Harmoni
Berbicara tentang langit dan bumi.
Katanya, langit dan bumi itu tak pernah bisa bersama,
Katanya, mereka timpang
Katanya, mereka jauh berbeda
Padahal, itulah harmoni...
Apakah bumi bisa berdiri tanpa langit yang mengelilinginya?
Apakah langit bisa ada tanpa adanya bumi yang berada dibawah penjagaannya?
Jangan gaduhkan mereka yang beriringan dengan damai,
Atas perintah dan rahmat yang maha kuasa mereka tunduk kepadaNya,
Mereka adalah harmoni alam,
Bukan ironi.
Mereka bersapa lewat angin,
Lewat hujan mereka bersyair,
Mereka percontohan sempurna, dari keserasian.
Berbeda bukan berarti tak sejalan
Berbeda bukan berarti bersebrangan
Hanya seni alam dalam menyuarakan,
Dan pencipta selalu sempurna tanpa kekurangan.
Lalu apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Maka nikmat mana lagi yang dapat ku dustakan?
Apakah diatas mengartikan lebih baik daripada yang dibawah?
Apakah langit berarti lebih baik daripada bumi?
Apakah kamu yang menciptakan sehingga kamu berpikir demikian?
Mengapa kamu hanya menduga hal hal yang sesungguhnya hanya tuhanmu lah yang tahu?
Bagaimanakah kamu berpikir?
Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
Bahkan pemahamanmu masih setitik atau kurang darinya,
Sedang ilmu tuhanMu adalah tak terhingga
Lalu bagaimanakah kamu memperhatikan?
Bahwa kuasaNya lebih agung dari hanya sekedar kedangkalan akal manusia?
Nyatanya segalaNya sempurna,
Hanya kita yang kurang akan bersyukur,
Hanya akal kita yang dangkal dalam berpikir,
Hanya diri yang lalai dalam bertafakur,
Disetiap celah kekurangan, itulah kelebihan yang menyamar.
Bagai bintang yang berselimut debu..
Aku suka segala ciptaanMu Tuhanku,
Bukan alasan... Tapi kenyataan.
Bukan paksaan... Namun keharusan.
Bukan tipuan... Melainkan kebenaran.
Lalu... apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Maka nikmat mana lagi yang dapat ku dustakan?
Oh.. Allah maha suci Engkau, Maha sempurna Engkau.
Tak ada kata selain syukur yang terpanjatkan,
Beriring salam, Allahuma anta salam...
Allah SWT berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 44)
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
"yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?"
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖ ۗ اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 54)
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
"Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 26)
Katanya, langit dan bumi itu tak pernah bisa bersama,
Katanya, mereka timpang
Katanya, mereka jauh berbeda
Padahal, itulah harmoni...
Apakah bumi bisa berdiri tanpa langit yang mengelilinginya?
Apakah langit bisa ada tanpa adanya bumi yang berada dibawah penjagaannya?
Jangan gaduhkan mereka yang beriringan dengan damai,
Atas perintah dan rahmat yang maha kuasa mereka tunduk kepadaNya,
Mereka adalah harmoni alam,
Bukan ironi.
Mereka bersapa lewat angin,
Lewat hujan mereka bersyair,
Mereka percontohan sempurna, dari keserasian.
Berbeda bukan berarti tak sejalan
Berbeda bukan berarti bersebrangan
Hanya seni alam dalam menyuarakan,
Dan pencipta selalu sempurna tanpa kekurangan.
Lalu apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Maka nikmat mana lagi yang dapat ku dustakan?
Apakah diatas mengartikan lebih baik daripada yang dibawah?
Apakah langit berarti lebih baik daripada bumi?
Apakah kamu yang menciptakan sehingga kamu berpikir demikian?
Mengapa kamu hanya menduga hal hal yang sesungguhnya hanya tuhanmu lah yang tahu?
Bagaimanakah kamu berpikir?
Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
Bahkan pemahamanmu masih setitik atau kurang darinya,
Sedang ilmu tuhanMu adalah tak terhingga
Lalu bagaimanakah kamu memperhatikan?
Bahwa kuasaNya lebih agung dari hanya sekedar kedangkalan akal manusia?
Nyatanya segalaNya sempurna,
Hanya kita yang kurang akan bersyukur,
Hanya akal kita yang dangkal dalam berpikir,
Hanya diri yang lalai dalam bertafakur,
Disetiap celah kekurangan, itulah kelebihan yang menyamar.
Bagai bintang yang berselimut debu..
Aku suka segala ciptaanMu Tuhanku,
Bukan alasan... Tapi kenyataan.
Bukan paksaan... Namun keharusan.
Bukan tipuan... Melainkan kebenaran.
Lalu... apa yang dapat ku protes dari tuhanku?
Maka nikmat mana lagi yang dapat ku dustakan?
Oh.. Allah maha suci Engkau, Maha sempurna Engkau.
Tak ada kata selain syukur yang terpanjatkan,
Beriring salam, Allahuma anta salam...
Allah SWT berfirman:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰـكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 44)
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ
"yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?"
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖ ۗ اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 54)
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ كُلٌّ لَّهٗ قٰنِتُوْنَ
"Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 26)
Komentar
Posting Komentar