Ghazwul Fikri

Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat sore.. Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.

Alhamdulillahi rabbil alamin.. Atas segala rahmat Allah.. Kali ini saya mau sharing kembali.

Tentang Ghazwul Fikri! Sharing aja ya!!!

Ghazwul Fikri (perang pemikiran) didefinisikan sebagai suatu upaya untuk menguasai hal-hal bagian lainnya tanpa kontak fisik secara langsung. Hal ini sudah bermula sejak zaman Nabi Adam as dimana Iblis menghasut Nabi Adam as untuk melanggar aturan Allah swt. Iblis menghasut Nabi Adam as untuk mendekati bahkan memakan buah khuldi. Hal tersebut dikisahkan dalam QS. Al-A’raf ayat 19-24. Itulah perang pemikiran yang terjadi pertama kali.

Disaat adam lebih pro terhadap iblis yang mengedepankan hawa nafsu atau keinginannya, sehingga adam as menjadi lupa akan larangan Allah untuk sekedar mendekat saja kepada pohon itu, bahkan ia memakan buah itu.

Menggambarkan ketidakpatuhan dan juga kelalaian dalam mengingat Allah. Sehingga beliau menzalimi dirinya sendiri dan dikeluarkan dari syurgaNya Allah.😰😭

Dalam kehidupan sehari-hari pun, kita selalu terpaparkan oleh Ghazwul Fikri, dan beberapa dari kita selalu bertikai dan juga saling bersebrangan dan tak ayal juga saling bersitegang.

Semua punya pemikiran masing-masing yang semuanya mengaku paling benar. Padahal kebenaran itu bukan punya makhluk atau manusia. Melainkan hanyalah milik Allah. Jadi untuk apa kita memperdebatkan hal-hal yang bukan milik kita?

ذٰ لِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَاطِلُ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ

"Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 62)

Segera merapat ke Allah... Allah lebih mengetahui sedang kamu tidak.

Satukan suara hanya padaNya. Tidak ada perselisihan, semua dikembalikan pada Allah.

Musuh yang nyata bagi manusia adalah iblis. Yang mengadu domba diantara kita, yang menjauhkan kita dari Allah, yang memfitnah sana sini. Yang panas terlihat dingin, yang dingin terlihat panas. Ini bukan kekuatan, ini hanya tipu daya.

Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا   ۗ  وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

"Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 112)

Beberapa orang ada yang gak sadar kalau iblis menjalari tubuhnya, bahkan ada diantara mereka yang menjadi teman setianya.

Ciri yang paling mudah untuk kita deteksi adalah :
1. Tidak menaati perintah Allah bahkan melawan Allah
2. Sombong, ragu ragu, bodoh. Dan sifat2 ini imbasnya menjadi menjauhkan diri dari Allah.
3. Memilah milah syariat, menyembunyikan kebenarannya meski mengetahui akan kewajibannya (ex : yang penting hijab hatinya tapi gak mau hijab, )
4. Lebih mencintai Dunia ketimbang allah.

مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ  بَعْدِ اِيْمَانِهٖۤ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَئِنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰـكِنْ  مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۚ  وَلَهُمْ  عَذَابٌ عَظِيْمٌ

"Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 106)

ذٰ لِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِ  ۙ  وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

"Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 107)

اُولٰۤئِكَ الَّذِيْنَ طَبَعَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۚ   وَاُولٰۤئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

"Mereka itulah orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 108)

Jadi kalau misalnya, dalam kehidupan ini, ada beberapa orang yang tidak menyukai atau mendustakan al quran,  sesungguhnya yang tidak menyukai firman Allah itu hanyalah iblis. Syaitan yang bersembunyi dibalik sosok seorang manusia.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ  ۙ  الْخَـنَّاسِ

"dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,"
(QS. An-Nas 114: Ayat 4)

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ  صُدُوْرِ النَّاسِ

"yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"(QS. An-Nas 114: Ayat 5)

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"dari (golongan) jin dan manusia."
(QS. An-Nas 114: Ayat 6)

Yang harus kita perangi itu kebatilannya, musuh yang bersembunyi dibalik saudara2 kita. Jangan sampai kita berlaku zalim pada mereka, walaupun niat kita baik namun kalau terlalu berlebihan tetap saja segala sesuatu menjadi tidak baik.

Allah SWT berfirman:

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْن

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 190)

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّـنُوْا فَاُولٰٓئِكَ اَ تُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ  وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

"kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 160)

Yang bisa menilai seseorang baik atau tidak itu Allah swt. Kita gak pernah tahu kan masa depan seseorang gimana? Siapa tahu aja... Ada yang muslim ujung2nya kafir. Ada yang kafir Ujung2ny muslim.

Selayaknya kita menjaga kebersihan diri kita sendiri, karena setiap orang memiliki peluang untuk melakukan tindakan dosa yang dapat menjauhkan diri dari Allah, walaupun presentasenya beda beda...

Allah SWT berfirman:

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاحْذَرُوْا  ۚ  فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْۤا اَنَّمَا عَلٰى رَسُوْلِنَا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

"Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 92)

Jadi di mindset kita, tetaplah musuh yang nyata bagi kita adalah syaitan. Jangan sampai kita ikut kejebak juga. Subhanallah......
Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً   ۖ  وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu."
(QS. 2: 208)

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ  اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۗ  اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
(QS. 17: 53)

Berhati hati aja.. Murnikan niatan selalu hanya pada Allah tanpa mengharapkan apapun dari orang lain jadi terserah orang mau nilainya gimana, toh orang lain cuma bisa komentar sehingga mengurangi keteguhan kita. Tidak!

 Disinilah perang pikiran juga berada. Bagaimanakah tingkat keikhlasan kita, dan keteguhan kita dalam berpaparan dengan orang2 yang mendustakan Allah atau orang2 munafik atau orang2 fasik. Sekaligus juga memagari diri agar selalu dalam koridor "golongan Hamba2Nya Allah"

Balasan kita hanya ada pada sisi Allah... Jawabannya cuma satu. Yaitu ALLAH!

Jangan main salah2an.. Yang salah itu syaitan yang lagi ketawa2.

Dan yang benar itu hanyalah Allah.

Kalaupun kita benar... Itu karena Allah yang mampukan kita.. Bukan milik kita. Oke?

Sip..

Lakuin semua karena Allah... Everything about Allah.. Dari Allah karena Allah untuk Allah.. Biar nanti dihari pembalasan Allah yang akan menjelaskannya pada kita.

Allah SWT berfirman:

اِلَيْهِ  مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا  ۗ  وَعْدَ اللّٰهِ حَقًّا  ۗ  اِنَّهٗ يَـبْدَؤُا الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ  لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ بِالْقِسْطِ ۗ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا  لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌۢ بِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ

"Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka."
(QS. Yunus 10: Ayat 4)

Dan jangan memaksakan semua orang untuk sepaham dengan kamu. Karena kamu gak bisa kasih hidayah, kamu hanya bisa melakukan hal2 yang terbatas sebagai seorang manusia yaitu berdakwah dan saling nasehat menasehati. Sisanya biar Allah yang menentukan, Allah lebih mengetahui isi hati.

Allah SWT berfirman:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)

Berdakwah itu tidak pernah menunjukkan bahwa seseorang baik atau buruk, atau lebih tinggi daripada yang lain. Tapi berdakwah adalah perintah Allah, dan menjalankan perintah Allah lebih dekat pada ketakwaan dan lebih menjauhi jebakan syaitan.
Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰٓئِرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَ ۗ  اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ  اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ ۚ  فَلَا تُزَكُّوْۤا  اَنْفُسَكُمْ  ۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى

"(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa."
(QS. An-Najm 53: Ayat 32)

Bukan berarti Allah kasih kita nikmat.. Terlebih nikmat islam, nikmat iman tapi membuat kita kaya merendahkan orang lain, astagfirullah al adzim. Gak boleh gitu, ingat sama umar bin khattab? Bukankah dia dulu musuh islam tapi setelah berhijrah apakah diantara kalian ada yang merasa lebih baik daripada Umar bin khattab ra?

Semua orang berhak untuk hidup yang benar benar hidup. Harusnya kita peduli sama mereka yang belum mengenal islam dan Allah. Semoga dibukakan pintu hatinya dan dilembutkan hatinya.

Ingatlah.. Kalau kebenaran itu milik Allah. Bukan milik manusia manapun. Jadi... Ingatlah.. Semua hal di dunia ini milik Allah, semua pemberiannya.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَـقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّـكُمْ  ۗ  وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepada-Nya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 170)

Tapi bukan berarti kita jadi lemah terhadap musuh2 Allah. Kalau mereka berlaku zalim atau hendak memerangi kita saat kita hendak menghidupkan agama ini. Untuk menegakkan islam, itu beda lagi ceritanya.

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۚ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ فَقَاتِلُوْۤا اَوْلِيَآءَ الشَّيْطٰنِ ۚ  اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًا

"Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 76)

 Sungguh itu kezaliman yang sangat zalim. Orang yang menjauhkan orang lain dari agama Allah adalah orang yang sangat zalim. Astagfirullah al adzim.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ فَاَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدٰهُ   ۗ  اِنَّا جَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْۤ اٰذَانِهِمْ وَقْرًا   ۗ  وَاِنْ تَدْعُهُمْ اِلَى الْهُدٰى فَلَنْ يَّهْتَدُوْۤا اِذًا اَبَدًا

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 57)

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِالْحَـقِّ  لَـمَّا جَآءَهٗ ۗ  اَلَيْسَ فِيْ جَهَـنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِيْنَ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam Neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 68)
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعٰٓى اِلَى الْاِسْلَامِ   ۗ  وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. As-Saff 61: Ayat 7)

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـئُـوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya."
(QS. As-Saff 61: Ayat 8)


Bahkan rasul pun yang peduli banget sama umatnya dikatain, "majnun" ? Cobaaaa... Astagfirullah al adzim... Subhanallah...

Apalagi kita dah, yang udah jelas2 masih suka berbuat dosa dan belum tentu juga dapat syurga. Selayakanya kita menjaga batasan diri kita jadi... Tetap aman dan terkendali. Keep waras. Ya Allah ampunilah kami dari kebodohan kami.. Bimbinglah kami ya alim.. Ya hakim..

Allah SWT berfirman:

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ  وَيَنْـئَوْنَ عَنْهُ ۚ  وَاِنْ يُّهْلِكُوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ

"Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 26)

Sebenarnya kita harus survive terus... Melawan semua godaan. Dan kembalikan semua kepada Allah dan ingatlah hanya kepadanya lah kita kembali... Kalau bukan padanya? Lalu pada apa? (hayoooo...)

Ayo sama sama.. Bareng2... Lebih seru.. Lebih asik kalo berjamaah.. Hehe..

Allah SWT berfirman:

وَلَـقَدْ عَهِدْنَاۤ  اِلٰٓى اٰدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهٗ عَزْمًا

"Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 115)

Jadi kita harus memiliki tekad yang kuat. Kemauan yang kuat pada Allah. Biar terhindar dari godaan syaitan yang merambat ke peperangan pemikiran yang teramat fitnah luar biasaa..

Jalanin sesuai tuntunan, kita berusaha perbaiki diri kita dan berkasih sayang antar sesama dan juga jangan lupa tegakkan agama ini agar kebatilan hilang, dan Allah selalu bersama kita insyaallah. Aamiin ya rabbal alamin.

Perang pemikiran... Hmmm... Syaitan itu sumber fitnah yang luar biasa.. Tapi kalau kita ikuti Petunjukny Allah insyaallah... Kita akan selamat dunia dan akhirat aamiin.. Ya rabbi... Ya mulk.. Ya salam..

Makin seru.. Main waras2an... Dunia ini makin 🔥🔥🔥

Makin banyak yang menemukan diri sendiri
Disusul dengan yang kehilangan diri sendiri
Tak lupa dengan yang berusaha untuk mempertahankan diri sendiri 😂😂

Semangat... Semangat....

Walupun Fitnah everywhere... !!! But kita tetap keep Ahad!!  Allahu akbar!!!

Allah SWT berfirman:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ  ۚ  فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ۙ  فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى

"Dia (Allah) berfirman, Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 123)

وَمَنْ اَعْرَضَ  عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  اَعْمٰى

"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (QS. Ta-Ha 20: Ayat 124)

Segini dulu aja.. Mohon maaf jika ada kekurangan.

Kebenaran milik Allah. Dan kesalahan milik saya. Terimakasih... Semoga bermanfaat...

Wassalamualaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran