Cuma Kata

Kata dirimu...

"Setiap yang lalu lalang,
Berseliweran..

Bagai lalat...
Nyamuk...
Kumbang...

Ah.. Cuma serangga!
Hanya hama!

Setiap yang bersahutan,
Saling mengecam,

Bagai genderang,
Tabuh,
Petir,
Atau guruh,

pemberitahuan,
peringatan,
perayaan,
Perdebatan,

Ah... Cuma basa-basi!
Hanya kebiasaan!"

Kata dia...

"Tahanlah kenyataan pada dinding ilusi,
Semampumu menahan lukisan karya sang hujan,
Pada dinding langit...

Nyatanya kepalamu nantinya akan dibawah tanah,

Ah... Cuma membual!
Hanya kebablasan!

Nikmati sajalah selagi nafasmu masih udara,
Bukan busuknya belatung atau tanah gembur.
Atau Selagi suaramu masih menyaingi sang guntur,
Bukan terdiam didalam kubur."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran