Lindungi kami dari orang yang zalim

Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat sore.. Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.

Alhamdulillah... Masih bisa sharing di blog ini,  kali ini mau sharing dan cerita2 tentang kejadian yang melanda di surabaya. Tragis ya...

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...

Ada dua pihak yang saya prihatinkan disini, yakni korban dan pelakunya.

Pertama, saya turut prihatin atas kejadian yang terjadi di surabaya, yaitu pengeboman di gereja. Terlebih ledakan bom tersebut merenggut nyawa.

Kedua, saya turut prihaton atas pelaku pengeboman yang melakukan tindakan bom bunuh diri. Saya gak ngerti lagi,

Saat menemukan islam, saya merasa, sungguh ini benar. Maha benar Allah atas segala firmannya. Segala gundukkan di hati, kekacauan semua tunduk atas firmanNya. Merupakan sebuah nikmat yang luar biasa.

Dan akan lebih baik jika semua orang itu mengerti akan islam, dan menegakkannya sungguh pasti kehidupan akan lebih baik. Tanpa adanya nafsu berlebih yang mendorong kepada ambisi kemaksiatan atau kesombongan yang membinasakan.

Tapi tahukah?
Kita itu manusia.

Kita gak bisa, membalikkan hati manusia atau menuliskan takdir untuk manusia.

Kita bahkan butuh dibimbing, kita bahkan juga bisa lupa atau salah. Karena kebenaran itu milik Allah.

Sebagai manusia, tentulah kita merindukan keadilan yang seadil adilnya.. Kebenaran yang sebenar Benarnya. Bukan kepentingan suatu kelompok atau apalah. Tapi suatu stabilitas yang menjamin semua.

Dan ya, ada sebuah kelompok yang mengatas namakan islam, dan orang2 menyebutnya ekstrimis.

Mereka bukan "terlalu islam" namun, malah melenceng dengan islam tapi mereka kaya menyembunyikan suatu fakta untuk mencuatkan keinginan mereka. Wallahu alam..

Mirip2 sama kaumnya nabi musa, you know who...

Ya.. Meski gak semua.. Tapi beberapa dan di mention di al quran tentang Mereka yang mengubah isi kitab mereka, dan mengatakan ini dari Allah (Tuhan) dan Allah laknat mereka.

Allah SWT berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ۙ  ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ   لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ  فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا کَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ

"Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata, Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 79)

وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۤ اِذْ قَالُوْا مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ عَلٰى بَشَرٍ مِّنْ شَيْءٍ   ۗ   قُلْ مَنْ اَنْزَلَ الْـكِتٰبَ الَّذِيْ جَآءَ بِهٖ مُوْسٰى نُوْرًا وَّ هُدًى لِّلنَّاسِ تَجْعَلُوْنَهٗ قَرَاطِيْسَ تُبْدُوْنَهَا وَتُخْفُوْنَ كَثِيْرًا   ۚ  وَعُلِّمْتُمْ مَّا لَمْ تَعْلَمُوْۤا اَنْتُمْ وَلَاۤ اٰبَآؤُكُمْ ۗ  قُلِ اللّٰهُ ۙ  ثُمَّ ذَرْهُمْ فِيْ خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ

"Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia. Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu. Katakanlah, Allah-lah (yang menurunkannya), kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 91)

اَوَلَا يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ
"Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 77)

Kalau mereka islam, Mengapa mereka menyembunyikan suatu kebenaran untuk menjalankan keinginan mereka? Apalagi dengan cara membunuh diri sendiri! Astagfirullah al adzim.

Saya jadi ingat sama cerita dari ustadz hanan kalau gak salah. Tentang muslim yang berperang, lalu ia tertusuk tombak. Lalu ia majukan badannya untuk cepat mati terbunuh. Dan itu gak boleh...

Dia ingin sekali mati dan dapat syurga tanpa harus berjuang. Apakah ia tak percaya dengan kebesaran Allah? Apakah ia tak percaya kalau Allah selalu bersama umat muslim orang beriman orang bersabar? Lalu ia percepat ajalnya? Dan berpikir ketika ia mati maka ia langsung masuk syurga tanpa ditanyai Allah? Subhanallah.. Maha besar Allah, sungguh orang yang berputus asa hanyalah orang kafir.

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَايْـئَسُوْا  مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ لَا يَايْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ  الْكٰفِرُوْنَ

"Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

Kalau gitu kenapa gak semua orang islam aja bom bunuh diri? Kirimlah keseluruh penjuru dunia?
Apa islam tegak?
Apa agama tegak?
Apakah banyak yang dapat hidayah?
Hak adalah hak.
Batil adalah batil.
Jangan campurkan antara hak dan batil.

Apakah ketika kita ingin makan sesuatu yang haram lalu kita niat, dan berdoa akan menjadi pahala?

Jangan campurkan antara hak dan batil. Sungguh Allah maha mengetahui segala isi hati.

Kita itu disurh menyampaikan ajaran Allah dan setelah udah. Bersabar aja. Biar Allah yang bertindak. Kita fokus aja sama ibadah kita. Astagfirullah al adzim.

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ  وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)

Didalam alquran sendiri pun tertulis.. Kita haruslah berlaku adil, dan jangan zalim ke siapapun. Dan buahnya adalah kata "Toleransi".

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ  يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 90)

Kita cuma memerangi orang2 yang memerangi kita, yang berlaku zalim. Dan bahkan, kita disuruh Allah untuk membalas sesuai kadar kezaliman tersebut tidak boleh melampaui batas.

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 190)
Allah SWT berfirman:

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖ ۚ  وَلَئِنْ  صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ

"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 126)

Bahkan... Kalau ada yang zalim Allah menyuruh kita untuk memaafkan loh.. Itu zalim ke diri sendiri ya.. Tapi kalau ke agama, kalau mereka olok2 aja.. Kita cuma disuruh sampaikan. Terus pergi. Gak ada permusuhan. Tapi kalau mereka memerangi kita atas dasar agama, sampai mengancam membunuh barulah kita juga perangi. Itulah islam yang saya kenal.

وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ   فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 40)

قُلْ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَغْفِرُوْا لِلَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ اَيَّامَ اللّٰهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًۢا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah, karena Dia akan membalas suatu kaum sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 14)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا  فَلِنَفْسِهٖ ۚ  وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, maka itu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan."
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 15)

Allah itu adil, baik banget mau mengajarkan kita.
Saya gak abis pikir, ada oknum yang mengatasnamakan islam, maha suci Allah dari apa yang mereka kerjakan dan tuduhkan.

Saya gak mengerti mengapa dengan membunuh orang2 yang "tidak mengerti" dapat mereka katakan sebagai jihad?

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ  ۗ  كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ  ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
"Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 108)

Jangan memaki. Nanti mereka memaki Allah, dan memaki Allah itu dosa yang melampaui batas. Mereka memaki tanpa dasar pengetahuan.

Memaki atau berkata buruk saja kita gak boleh.. Apalagi.. Yang lebih dari itu..

فَلِذٰلِكَ فَادْعُ  ۚ  وَاسْتَقِمْ كَمَاۤ اُمِرْتَ ۚ  وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ ۚ  وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍ ۚ  وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۗ  اَللّٰهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۗ  لَـنَاۤ اَعْمَالُـنَا وَلَـكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۚ  لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۗ  اَللّٰهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۚ  وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

"Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 15)

See? Santai aja...

Islam itu santai banget loh.. Cuma Allah yang akan menghakimi kita kelak, jadi kita lakuin sesuai kedudukan aja. Keep dakwah. Keep ibadah. Akhlak... Akhlak...

Makanya saya jadi curiga, ini yang gak santai siapa?

Siapa yang mengatasnamakan islam atas teror ini?

Fitnah yang luar biasa.

Siapa yang memfitnah islam... mereka jugalah yang memfitnah Allah dan RasulNya. Memfitnah alquran.

قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الْحَـقُّ مِنْ  رَّبِّكُمْ ۚ  فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ  وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا  يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ  وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu."
(QS. Yunus 10: Ayat 108)

وَاتَّبِعْ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ    ۚ  وَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ

"Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik."
(QS. Yunus 10: Ayat 109)

Intinya adalah... Kebenaran hanyalah milik Allah dan biarkanlah Allah yang menghakimi.. Sebaik2nya hakim adalah Allah... Ya Allah lindungilah kami dari orang orang yang zalim.. Lindungi kami dari orang orang yang hendak memadamkan cahayaMu. Kuatkanlah kami.. Berilah kami kekuatan, berikanlah kami kesabaran. Tidak ada yang patut kami perdebatkan ya Allah.. Sesunghuhnya kelak engkau yang akan menjelaskannya kepada kami. Ampunilah kami atas segala kebodohan kami.. Kami berlindung kepadamu ya Allah dari godaan syaitan yang terkutuk beserta para pengikutnya yang zalim. Aamiin ya rahman...

Kebenaran milik Allah. Kesalahan milik saya.

Semoga bermanfaat! Subhanallah, Allahu akbar!

Wassalamualaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran