Kesempurnaan dalam beda

Assalamualaikum wr. Wb.
Bismillahirrahmirrahim,

Pernah nonton stand up comedy?
Kalau komika biasanya stand up masalah "keresahan" mereka dengan langsung sharing di panggung dan membuat lawakan dari "keresahan" mereka.

Kalau saya karena bukan komika, maka saya menulis "keresahan" saya di blog ini, hehe.. Tujuannya adalah berbagi.. Berbagi.. Karena banyak yang ingin saya katakan, setidaknya tuliskan aja lah.. Hehe:)

Sebuah keresahan bagi saya...
Saat saya menemukan diri saya kala masa puber dahulu adalah pribadi yang "beda"

Saya menyebutnya "kritis kronis", saya sudah cukup lama mengenal "ujian" ini menjalari tubuh saya... Ada yang menyebutnya kelebihan ada yang menyebut kekurangan. Tapi bagi saya inilah realitas dari sebuah ujian.

Bagi sebagian orang yang diberikan Allah "sikap kritis/logis" ini mungkin cukup berbangga, tapi saya merasa cukup tersiksa (awalnya)

Harusnya saya bersyukur.. Astagfirullah al adzim...

Orang tipe tipe "kritis" kebanyakan diantara mereka itu kalo gak agnostik ya ateis. Dan sayaa insyaallah pahami mereka yang diberkahi "ujian" yang sama kaya saya, selamat berjuang mas/mbak! Ati ati dijalan!

Kalo kata dr. Zakir mah.. "selamat... "
Karena biasanya setiap orang yang "beragama" hanya mengikuti saja apa yang orang tuanya anut, tanpa mengikuti sepenuh hati atas keinginan dan pilihannya sendiri, tapi berbeda dengan "kritis kronis" ini. Mereka melawan, mereka bertanya, mereka sangat berisik, dan tidak bisa diam, mereka susah untuk hanya sekedar "ikut-ikutan"

Alih alih memberi selamat seperti yang dr zakir naik lakukan, kalau saya sih lebih memberikan semangat, karena sungguh inilah jalan yang memayahkan tapi berkesan mudah mudahan... Insyaallah.. Sulit didapatkan akan sulit juga dilepaskan.. Aamiin..

Bagi saya malah mereka yang "pemikirannya sederhana" atau yang "woles" itulah mereka sangat beruntung, tak perlu ikut "kelas tambahan " mereka sudah taat (keliatannya) , insyaallah..

Tapi buat apalah memiliki sikap seperti itu? Harusnya kita bersyukur kan atas rahmat yang Allah titipkan di masing2 kita? Sungguh beragam yang Allah berikan, dan saling mengisi dan jugaa pasti insyaallah sesuai kemampuan kita:) aamiin!!!!!!!!!

Orang orang seperti itu, sebenarnya mereka sangat kasihan. Walaupun zahirnya kaya nyebelin, wkwk..

Sebenarnya Mereka bingung bukan main, dan harusnya kita membantunya kan? Bukan malah membuat mereka tambah bingung!

Tapi uniknya disini, subhanallah...kekuasaan Allah 💙

Sedikit cerita, belum lama saya sempat nanya kepada seorang ustadz tentang sebuah pertanyaan yang sebenarnya saya udah ada jawaban tapi saya "open minded" orangnya jadi mumpung ada kesempatan nanya siapa tau dia bisa jawab ya kenapa nggak? Tapi saya waktu itu nanya pake perantara... Jadi saya nanya ke ustadz itu lewat teman saya.

Apalah daya ketika jawabannya, "jangan dijawab. Ini pertanyaannya penuh dengan syubhat, logikanya bermain. Gak usah ditanggepin"

Sontak aja saya lemes. Ah elah. Syubhat lagi syubhat lagi.

Husnuzannya saya adalah mungkin pak ustadz mau melindungi muridnya aja yaitu teman saya dari pertanyaan saya yang emang "gitu" karena saya juga insyaallah paham tentang bahayanya "fitnah"

Tapi yang saya sayangkan adalah...
Saya sedih ketika ada seorang yang benar2 bertanya pasti kan mengharapkan jawaban, namun mengapa dikasih jawaban juga enggak, malah diusir dan di cap syubhat?

Kalau gak bisa jawab yaudah bilang aja wallahu alam, gapapa saya pulang.

Maksudnya gini, terkadang orang itu gak sadar kalau "diri" mereka sendiri yang membuat "orang" jauh dari "islam".

Bagaimana perasaan si orang itu, dia tuh lagi gelisah.. Dan dia lagi butuh suatu penenang atas kegelisahannya tadinya niatnya mau empati eh malah jadi antipati,

Karena apa? Karena akhlak!

Kebanyakan orang yang "porsi mikirnya agak obesitas" langsung di cap yang bukan2..

"kamu ateis ya? "
"kamu agnostik ya? "
"kamu syubhat"
"astagfirullah.. Dosa kamu nanya gitu"
"murtadd!! Syahadat ulang! "

Yee.. Mana tahu dia kalau yang dia tanya misalnya "dosa" kan makanya nanya... Bukannya dikasih penjelasan ah!

Orang mau mendekat..
Tapi karena akhlaknya kurang baik, ya jadi ngejauh...
Tadinya tertarik, eh malah ilfeel-_-

Harusnya curiga, "apa jangan jangan dia menjauh dari islam gara2 dosa/ kesalahan kita juga? "

Nahlo.

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, setuju.
Se sholeh2 apapun seseorang itu pasti ada kurangnya,

Harusnya malah pertanyaan itu bikin kita sadar, dan intropeksi diri kita, bukan malah menghakimi orang lain...

Wallahu alam,

Mereka yang hendak memisahkan akal dengan agama sungguh menyebalkan bagi saya,

Karena bagi saya islam itu logis!
Hanya orang orang yang benar benar berpikir lah yang menerima islam insyaallah..

Malah saya agak terimakasih, kadang2 tapi ya.. Sama orang2 yang nanya2nya aneh2 kaya saya.. Karena memaksa saya untuk berpikir dan membuktikan bahwa islam lebih unggul dari teori apapun. Alquran luar biasa subhanallah..

Allah SWT berfirman:

وَّلِيَـعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَـتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْ  ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

"dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepada-Nya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 54)

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang2 "pemikir cenderung ke agnostik atau ateis" banyak sekali... Tentang berharganya hidayah! Tentang ketinggian ilmu Allah.. Tentang kuasa Allah. Tentang allah pokoknya.. Tentang bagaimana Allah mengatur segala sesuatunya sempurna dan kompleks. Subhanallah.

Allah SWT berfirman:

هٰذَا بَلٰغٌ لِّـلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوْا بِهٖ وَلِيَـعْلَمُوْۤا اَنَّمَا هُوَ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ وَّلِيَذَّكَّرَ اُولُوا الْا َلْبَابِ

"Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 52)

Semakin manusia mencari.. Semakin ia akan menemukan bahwa dirinya hanyalah debu diantara semestaNya. Ilmu itu yang membuat manusia menyadari akan kerendahannya, kebodohannya, kesalahannya, kekurangannya, bukan malah merasa hebat lalu merasa pintar!

Makin mencari tahu.. Makin takut manusia sama Allah, karena apaa... Milik Allah langit dan bumi. Ilmu Allah luasssss... Pertanyaan2 itulah yang akan menjadikan cambuk bagi mereka bahwa mereka gak tahu apa apa kalau bukan ALLAH YANG MEMBERIKAN ILMU pada manusia.

Allah SWT berfirman:

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا  لَمْ يَعْلَمْ

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
(QS. Al-'Alaq 96: Ayat 5)

Orang yang berilmu adalah orang yang takut sama Allah.
Makin bertambah ilmunya makin takut dia sama Allah.

Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu berkata, "Cukuplah bahwa ilmu itu membuat orang takut kepada Allah, dan bahwa kebodohan itu membuat orang menipu Allah."

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Takut kepada Allah hanya terjadi pada orang-orang berilmu."

Imam Syafi'i rahimahullah berkata, "Ilmu mendorong seseorang untuk beramal."

Islam itu logis, segala syariat didalam itu sempurna, semuanya.. Untuk apa? Memperbaiki akhlak manusia!

“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak. ” (HR. Ahmad).

Jujur aja gak suka kalau ada orang yang bilang kalau islam itu gak logis. Bukann!

Islam itu logis. Cuma MANUSIANYA YANG GAK NYAMPE.

Maka dari itu Allah turunin al quran sebagai pedoman. Banyak banget deh manfaatnya saya gak sanggup untuk menjelaskan,

Karena manusia itu bodoh. Allah perintahkan kita langsung jadi kaya rules DO AND DONT. kita ngerjain dulu jalanin.. Baru deh tahu jawabannya... Setelahh... Diuji!!!

Jadi kita harus Ujian dulu baru dikoreksi, setelah dikoreksi ternyata nilainya dibawah kkm, dan harus di remedial. pas remedial deh baru belajar wkwk.. Canda yak

Alhamdulillah...

Saya nulis ini cuma menyayangkan aja.. Harusnya kita umat islam yang katanya adalah umat pertengahan, yang katanya unggul tapi mengapa Kita sangat sulit untuk berkasih sayang kepada manusia. Setidaknya jika mereka non islam sekalipun, atau yang islamnya terancam punah. Harusnya kita lebih "empati" dan berkasih sayang, atau jangan langsung suuzon kenapa sih... Siapa tahu lewat dirimu hidayah bisa mereka dapatkan, aamiin ya rabb..

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ  وَلَوْ  اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ  مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 110)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ  وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ ۗ  بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ  ۚ  وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 11)

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَ يُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 7)

Kalau ada orang yang minta tolong sama kita, kenapa kita usir orang itu? Hanya karena kita takut "ketularan"?wkwk
virus kali ah (tapi emang iya juga sih kalo gak kuat2 wkwk)

Ya tapi seenggaknya, tunjukanlah akhlak yang baik kepada orang itu meskipun kita gak bisa "menolongnya"

Dan sebagai pengingat diri juga. Kalau hidayah tetap milik Allah. Mau kita debat sampe dua kali subuh pun kalau Allah gak mengizinkan yaudah. Hidayah belum sampai, karena Allah lebih mengetahui dari pada kita..
Jadi sewajarnya aja lah... Yang penting baik aja.. Dan usaha aja. Biar Allah yang menentukan.

Selama hidup, saya gak pernah satupun nemuin ulama internasional atau lokal yang benar2 anti salah. Gak ada satupun, tapi semua itu membuat saya yakin bahwa sebaik2nya pembawa risalah Allah adalah Nabi Muhammad saw.

Kalau kita puas dengan apa yang kita punya sekarang, kita gak akan bisa ngerasain gimana sih bahagianya merindukan seorang rasul yang terpisah dari kita ribuan tahun lalu? Akhlak rasul lagi lagi memenangkan diantara manusia, masyaallah..

Lagi lagi emang manusia kurangnya gitu, kita gampang kaya mengkritik sesuatu tapi kita susah untuk mengkritik diri sendiri. Karena manusia membutuhkan manusia lainnya untuk saling ingat mengingatkan. Saling kritik lah.. Tapi kritik membangun, bukan menghakimi. Beda ya beda.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا  ۗ  اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Tapi semua perbedaan itu saya suka.. Karena membuat kita mawas diri dan aware dan juga nilai "saling nasihat menasihati " nya itu loh. Berasa banget. Jadi kita kaya bareng2 gitu dalam jalan ini. Berbeda gak masalah kali asalkan masih sejalan, alhamdulillah..

Islam itu sempurna.
Seburuk2nya perkataan orang kafir gak akan bisa melawan kekuasaan Allah. Mereka hendak menipu Allah, tapi mereka menipu diri mereka sendiri. Subhanallah.. Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, dan Allah pantaskan mereka untuk itu. Ganbattae saudaraku, ganbattae calon saudara:) hehehe..

Hamasah!

Allah SWT berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلاً   ۗ  لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ  ۚ  وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

"Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 115)

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤى اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْۤ اُمْنِيَّتِهٖ  ۚ  فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ 

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu. dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,"
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 52)

لِّيَجْعَلَ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ فِتْـنَةً لِّـلَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْقَاسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ  ۚ  وَ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَفِيْ شِقَاقٍۭ بَعِيْدٍ

"Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang jauh,"
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 53)

وَّلِيَـعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَـتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْ  ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

"dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepada-Nya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 54)

وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْهُ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ  السَّاعَةُ بَغْتَةً اَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيْمٍ

"Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur'an), hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 55)

Persatuan dalam perbedaan ialah kesempurnaan.
Dan islam adalah nafasnya~
Insyaallah

Jikaaa ada kebenaran milik Allah, dan kesalahan milik saya. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. Wb.

P. S
Anw jawaban final saya adalah wallahu alam, hehe..

Udah tahu jawabannya gak tahu kenapa masih nanya? 🐤🔫....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran