Poligami?
Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat sore.. Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.
Kali ini saya mau sharing tentang yang lagi in.. Yaitu tentang poligami.
Di masyarakat, beberapa orang memandang poligami sesuatu yang seolah2 "menjijikan" padahal ini syariat Allah sebagai solusi bagi manusia, khususnya laki-laki. Gak bisa dipungkiri yang namanya ujian itu pasti ada, dan semua orang memiliki cara masing2 untuk menanganinya. Dan Allah subhanallah... Telah membolehkan poligami. Kalau Allah membolehkan poligami, berarti ada sesuatu didalamnya. Dan subhanallah... Maha suci Allah.
Pandangan masyarakat pribumi yang kebanyakan negatif pun gak bisa dipungkiri karena ada beberapa oknum yang memang memanfaatkan poligami ini demi hal2 yang gak baik.
Bukankah segala sesuatu dinilai berdasarkan niatnya?
Lalu niat anda apa untuk berpoligami?
Intinya apa.. Sebenarnya poligami itu baik. Kalau ada sebuah poligami yang gak baik. Itu bukan karena poligaminya itu sendiri. Atau Bukan karena syariat yang keliru. Tapi karena MANUSIA nya yang menjalankannya khilaf atau lupa. Sama aja kaya hijab, ada perempuan yang pakai hijab tapi kok akhlaknya masih minus, ya jangan salahkan hijabnya. Tapi manusia nyaaa...
So.. Jangan salah paham ya.. Islam itu anugrah. Dan solusi untuk kehidupan.
We just human.
Kadang kita salah. Kadang kita benar.
Yang paling penting adalah kita gak pernah menyerah untuk menjadi benar. Dan sebaik2Nya kebenaran adalah disisi Allah.
Gak semua orang mengerti, cuma Allah yang maha mengetahui. Sabar. Dan gak ada manusia yang sabar. Kecuali jika Allah yang memampukannya untuk menjadi sabar.
Sedikit cerita,
Saya juga (dulu) adalah orang yang merasa aneh dengan poligami.
Mengapa perempuan bisa setia pada satu lelaki. Tapi mengapa laki2 gabisa setia sama satu perempuan?
Kenapa perempuan haruslah ikhlas lihat suaminya sama perempuan lain? Tapi mengapa laki2 gabisa ikhlas liat istrinya sama laki2 lain?
Ini bukan masalah setia atau gak. Murni atau gak. Tapi karena kita masih hidup, maka wajar jika kita diuji. Karena kalau udah menikah itu jika ada masalah bukan lagi masing2 untuk pria/wanitanya, tapi harusnya jadi masalah bersama. (efek kebanyakan dikonsulin ibu2)
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?" (QS. 29:2)
Dan ujian manusia itu gak bakal habis, dan juga sebagai solusi. Syaitan akan masukin godaan, pasti banyak. Apalagi di pernikahan, itu ibadah sepanjang hidup banget. Jangan sampai kehilangan fokus. Tapi tenang, Allah akan merubah godaan syaitan sebagai cobaan bagi kita, jadi kita insyaallah tetap dipahalai kalau kita berhasil menangani ujian tersebut. Subhanallah..
Makin tinggi pohon, angin makin kencang. Slow... Ada Allah dan Allah maha mengetahui keadaan hamba2Nya dan yang namanya ujian cuma wadah kita untuk semakin dekat kepada bukannya malah jauh, Aamiin insyaallah. Semangat!!!!!
اَ لَاۤ اِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ قَدْ يَعْلَمُ مَاۤ اَنْـتُمْ عَلَيْهِ ۗ وَيَوْمَ يُرْجَعُوْنَ اِلَيْهِ فَيُنَـبِّـئُـهُمْ بِمَا عَمِلُوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Ketahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. An-Nur 24: Ayat 64)
But, karena Allah membolehkan poligami. Berarti ada sesuatu didalamnya. Subhanallah, Maha suci Allah.
Dan poligami juga dicontohkan oleh rasulullah.. Kebanyakan istri rasulullah adalah janda dan cuma beberapa yang muda karena sebagian janda2 tua.
Rasulullah menetapkan segala sesuatu menurut tentang yang Allah perintahkan, bukan hanya berdasarkan keinginan semata. 💁💁💁
Allah SWT berfirman:
وَاِنْ خِفْتُمْ اَ لَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَ لَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْا
"Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 3)
Allah SWT berfirman:
وَلَنْ تَسْتَطِيْعُوْۤا اَنْ تَعْدِلُوْا بَيْنَ النِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيْلُوْا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوْهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۗ وَاِنْ تُصْلِحُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 129)
Kalau saya laki2 (tapi alhamdulillah bukan) menurut saya, Sesungguhnya poligami itu memusingkan,
"Lakukan sesuai kedudukan"
Nah.. Karena sebenarnya ini "ujiannya"laki laki, jadi saya gak akan terlalu ambil pusing karena saya perempuan. Hehe. *alhamdulillah
Saya lebih fokus ke... Bagaimana saya menanggapinya sebagai perempuan.
Menurut saya ketika seorang laki-laki memutuskan untuk poligami, berarti dia minta ujian tambahan sebenarnya, berikut dengan resiko menang atau kalah. Dan pertanggung jawaban yang bisa membawa ke kebaikan atau keburukkan. Tergantung niat dan usahanya.
Sebelum, isu poligami ini naik, dilingkungan keluarga saya,, beberapa ada yang "hampir" poligami. Dan semua berakhir gagal.
Tapi ada beberapa yang kelihatannya "baik baik" aja.
Contoh nyata ya... Dari seorang ustadz yang saya tahu, nyatanya dia poligami. Padahal gimana ya, pas saya lihat dia sama istri pertamanya itu rukun banget. Sama istri keduanya juga rukun. (di mata.. Kalo hati siapa yang tahu.. Hehe) tapi lumayan ini mah, drpd yang berantem2 itu bikin pusing 😅😅😅
Soalnya kalau di lingkungan keluarga saya, kebanyakan yang menikah lebih dari sekali itu, alasannya karena "kekurangan" yang dimiliki istrinya. Dan suaminya merasa kalau "yang baru" itu lebih baik dari yang pertama. Jadi apa yang dia lakukan juga merupakan kesalahan dari istrinya. Dan gagal kan. Tidak ada poligami. Yang ada hanyalah perpisahan, malah keluarganya jadi broken. Yang kasian sih anak2nya. Huhu... (when bapak/ibu lagi pada puber2nya dengan ego masing2 jangan sampai anak jadi korban, kasiann)
Tapi.... Beda banget sama ustadz yang poligami itu, jadi tuh kalau misalnya orang2 poligami karena merasa "gak puas" dengan istri pertamanya tapi beda sama ustadz ini..
yang saya lihat ustadz ini kok kelihatan banget sayangnya sama yang pertama. Malahan nih ya.. Kalau saya perhatiin, beliau sebenarnya agak timpang ke istri yang pertama. Tapi tetap pro juga yang ke kedua. Wallahu alam.. Saya gak tahu niatan apa atau hajat apa dari ustadz tersebut dalam membangun pernikahan secara poligami. Semoga selalu dirahmati Allah, aamiin.
Pandangan saya berubah tentang poligami..
Kalau masalah hikmah itu pasti banyak banget, kaya lebih ningkatin taqwa (kalau alasanya karena Allah bukan semata nafs), mengingatkan jangan terlalu mencintai dunia, anak istri itu ujian, harusnya tambah dekat lagi ke Allah agar bisa berlaku adil.
Tapi ini susah.. Apalagi kalau kecampur fitnah. Apalagi kalau yang ngejalanin itu belum ada ilmunya.
Ada beberapa orang yang memanfaatkan poligami ini sebagai alasan. Untuk mereka nikah hingga berkali kali. Dan coba lihat aja, kalau orang hanya mikirin nafs. Bahkan nikah sampai lebih dari 4 pun mereka gak akan berhenti. Gak ada puasnya.
Yang dihancurkan siapa? Diri sendiri.
Yang zalim? Diri sendiri. ..
Yang dizalimi? Banyak.
Ada sebuah hadits,
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
“Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.” (HR. Tirmidzi)
Rasul gak bilang nikah lagi kan?
Walaupun poligami dibolehkan, tapi kenapa rasul menyarankan demikian?
Berarti alasan rasul menikah, bukan untuk hal2 receh
Saya sendiri sebagai perempuan, insyaallah saya gak rela kalau sampai keluarga saya berantakan hanya perihal main "ego".
Laki laki punya ego.. Perempuan punya ego.. Kalau cuma mikirin perasaan masing2 yang kadang menipu, itumah gak berdasar dan gak ada habisnya. Terus yang mikirin perasaan anak siapa?
Blunderrr...... 😅😅😅😅😅
Tapi disini kita harus cari jalan tengahnya. Apakah berpoligami bisa menjadi solusi? Apakah malah tambah merunyamkan?
Mari ingat... Keep waras.
Tujuan hidup itu apa?
Dan jalan yang manakah yang kira2 paling mendekatkan pada ketaqwaan.
Sebenarnya pernikahan itu untuk apa?
Untuk beribadah kan? Untuk meningkatkan taqwa. Untuk membawa keluarga menuju syurga dan keridaan Allah.
Sakinah.. Mawaddah.. Warrahmah..
Itu bukan qoutes. Itu cita2 yang harus diwujudkan.
Terus kamu setuju tentang poligami?
Iya
Emang Kamu mau dipoligami? Emang bisa ikhlas?
Hmmm... 😅 wallahu alam....... (ngakak ini... Sok banget gw kaya bisa aja.. Padahal mah 😂🙏 )
Napa sih.. Nikah aja belum heheehehe..
Semoga Allah selalu merahmati, semua.... Allahuma anta salam...
Saya ngomong gini, karena saya belajar dari orang lain. Baik yang gagal atau yang kelihatannya berhasil.
Efeknya sih.. Membuat kita jadi gak terlalu mencintai dunia dan segala perhiasaannya. Pikirannya... Taqwaaaaaaa aja. Kalau yang bener.
Kalau yang melenceng mah kan ya.. Pikirannya... Cari istri terus terus terus terus. Sampe gak tahu apa yang mau dicarinya. Nanti dia akan tahu kalau yang paling berharga udah hilang, baru dia tahu apa yang dicarinya.
Finalnya sebagai manusia, hidup tetap berjalan. Apapun harus dijalanin. Kalau kita benar ya di telan. Kalau kita salah ya harus ditelan. Sepahit apapun itu. Jadikanlah pembelajaran untuk meningkatkan taqwa.
Hidup itu permainan. Kita yang memainkan hidup ini. Bukan hidup yang mempermainkan kita. Teruslah berlari menuju Allah! Insyaallah jangan menyerah. Gak ada yang tertutup, karena semua pintu terbuka asal kita terus berusaha. Insyaallah.
Allah SWT berfirman:
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآؤُكُمْ وَاَبْنَآؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ اۨ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)
Hidup itu pilihan
Ada orang yang memilih berpoligami untuk terhindar dari zina/meningkatkan taqwa dan itu baik.
Ada orang yang memilih untuk tidak berpoligami untuk terhindar/khawatir dari perbuatan tidak adil (zalim) dan itu baik.
Intinya, pilihlah jalan yang paling meningkatkan ketaqwaan. Yang membuat mata kita makin jelas akan arah. Bukan yang mengalihkan fokus kita.
Jangan sampai perhiasan itu mengalihkanmu,
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَ يُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 7)
Semoga bermanfaat...
Jangan campurkan yang haq dengan yang batil, sungguh Allah maha mengetahui segala isi hati.
Allah SWT berfirman:
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۚ وَيُجَادِلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالْبَاطِلِ لِـيُدْحِضُوْا بِهِ الْحَـقَّ وَاتَّخَذُوْۤا اٰيٰتِيْ وَمَاۤ اُنْذِرُوْا هُزُوًا
"Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 56)
ذٰ لِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الْبَاطِلُ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ
"Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Luqman 31: Ayat 30)
Jika ada Kebenaran milik Allah. Kesalahan milik sayaa.. Wassalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillahirabbali alamin....
Komentar
Posting Komentar