Bersyukur
Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat sore....Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.
Alhamdulillah ala kuli hal,
Kali ini mau sharing lagi tentang bersyukur. Hehe..
Bersyukur....
Adalah sesuatu yang menarik buat saya, sesuatu yang simple,terdengar mudah namun sangat butuh usyahaa untuk mencapainya. Huha! Huha! Semangat!
Bersyukur adalah mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, jadi kita mensyukuri pemberian Allah. Apapun itu mau yang enak sampai yang ga enak pun, alhamdulillah.. Karena apapun pemberian Allah itu selalu luar biasa, salalu penuh rahmat dan keberkahan insyaallah aamiin... Alhamdulillah.....
Kadang, dalam hidup kita merasa serba kurang atau sebaliknya kita merasa "mampu" banget nih.
Sebenarnya kesyukuran seperti apa sih yang harusnya kita punya?
Kalau melihat orang2 yang sukses pekerjaan, pendidikan, finansial, keluarga, or anything... Dalam hati kadang timbul. Ah mau kaya dia.
Mau kaya dia ah, punya bisnis, punya rumah, punya ina itu. Itu bagus, kita kaya termotivasi, asal lagi lagi tolong diingat konsekuensinya niatnya harus begimana. Biar gak tergolong bermegah2 sehingga membuat lalai.
Kita rajin mengejar dunia.. Tapi apakah allah rida didalamnya? Satu!
Dua, lalu apakah kira harus menjadi orang yang "cukup"cenderung miskin agar ya.. Kita lebih terlepas dari fitnah dan hingar bingar. Agar tanggung jawab juga gak beban2 banget euyy... Walah.. Selayaknya tetap berusaha yang terbaik,
Karena sebaik2nya muslim adalah muslim yang kuat? Dan kamu lebih memilih untuk menjadi lemah?
Wallahu alam...
Lakukan sesuai kesanggupan dan bersyukurlah...
Tiga, Lihat negara konflik seperti suriah atau palestina, mereka tanah syam. Dan kata nabi, di akhir zaman nanti sebaik2nya iman itu ada di tanah itu.
Gimana enggak? Mereka jelas musuhnya. Mereka jelas dizalimi. Pertumpahan darah. Musuh mereka nyata. Pikiran mereka fokus. Mereka gak mikirin cicilan mobil, gak mikirin gaji tetangga, gak ada waktu untuk ngomongin orang lain, gak mikirin mau bisnis ina itu,
Yaiyalah.. Mereka cuma mikir gimana caranya mereka tetap bersyukur dan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Mereka berperang dan mereka bersabar. Apa yang mereka suarakan? Bahwa mereka yakini akan janji2 Allah! Mereka adalah orang2 yang beruntung, insyaallah. Ya Allah jagalah mereka, muliakan mereka saudara kami yang berjuang dan dizalimi.
Tapi bagaimana dengan kita yang diberikan Allah dengan hidup yang Alhamdulillah cukup enak. Kita aman. Kita bisa puasa, mau makan kolek ada mau makan lontong ada. Hingar bingar... Berbangga bangga, sikut sana sini, kejar sampai "sukses". Sukses itu apa?
Musuh kita masih sembunyi2 menyuarakan pikiran2 dan kelalaian. Membuat kita lupa. Membuat kita ingkar,melemahkan kita perlahan lahan. Hingar bingar dunia dan segala perhiasannya. Sampai nanti tiba2 ajal menjemput dan kita dalam keadaan lalai? Nauzubillahi min zalik.
See?
Semua diuji.
Pilih mana?
Enakan mana?
Heiii!!! Gak usah dipilih.. Bukan urusan kita! Itu urusan Allah. Kita tinggal terima segala ketetapanNya dan berusaha sebaik2Nya. Semua pemberian Allah. Semua ini akan kembali kepada Allah, insyaallah.
Jalanin aja.. Sesuai tuntunan. Sebutlah Allah banyak2,
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 45)
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)
Pokoknya dari segala pergulatan yang berkecimpungan dalam hati. Memberikan suatu pengajaran. Satu kata, yaitu bersyukur.
Ada yang diuji dengan sehatnya ada juga yang diuji dengan sakitnya.
Ada yang diuji dengan kelebihan harta ada juga yang kekurangan harta.
Ada yang diuji dengan konflik ada yang diuji dengan kenyamanan.
Lalu apa?
Dunia ini hanyalah perhiasan.
Semua yang kita genggam akan menghilang.
Semua ini ujian.
اَلْمَالُ وَ الْبَـنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 46)
Karunia itu ada dalam hati bukan yang didapatkan dari luar sana. Tapi dari Allah swt.
Jalani hidupmu, doakanlah saudaramu. Bersyukurlah untuk hidupmu yang sekarang dan jangan mengeluh. Berusahalah dan berserah.
Ingatlah nikmat tuhanmu.. Jangan pernah bandingkan hidupmu dengan yang lain. Hidupmu ya hidupmu. Matimu ya matimu. Bersyukurlah dan jika mampu, bantulah mereka atau doakan mereka. Mereka yang terjebak kezaliman dalam air mata atau dalam tawa yang dusta.
Kaya pemberian Allah, Miskin pemberian Allah.
Yang berharga itu bukan perhiasan dunia.
Tapi adalah hati.
Hati yang bersabar, hati yang bersyukur, hati yang berjuang, hati yang tegar, hati yang ikhlas, hati yang berserah, hati yang tunduk hanya padaNya.
Semua berganti, tapi kita haruslah tetap. Mau kondisi seperti apapun. Mau zaman segila gilanya. Kita tetaplah kita. Dan kita mendengar, dan kita taat. Dan kita berserah dan kita bersyukur
Inilah ujian pada masing2 individu beraneka rasa dan berbeda bentuk. Namun, satu tuju hanya padaNya.
Lalu apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Selain lisan yang selalu berzikir, dan hati yang selalu bersyukur dan bersabar.
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢـبِيَآءَ وَجَعَلَـكُمْ مُّلُوْكًا ۖ وَّاٰتٰٮكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 20)
Semua adalah nikmat.
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Allah lebih mengetahui, sedang kita tidak.
"Allah membantumu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu, jangan kamu menyangka Allah dengan sangkaan yang bukan-bukam.
Allah mengguncangkan hatimu dengan guncangan yang kuat pada hatimu, dia mengujimu. Tapi Allah tidak pernah meninggalkanmu... allah bersamamu.
Ini semua ujian bagi orang yang beriman..."
اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗ وَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْـكُفْرَ ۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَـكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hambanya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu)."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 7)
Selamat sore....Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.
Alhamdulillah ala kuli hal,
Kali ini mau sharing lagi tentang bersyukur. Hehe..
Bersyukur....
Adalah sesuatu yang menarik buat saya, sesuatu yang simple,terdengar mudah namun sangat butuh usyahaa untuk mencapainya. Huha! Huha! Semangat!
Bersyukur adalah mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan, jadi kita mensyukuri pemberian Allah. Apapun itu mau yang enak sampai yang ga enak pun, alhamdulillah.. Karena apapun pemberian Allah itu selalu luar biasa, salalu penuh rahmat dan keberkahan insyaallah aamiin... Alhamdulillah.....
Kadang, dalam hidup kita merasa serba kurang atau sebaliknya kita merasa "mampu" banget nih.
Sebenarnya kesyukuran seperti apa sih yang harusnya kita punya?
Kalau melihat orang2 yang sukses pekerjaan, pendidikan, finansial, keluarga, or anything... Dalam hati kadang timbul. Ah mau kaya dia.
Mau kaya dia ah, punya bisnis, punya rumah, punya ina itu. Itu bagus, kita kaya termotivasi, asal lagi lagi tolong diingat konsekuensinya niatnya harus begimana. Biar gak tergolong bermegah2 sehingga membuat lalai.
Kita rajin mengejar dunia.. Tapi apakah allah rida didalamnya? Satu!
Dua, lalu apakah kira harus menjadi orang yang "cukup"cenderung miskin agar ya.. Kita lebih terlepas dari fitnah dan hingar bingar. Agar tanggung jawab juga gak beban2 banget euyy... Walah.. Selayaknya tetap berusaha yang terbaik,
Karena sebaik2nya muslim adalah muslim yang kuat? Dan kamu lebih memilih untuk menjadi lemah?
Wallahu alam...
Lakukan sesuai kesanggupan dan bersyukurlah...
Tiga, Lihat negara konflik seperti suriah atau palestina, mereka tanah syam. Dan kata nabi, di akhir zaman nanti sebaik2nya iman itu ada di tanah itu.
Gimana enggak? Mereka jelas musuhnya. Mereka jelas dizalimi. Pertumpahan darah. Musuh mereka nyata. Pikiran mereka fokus. Mereka gak mikirin cicilan mobil, gak mikirin gaji tetangga, gak ada waktu untuk ngomongin orang lain, gak mikirin mau bisnis ina itu,
Yaiyalah.. Mereka cuma mikir gimana caranya mereka tetap bersyukur dan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Mereka berperang dan mereka bersabar. Apa yang mereka suarakan? Bahwa mereka yakini akan janji2 Allah! Mereka adalah orang2 yang beruntung, insyaallah. Ya Allah jagalah mereka, muliakan mereka saudara kami yang berjuang dan dizalimi.
Tapi bagaimana dengan kita yang diberikan Allah dengan hidup yang Alhamdulillah cukup enak. Kita aman. Kita bisa puasa, mau makan kolek ada mau makan lontong ada. Hingar bingar... Berbangga bangga, sikut sana sini, kejar sampai "sukses". Sukses itu apa?
Musuh kita masih sembunyi2 menyuarakan pikiran2 dan kelalaian. Membuat kita lupa. Membuat kita ingkar,melemahkan kita perlahan lahan. Hingar bingar dunia dan segala perhiasannya. Sampai nanti tiba2 ajal menjemput dan kita dalam keadaan lalai? Nauzubillahi min zalik.
See?
Semua diuji.
Pilih mana?
Enakan mana?
Heiii!!! Gak usah dipilih.. Bukan urusan kita! Itu urusan Allah. Kita tinggal terima segala ketetapanNya dan berusaha sebaik2Nya. Semua pemberian Allah. Semua ini akan kembali kepada Allah, insyaallah.
Jalanin aja.. Sesuai tuntunan. Sebutlah Allah banyak2,
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 45)
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 46)
Pokoknya dari segala pergulatan yang berkecimpungan dalam hati. Memberikan suatu pengajaran. Satu kata, yaitu bersyukur.
Ada yang diuji dengan sehatnya ada juga yang diuji dengan sakitnya.
Ada yang diuji dengan kelebihan harta ada juga yang kekurangan harta.
Ada yang diuji dengan konflik ada yang diuji dengan kenyamanan.
Lalu apa?
Dunia ini hanyalah perhiasan.
Semua yang kita genggam akan menghilang.
Semua ini ujian.
اَلْمَالُ وَ الْبَـنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 46)
Karunia itu ada dalam hati bukan yang didapatkan dari luar sana. Tapi dari Allah swt.
Jalani hidupmu, doakanlah saudaramu. Bersyukurlah untuk hidupmu yang sekarang dan jangan mengeluh. Berusahalah dan berserah.
Ingatlah nikmat tuhanmu.. Jangan pernah bandingkan hidupmu dengan yang lain. Hidupmu ya hidupmu. Matimu ya matimu. Bersyukurlah dan jika mampu, bantulah mereka atau doakan mereka. Mereka yang terjebak kezaliman dalam air mata atau dalam tawa yang dusta.
Kaya pemberian Allah, Miskin pemberian Allah.
Yang berharga itu bukan perhiasan dunia.
Tapi adalah hati.
Hati yang bersabar, hati yang bersyukur, hati yang berjuang, hati yang tegar, hati yang ikhlas, hati yang berserah, hati yang tunduk hanya padaNya.
Semua berganti, tapi kita haruslah tetap. Mau kondisi seperti apapun. Mau zaman segila gilanya. Kita tetaplah kita. Dan kita mendengar, dan kita taat. Dan kita berserah dan kita bersyukur
Inilah ujian pada masing2 individu beraneka rasa dan berbeda bentuk. Namun, satu tuju hanya padaNya.
Lalu apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Selain lisan yang selalu berzikir, dan hati yang selalu bersyukur dan bersabar.
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢـبِيَآءَ وَجَعَلَـكُمْ مُّلُوْكًا ۖ وَّاٰتٰٮكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 20)
Semua adalah nikmat.
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Allah lebih mengetahui, sedang kita tidak.
"Allah membantumu dengan bala tentara yang tidak terlihat olehmu, jangan kamu menyangka Allah dengan sangkaan yang bukan-bukam.
Allah mengguncangkan hatimu dengan guncangan yang kuat pada hatimu, dia mengujimu. Tapi Allah tidak pernah meninggalkanmu... allah bersamamu.
Ini semua ujian bagi orang yang beriman..."
اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗ وَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْـكُفْرَ ۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَـكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hambanya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu)."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 7)
Komentar
Posting Komentar