Gagal paham

Assalamualaikum wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim..

Sudah gak heran di zaman ini,
Kalau ada korupsi di pemerintahan, atau ketidakadilan diberbagai sektor ekonomi, hukum, dll. Ya.. Udah.. Gak heran sih...

Pejabat negara awal2 janji manis.. Ujung2nya ingkar janji.. Itu gak heran lagi..
Tapi kalo janjinya ditepati dan amanah barulah "mengherankan" alias langka... Hehe..

sewajarnya ajalah kalau yang namanya penguasa pasti punya "kuasa" untuk membentuk suatu yang berada dibawah kekuasaannya "sesuka" atau "semampu" dirinya untuk terealisasi...

Yasudah kerja aja. Your choice, mister!

seharusnya pemimpin atau penguasa tahu bagaimana pekerjaannya dan tanggung jawabnya. Dan harusnya ia pahami tentang segala kosekuensinya... Telan aja..

Dan bagaimana? Jika ada kesalahan atau kekurangan selama memerintah?

Haruskah rakyat yang merasa dizalimi?
Tidak perlu.. Bersyukur aja udah, kita mah santuy nerima kebijakan negara,

Harusnya sih yang mengawasi itu oposisi plus DPR ya... Bukan urusan rakyat, rakyat mah enak banget seharusnya.. Kan dilayani sama pejabat, SEHARUSNYA.

Makin kacau panggung ini..
Gapapa makin kacau makin semangat.
La tahzan, innallaha maana.

Kalau ada pemimpin yang tidak amanah.. Yasudahlah.. Itu tanggung jawabnya, Karena sesungguhnya ia lebih parah dalam menzalimi diri sendiri, ketimbang rakyat. (sedang ia tidak menyadari)

Dan kalau saya pribadi menanggapinya, yaudahlah ya... Orang kecil bisa ngomong apa? Berdebat atau berbicara pun gak ada harganya kalau gak ada kedudukan. Cuma bisa "ngeliatin" atau "ngedoain" (selemah lemahnya iman..)

Biarkan mereka bersenang senang dalam permainannya,

Tapi saya gak bisa diam, saya gak bisa hanya sekedar kalau udah masuk ranah agama. Saya merasa dizalimi jika suatu "kekuasaan" seperti hendak mengambil hak saya. Yaitu beragama. Inilah batasan. Inilah batas toleransi.

Saya biasa aja awalnya, aksi 411 kemarin saya pun cuma kaya memandang sebelah mata, kaya cuma bagi saya berlebihan lah... Karena "pelaku" nya toh sudah meminta maaf dan mengaku salah. Buat apa diperpanjang? Buang2 energi.

Namun...

hati saya cukup sakit... Saat kepercayaan saya hilang, saya waktu itu cukup mengikuti sidang yang waktu itu disiarkan langsung di tv, Dan juga kadang liat di youtube ulangannya. Saya cukup kecewa, kalau "pelaku" malah memperpanjang urusan bahkan minta banding? Harusnya dia terima hukumannya dong... Berani berbuat berani bertanggung jawab lah.. Kemarin minta maaf berarti untuk apa? Basa basi?

Kok malah gak merasa salah-_-
Kok malah jadi lupa ingetan ya...
Saya gak paham.

Saya curiga.. Lah ini pelakunya kemarin minta maaf nya pura2 atau bagaimana? Padahal udah dimaafin loh (kalo saya)

Kalau emang merasa salah dan meminta maaf mengapa pelaku tidak menerima ganjaran hukumnya saja sebagai nilai intropeksi? Bukan malah bersikukuh?
Inikan negara hukum, bukan ya(?)
Bukan?

Katanya ngaku salah dan minta maaf? kok pas di penjara malah gitu? Adegan di tv drama bgt. Segala pahlawan lah, korban ketidak adilan hukum lah, sampe isu intoleransi.
Padahal yang gak toleran siapa? Yang sok tahu tentang "agama" orang lain siapa? Yang mulai duluan siapa? Yang bikin ketidaknyamanan sampai sekarang mulanya dari siapa?

Makanya pantas kalau pelaku di penjara. Lama kelamaan saya setuju, akhirnya.

Saya kecewa dengan pemerintahan, langsung ada poster dimana2 "aku pancasila" tentang perbedaan2 segala islam dituduh macam2, ormas diwaspadai, ustadz harus ada legalitas negara, ceramah dibatasi.

Apakah islam bukan rakyat juga yang harus diwaspadai dan diintimidasi?
Sampai ada puisi yang menyamakan azan dengan kidung.. Dan yang berulah.. Pihak itu lagi.. Pihak itu lagi..

Kalau memang toleransi yang digadang2 mengapa hanya islam yang disudutkan? Padahal awal penyakitnya bukan islam. Tapi karena seorang pelaku yang hendak mengusik.
Dan umat islam waktu itu hanya meminta HAK untuk dihargai...

Jika berkata "umat" adalah sebuah dosa dimata negara dewasa ini, maka katakanlah umat adalah suku dari suatu budaya.. Mungkin dengan mengatakannya kau bisa lebih menghargai :) (biar agak nusantara ya..) astagfirullah al adzim.

Bagi saya... Kasus ini Lebih buruk dari pada korupsi ratusan triliyun!

Bagi saya, pemerintah gagal paham... Gagal memahami rakyat, gagal dalam membuat harmoni dalam perbedaan ini, gagal mencintai perbedaan, malah seakan membuat jurang pemisah yang amat terjal...

Yang disuarakan adalah keadilan.. Segala jeritan, kami merasa sangat dizalimi dan tidak nyaman.
Contoh:
Bagi seorang pelukis yang paling berharga adalah kuas misalnya.

Bagaimana seorang pelukis tanpa kuasnya? Sungguh  akan menderita.
kalau ia kehilangan apapun asalkan bukan kuasnya, Mungkin tak apa asal ia tetap bisa melukis, mau dia dihutan sendirian.. Tak apa asal bisa melukis.

Begitupun umat islam...
Asal ia memiliki islam tak apa asal ia bisa beragama dengan tenang nyaman tanpa merasa adanya ancaman, atau intervensi...

Yang di intervensi itu bukan islam harusnya.. Tapi "gangguannya"

Apakah dengan mengangkat ulama sebagai pemimpin bisa memendam atau meredakan masalah?

Tidak. Sama sekali tidak.
Yang kita mau itu keadilan, bukan pengangkatan kepemimpinan "orang" kita.
Islam itu agama bukan politik :)
Islam gak semurah itu,

Makanya saya bersyukur... Ustadz somad kemarin menolak ijtima ulama, walaupun saya menginginkan pemimpin amanah.. Tapi saya rasa dikondisi ini tidak tepat rasanya, Walaupun sah sah saja. Tapi bukan untuk periode ini, sangat riskan dan sensitif bagi saya yang perasa orangnya hehe.. (apa sih...)

Tapi saya yakin rencana Allah lebih besar, insyaallah...
I wanna see the result! Soon!

Masalahnya bukan pada islam..
Gangguannya bukan pada islam,
Mungkin anda salah paham jika menilai demikian,

Yang salah adalah.... Gangguannya.
Dan mengapa ketika "gangguan" dipinggirkan timbul gejolak?
Ah.. Maka aku pun bertanya?

Selama ini kita hidup dengan nyaman dan tenang.
Maka jagalah kerukunannya.
Lakukanlah..
Jadilah muslim yang taat, katolik taat, budha taat, dsb.. terserah.. Tak ada paksaan dalam beragama... Subhanallah.

Kita muslim dan kita hanya ingin taat.
Dan kita ingin negara menjamin semua itu.
Karena kami tahu bahwa ini adalah negara pancasila, negara berkat rahmat tuhan yang maha esa!

Dan kami muslim siap menjaga negara dan mencintai negara melebihi yang mereka ekspektasikan.

Jangan hinakan kami, karena kami sejujurnya begitu mencintai...

Fitnah.. Zaman fitnah... Hmm... Hm... Hm.. (intro nissa sabyan)

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا   ۗ  اُولٰٓئِكَ يُعْرَضُوْنَ عَلٰى رَبِّهِمْ وَ يَقُوْلُ الْاَشْهَادُ هٰٓ ؤُلَآ ءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلٰى رَبِّهِمْ  ۚ  اَ لَا لَـعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka. Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim,"
(QS. Hud 11: Ayat 18)

الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا  ۗ  وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كٰفِرُوْنَ

"(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari Akhirat."
(QS. Hud 11: Ayat 19)

🐤

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ  وَيَنْـئَوْنَ عَنْهُ ۚ  وَاِنْ يُّهْلِكُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ

"Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 26)

🐤

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَـتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْـكُفَّارَ اَوْلِيَآءَ   ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 57)

وَ اِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا   ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ

"Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) sholat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 58)

🐤

لَاَنْتُمْ اَشَدُّ رَهْبَةً  فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗ  ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ

"Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (Muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 13)

Jangan takut sama manusia..
Jangan takut sama muslim..
Takutlah sama Allah saja jika kamu orang yang benar.

Kesalahan milik saya.. Kebenaran milik Allah. Semoga kita selalu dalam Lindungan Allah agar menjadi orang yang beruntung.. Insyaallah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran