Kesetaraan apakah adil?

Assalamualaikum...
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini semoga bisa memberi manfaat aamiin...
Saya mau sharing tentang "perempuan dan kepemimpinan"
Dewasa ini, sosial menuntut kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Tapi bagi saya setara itu belum tentu adil. Tapi kalo adil pasti setara.

Untuk intermezo saya mau cerita dulu deh...
Yang saya mengerti... Pada dasarnya laki-laki itu pemimpin alami, mau sedominan apapun perempuan, tapi dia perempuan bukan laki-laki. Fitrah.

Dan ini unik sekali bagi saya, dan laki-laki sesungguhnya kalian sangat beruntung sekaligus "awas" nanti merugi, karena kalian dilebihkan Allah, namun kalau kalian gak mawas ya bisa celaka..

Dulu saya gak paham masalah beginian.. Saya dulu semacam kaya ciri2 feminis gitu deh...

Alhamdulillah... Islam jauh lebih unggul dibanding segala sistem.. Sejatinya islam itu sangat memuliakan perempuan.. Kalau ada yang salah keliatan dari "manusia" yang menjalankan sistem syariat, coba cek deh.. Kesalahannya itu subjektif atau objektif. Karena syariat Allah itu gak pernah salah... Never.. Dan al Quran.. Peraturan Allah.. Larangnya..perintahnya.. Adalah FILTER kewarasan diri ini.

Yang saya rasa, saya tuh suka sebel gitu kalo ada laki-laki "berdiri" dibelakang perempuan, rasane pengen sleding. Laki depan lah! Maju sana! Jangan sampai yang azan di masjid itu perempuan ya.. Nauzubillahi min zalik!

Laki-laki itu nalurinya sebenarnya memimpin loh.. I really feel it.. Dan perempuan itu sebenarnya nalurinya dipimpin loh.. Cuma ada fitnahnya.. Ini yang menarik bagi saya...

Sejauh saya memperhatikan tingkah mereka, laki-laki kan pemimpin yak.. Kalo dia ngerasa "dipimpin" dia lama2 pasti gak nyaman... Dan begitupun perempua ... Kalo dia ngerasa "kaya dia yang bertanggung jawab atas segala hal" pasti dia gak nyaman... Lucu ya..😂

Dan permasalahannya itu simple banget... Masalahnya begini.. Terkadang laki-laki itu merasa mereka "pemimpin" sehingga mereka semena-mena, padahal definisi pemimpin itu seperti apa sih? Kalo atas udah semena-mena, gimana rakyat gak jadi radikal.. Yang bawah jadi mbandel lah.. Nah gitu.. Jadi yang bawahan nih kesannya kaya mau kudeta terlihat kaya mau merebut tahta.. Gak nurut lah istilahnya.. Padahal mah kagaaak.. Sesimple cuma mau didengerin aja aspirasinya. Dihargain sebagai manusia.

Dan miskomunikasi plus mispersepsi yang begini, malah disalah artikan menjadi ketidaksetaraan gender...
Kagak usah setara2.. Yang penting tahu tempat, itu aja sih menurut saya, semua itu ada tempatnya. Ada fitrahnya.. Gak bisa kaya dipukul rata.

Saya mengakui.. Laki-laki itu unggul, diatas wanita. Pada dasarnya Allah melebihkan mereka, makanya dibilang pelindung kan? Saya perempuan dan saya gak akan bisa bersaing sama mereka, tapi lebih dalam dari pada itu laki-laki itu lemah, walaupun Allah beri kekuatan lebih, ada celah.. Yang saya sebut keseimbangan. Ada balance didalamnya..

Kalau semuanya memimpin kalau semuanya berbicara yang mendengarkan siapa? Pemimpin apa yang gak ada rakyatnya? Kosong-isi nya pas banget. Makanya saya selalu suka tentang syariat Allah.. Selalu ada hikmahnya... Walaupun pernah ada di titik dimana saya sangat merasa iri dengan kaum adam... Kaum adam kalian sangat beruntung... Banyak pintu yang bisa kalian buka...

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 34)

Kalau perempuan itu banyak fitnahnya.. Jadi harus semacam hati-hati gitu... Dan gimana ya... Pokoknya jadi perempuan itu ribet.. Apalagi di zaman mileneal kaya gini... Serba salah...
Udahlah gapapa.. Ujian.. Gak penting juga buat di keluhin. Jalanin aja. Bismillah!

Lalu bagaimana tentang kualitas? Jika nyatanya misalnya ada perempuan lebih berkualitas sehingga bisa atau layak memimpin laki-laki?

Nih saya jawab ya.. Pemimpin itu laki-laki, kalau ada perempuan berkualiti yaudah jadi wakil aja.. Suruh tuh perempuan nunjuk pemimpinnya, jadi penasehat aja.
Karena si perempuan pasti tahu dong yang kira-kira bisa jadi backingannya dia... Yang maju tetap laki-laki dong, saya yakin hasilnya pasti lebih bagus...

Sebenarnya laki-laki itu semua pemimpin, dimata saya ya.. Mereka tuh kaya cuma butuh semacam dorongan atau ujian biar mereka tuh alert sama tanggung jawab dan indentitas diri mereka sendiri, mereka itu pemimpin alami. Bakal keliatan banget, kalau mereka udah berkeluarga kelak. I believe that.

Laki-laki itu memimpin. Dan perempuan itu dilindungi dan dihargai. Udah sesimple itu aja. Kosong-isi yang pas.
Kalau ada laki-laki yang gak bisa menghargai perempuan.. Nah itu semacam "nyepam" bagi saya, berarti dia gak ngerti tanggung jawabnya dia, tugasnya dia, yang salah manusianya kan(?) bukan syariat. Syariat itu ada untuk merubah manusia agar lebih baik dari sebelumnya.. Insyaallah...

Saya cerita begini, karena saya geregetan aja. Kenapa sih perempuan2 itu pada repot bener, jadi pemimpin kalau buat main gender dan keren-kerenan buat apa sih, saya sih males.

"kenapa harus perempuan? Emang laki-laki udah punah?"

Majulah kalian, didik tuh perempuan2 kalian. Tunjukin martabat kalian sehingga kalian pantas untuk menjadi dan dihargai. Orang yang pandai menghargai orang lain pasti akan dihargai.

Saya sebel sama feminis2 itu, nyusahin aja.. Bukan berarti perempuan gak bisa berkarya.. Tetap bisa kok... Tapi ingat batasan. Kosekuensi, macam2 lah.. Bumbu2 dunia ini, rasain deh.. Jangan cuma "tawar" aja gitu.. Karena semua tuh beda rasanya, susah banget ya w jelasinnya.. Wkwk

Pokoknya gitu... Jadi perempuan intinya ribet. Tapi kalau gak sesuai fitrah. Jauh lebih ribet lagi... Seriusss 😂😂😂 saya pernah mencoba nabrakin alias melawan.. Malah kacau balau...😂😂😂

Karena zaman fitnah aja ini jadi serba salah raisah... Wkwwk... Kayaknya laki-laki mungkin juga merasakan hal yang sama? Tapi beda lah ujiannya.. Mungkin kalian disektor yang lain.. 😂

Intinya apa? Sepandai-pandainya kita aja udah memfilter segala sesuatunya agar tetap pada koridor... Kalau bukan karena rahmat Allah.. Mau jadi apa dunia ini😅😅😅😅😅 semua orang seenak jidatnya... Dan di jidatnya cuma ada kata,"aku sih follow the flow aja"

Cih.

Gak gitu ya...

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 115)

Cukup sekian ah...
Kesalahan milik saya.. Kebenaran milik Allah.
Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran