa tabung oksigen yang udah mau abis. Mati ntar!
Tapi kalau kamu gak berenang sampai dasar, kamu gak akan melihat secara keseluruhan keindahan di dasar laut itu kaya gimana? ☺ prepare as you can
Apa yang terjadi?
Jadi???? ALHAMDULILLAH!!!!!
Salah satu pertanyaan saya adalah, tentang menjaga hubungan. Ketika sudah mendapatkan sesuatu bukankah rasa akan memudar? Kaya udah terlalu terbiasa, terlalu sering sama2, bisa bosan kan?
Dan kalau sudah bosan, apakah pernikahan itu berarti awal mulanya bukan karena cinta? Berarti salah dong dari awal?
Saya gak mengerti tentang apa yang membuat seseorang bisa bertahan pada seseorang yang mungkin seseorang itu mungkin juga menyakitinya dan saling nyakitin gitu deh.
Paitnya yah. Cerai. (karena hubungannya udah salah paham alias saling menyakiti)
Saya juga gak mengerti tentang tuntutan2 segala kriteria2 yang mewajibkan golongan tertentu agar masuk dalam suatu standar ideal?
Bukankah manusia itu karakteristiknya berbeda beda. Ada kekurangan dan kelebihan.
Gak bisa semua dinilai berdasarkan kesamaan indikator.
Apakah cinta bisa dinilai berdasarkan kecakapan kriteria seseorang? Saya bingung.
Padahal saya mencintai orangtua pun saya gak pake kriteria.
Cinta ya cinta aja. Suka ya suka aja. Karena dia orang tua saya. Wae?! Masalah kalau orang tua saya lebih keren? Eaaaa (bercanda)
Dan tentang masalah kepercayaan, saya gak suka sama orang asing yang berkeliaran didekat saya. Dan dia siapa mau tanggung jawab seluruh hidup saya? Saya aneh aja.
Dia emang benar bisa dipercaya?loh dia percaya sama saya? Kok bisa?
Kepercayaan itu mahal bagi saya. Gak bisa sembarangan aja gitu kaya "dibagi-bagi" ke orang orang.
Dan masalah ego, yang paling "parah" bagi saya. Susah banget buat satuin dua kepala, dan seberapa pantaskah orang itu atau kita untuk kita pertahanin? Untuk kita menangkan diatas ego atau diri kita?
Gak mungkin lah kita maksain seseorang, pasti ada masanya kita "ngalah" dan "menerima" tapi orang itu worth it gak? Atau kita worth it gak buat orang itu?
Intinya nyambung gak?
Bisa gak?
Bisa dipercaya kah?
Kenapa bisa dipercaya? karena adanya komitmen,
Masalahnya komitmennya gimana?
Dan islam adalah cahayaaaaa...
Subhanallah!
Dalam islam itu, cinta dibangun atas dasar ketaqwaan kepada allah.
Segala sesuatu biar kita paham, katakanlah semua adalah ibadah.
Semuanya ibadah, dilakukan atas dasar kecintaan kepada Allah, kepatuhan, ketaatan. (teoritis dan kaku kan keliatannya)
Kenapa keliatan kaku? Karena kita cuma pake akal, jangan memahami sesuatu cuma pake akal aja, jadi robot ntar. Tapi kita kan manusia... Kita lebih canggih insyaallah..
ada hal yang lain yang indah...
Rasa bosan apa yang bisa didapatkan oleh mereka yang menikah karena Allah?
Saya pikir mereka gak akan bosan, insyaallah.
Karena apa?
Mereka mengejar keniscayaan, yang mereka gak bisa liat realitasnya di bumi tapi mereka hanya bisa mengecap manisnya dan mengejar segala gurat keindahannya.
Dua insan yang dipersatukan atas nama Allah, mereka akan mencari keridaan Allah dalam pernikahan tersebut,
sementara keridaan Allah emang siapa yang tahu?
Manusia cuma bisa usaha tanpa tahu sudah mendapatkannya atau belum.
Yang mereka bisa lakukan adalah berusaha sepanjang hayat, insyaallah.
Dan bagaimana mereka bisa bosan atas pasangan mereka?
Sedang yang mereka kejar adalah keridaan Allah.
Manusia hidup mana yang bisa "tahu" jika dia telah mendapatkan keridaan tuhanNya?
Gak ada, Mati dulu baru tahu!
Kalau cuma mengejar manusia? Kan udah dapat manusianya, dan biasanya kalau udah dapet suka lupa bersyukur! Nah... Tapi kalau Allah yang jadi landasan subhanallah!
Masalah kriteria, beda manusia beda rasa. Beda kebutuhan.
Kriteria ini terbentuk dari diri kita sendiri, padahal gak pake kriteria mah nikah mah bisa bisa aja tapi kan ya manusia...
Gak mungkin disebut manusia kalau gak "ada aja" maunya! 😅
dan sebenarnya itu gak apa apa.
Contoh kaya ada orang yang tipe "belum makan kalau gak makan nasi!" Yaudah makan nasi aja... Jangan maksain diri makan roti wkwk.. (roti itu cemilan) berarti dia butuhnya nasi bukan roti. Carilah Nasi! 🙄 *apasih
Berlaku jujurlah pada diri sendiri semua orang itu pasti punya cita cita dan kebutuhan hidup yang beda beda. Dan saya sangat menghargainya insyaalah..
Bagi saya yang sedikitnya "kecipratan" masalah beginian, mungkin konsen saya agak beda dengan yang lain, Bagi saya masalah kriteria itu tiada yang lebih penting selain komitmen dan akhlak.
Masalah kepercayaan. Rasanya cukup kaya tawakal ke Allah aja, Saya percaya Allah aja. Dia juga harus percaya Allah. Biar Allah yang jaga kita. Masyaallah ini w ngomongnya merinding.
Masalah ego...
Kalau ada Allah.. Bukankah ego turun semua?
"samina wa athona"
Yang penting saling menjaga satu sama lainnya, dan gak main salah-salahan. Paling pusing nih kalau udah main ego.
kadang gitu, manusia suka gak sadar dan berlebihan. Makanya komunikasi dan kerjasama sangat dibutuhkan untuk membentuk tim yang support dan kuat.
Ini w udah kaya mau ngapain gitu ya padahal tentang nikah loh ini... Wkwk kalo kata temen saya mah, saya itu terlalu "overthinking". Tapi kalo kata saya, temen saya mah "kagak thinking" 😂 dan akhirnya kita berantem. Gak deng wkwk (iyadeng)
Mungkin benar w kebanyakan ancang2 kali ya wkwk.. Kebanyakan khawatirnya.. Kebanyakan ngerinya.. Banyak takutnya.. Tapi bukan tanpa alasan,
Karena memang kalau kita salah, ya kita zalim sama diri sendiri bahkan bisa zalim sama keturunan kita kelak.
Abis gimana? Fitnah itu zaman sekarang saya gak kuat.
Parah deh kalo gak ada islam rasanya mau jadi manusia es aja di antartika wkwk.. (Nobody can hurt me. And i cant hurt anybody :) tinggal di goaa!!! 😳)
Islam selalu memberi harapan, dari usangnya hidup ini.
Kalau ada Allah pasti ada solusi... Dan solusi itu selalu mendekatkan kita kepada Allah swt. Insyaallah. Subhanallah.
Mungkin kita bisa bilang... Kalau dunia ini penuh fitnah... Tapi nyatanya malah "fitnah " itulah yang menghantarkan kita menjadi menyadari bahwa nyatanya dunia ini dipenuhi rahmat Allah swt yang maha pengasih.
Kadang kita gak bisa bedain antara kebaikan sama keburukan sampai kita mengecap salah satunya, :)
Oiya.. Bukan artinya saya memandang sebelah mata mereka yang menikah muda atau yang menikah cepat ya.. Enggaakkk itu kan kesalah pahaman saya saat dahulu kala..
Kalau kalian expert dan merasa udah siap buat nerima ujian selanjutnya, yakni pernikahan.
Dan hati kalian mantap karena Allah?
Yaudah jalanin aja.. Minimal... Niatnya benar. Yaitu karena beribadah kepada Allah dan berjanji akan benar2 menjalaninya dengan ikhlas. Yaudin jalanin. Iam so envy, ure so "mantap jiwa" wkwkwk masyaallah...
Masalahnya ujian pasti ada.. Tapi seberapa siapkah kita untuk menghadapinya? Walaaaaaah.... Allahu akbar! Syaithan, ure out!!! 🔥🔥🔥🔥 (musuh asli kita adalah syaitan as always)
Pernikahan itu bukan sekedar rasa,
Tapi yang saya yakini insyaallah adalah iman adalah perasaan yang paling kuat.
Kecintaan kepada sang pencipta adalah ikatan yang tiada tandingan, insyallah.
Ringan diucapkan... Dan pembuktiannyaa butuh perjuangan..
Kalo nikah cuma mau bahagia?
itu kurang tepat kayanya,
nikah itu adalah komitmen berjuang bareng demi mencapai kebahagiaan setelah kematian. (ibadah berjamaah) Thats right! Insyaallah...
Kalo bahagia di dunia itu selingan, cuma sesaat.
Abis bahagia juga tar ada sedih lagi. Eh bahagia lagi eh sedih lagi (sebentar bentar sedih sebentar bentar senang) its life. Tapi Alhamdulillah !
Kalo di akhirat itu baru.. Eternal happiness insyaallah...
Fokus!
Kalo kata Ustadz mah nikah kan "ibadah yang enak" ya.. Iyaa enak... kalo lulus enak.. Kalo gagal? 🙄🙄🙄
(motivasi tanpa edukasi adalah MSG alias micin, enak tapi bikin b*d*h)
Ujian terapikkkkkk adalah menikah (bagi saya) 🔥🔥🔥🔥
Allahu akbar. Ujian paling apa gitu... £√_>`\™®¢|√]&]%√&€¢|
Semoga segala sesuatu indah pada waktunya.
Aamiin!!!
Buktiin aja!
Jika sudah mantap dan jangan tergesa gesa...
Hamasah!
So. Jadi tambah yakin kalau islam tetaplah yang terbaik. Agama yang benar, milik Tuhan semesta Alam, Tuhan kita. allah swt. Love Allah 💙 Hamasah!!!!!!
Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 1)
هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 28)
مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ ۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِ ۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْئَـهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَـغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Fath 48: Ayat 29)
Wassalamualaikum
Komentar
Posting Komentar