Sharing (1)
Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat soreeeeeeeeeee........
Lets sharinggggggggg~~~~~
Jika manusia diberikan ujian berbeda beda.. Maka saya setuju. Insyaallah..
Salah satu objek bingung adalah ketika saya menyadari segala kekurangan tapi tetap mau usaha.
Alias gak mau nyerah intinya... Walaupun kayanya gak mungkin.
Ngeja katanya gini, : ada manusia hina dina.. Kok mau ibadah kepada Allah? Mau "saingan" sama malaikat? Emangnya bisa? Pantes emang?
Tapi maha suci allah.. Allah lebih mengetahui..
Dan ilmu Allah luaasssss.. Meliputi langit dan bumi seisinya semuanya lah...
"Minder sama malaikat"
Mungkin itu bahasa yang agak menggambarkan,
Masih mau usaha meski modal pas pasan?
Wkwkwk.
Itulah kami, manusia!!!!
Subhanallah..
Maafin kami ya Allah.. Kami bodoh.. Tapi kami mau berusaha! Insyaallah..
Apakah seorang manusia yang suka ngelakuin kesalahan dan hobi banget khilaf pantas untuk andil buat berlaku kebaikan? (jadi malaikat dulu gaes.. Baru boleh nolongin orang?)
Dia aja gak becus ngelurusin diri sendiri.
Dan bukankah jika ingin meluruskan sesuatu kita harus meluruskan diri sendiri dulu baru orang lain?
(terdengar benar. Namun kurang...)
Berbeda konteks, beda lagi cara main. Beda tipis bukan berarti serupa atau sama. Beda meski tipis ya tetap beda. Beda ya beda.
Dalam masalah intropeksi, dan tindakan kita terhadap kesalahan atau dosa harus internal. Alias tidak "menuduh dosa" keorang lain. Melainkan intropeksi kedalam diri.
Ini yang disebut dengan meluruskan diri dulu baru orang lain. Meskipun.... Misalnya kita melihat kesalahan itu ada pada orang lain, tapi.... Kita tetap harus "nyalahin" diri kita bukan orang,
Kaya contoh :
Kita punya adik yang nakal, terus kita gak boleh kaya salah2in dia.. Tapi kasih pengertian tetap akan kesalahan perbuatan namun tidak menghakimi ia sebagai pelaku atau penjahat. Melainkan yang penjahat itu kita karena MEMBIARKAN/LALAI/TIDAK BECUS dalam mengawasi adik kita.
Poin kedua adalah...
Saat nemuin kesalahan pada eksternal kita.. Kadang kita merasa rendah diri gitu karena kita tahu lah "KITA GAK LEBIH BAIK" dari orang lain. Alias sama aja sebenarnya, taaapi... Kita gak boleh kaya mengabaikan kebatilan atau kesalahan itu merajalela dan cuma kaya fokus aja urusin diri kita sendiri,
Kalau kita nunggu diri kita baik dulu baru nolongin orang mau sampai kapan? Sampai mendapatkan syurga? Lah mati dulu dong.. Akhirat dulu.. Timbang dulu.. Shirat dulu.. (lama ya..)
Sedang engkau tak tahu kau baik atau tidak,
Karena manusia cuma berusaha yang terbaik. Bukan instan yang kaya mencet tombol, berubah deh jadi satria baja hitam pembasmi kejahatan!? Ya enggaklah.. Gak ada yang instan.. Dikira anime tv?
Berarti kalau kau sudah merasa baik.. Dan baru mau nolongin orang, situ sombong dong.. Dan pasti sangat sulit untuk kaya nerima saran, kebaikan dari orang lain karena sudah merasa dirinya baik...?
Nahlo..
Maha suci Allah.. Yang membolak balikan hati manusia,
Kesimpulannya adalah, kita manusia dan kita sadar. Bahwa segala kebaikan yang ada dalam diri kita semuaaaaaaaaaa milik Allah.. Titipan aja.. Dan kalaupun kita berlaku baik ke orang itulah titipan kebaikan yang Allah ijinkan untuk kita lakukan aagaar kita belajar...
Kalau ada keburukan ya karena emang kita manusia.. Kita buruk.. Kita belajar mengendalikan diri ini dengan rahmatNya.. Ya.. Ujian dari internal atau eksternal lah yang menjadi katalisator kita agar mendapatkannya rahmat atau hidayahNya...
Semua milik Allah..
Lalu apa?
Kasih semuanya... Kembalikan semua kepada Allah. Atas namaNya pada jalanNya...
Jawabanya simple banget sih...
Jawabanya Allah..
Terus Allah
Subhanallah..
Kali ini sharing aja yaa.. Hehe..
Semoga bermanfaat... Aamiin..
Jadi ya jangan sedih lah..
Kalaupun emang hina dina.. Tapi masih ada niat untuk usaha dan niat baik yaudah sih jalanin aja..
Toh kalaupun dipikir yaa.. Gak ada manusia yang suci...
Gak ada satupun.. Kita cuma bisa saling doain dan jaga diri dan jaga hati dan jaga perasaan orang lain.. Dan juga minta maaf dan memaafkan. Udah gitu aja...
Kalau manusia udah ngerasa suci tinggi.. Apa bedanya sama firaun?
Manusia adalah hambaNya Allah..
Kita manusia,
Selayaknya kita hidup mencari keridaan Allah..
Mencari rahmat Allah.. Mencari kebenaranNya, mencari kesempurnaanNya,
Poin ketiga,
Dari dua poin diatas saya menyebutnya toleransi. Dalam artian kekebalan diri terhadap ujian2 yang nyerobot baik internal maupun eksternal, auto imun lah..
Tapi ada bagian tubuh yang gak bisa di nego.. Alias gak bisa ditimbang2,
Yaitu agama, no nego dalam agama.
Ini harga pas, gak bisa dikurang2in.
Islam harga mati.
Kalau emang misalnya ada toleransi dalam beragama okey. Tapi toleransi dalam syariat alias kaya "milah2" itu gak ada. Maksudnya... Kita harus sadar kalau ilmu Allah lebih jauh dari ilmu manusia,
Karena banyakkk sekali antek2 yang hendak memadamkan cahaya ini.. Subhanallah..
Alquran itu full jadi penyaring atau penjaga kita,
Kalau ada yang nyimpang dari al quran ya tinggalkan.
Islam adalah harta benda paling berharga...
Kita mencari bukan berarti menjadi.
Namun atas izinNya mungkin bisa terjadi.
Tapi, bagaimanakah kiranya.. Tentu bukan kadarnya, karena ilmu manusia hanya berusaha bukan menentukan. :) subhanallah.. Alhamdulillahi rabbil alamin.
Wassalamualaikum.......
Komentar
Posting Komentar