Luka
Luka...
Bukan luka yang menyakitinya..
Tapi ia yang menyakiti luka...
Luka pun menangis dihadapannya,
Luka dicampakannya untuk kesekian kalinya,
Meski dicampakkan berkali kali,
Namun luka tak pernah mati,
sangat kuat tak terkendali...
Tapi ia juga tak akan mati,
Sumpahnya pada raga dan hati,
Bahwa jiwanya akan menang,
Bahwa ia selalu juang,
Luka...
Kau akan mati,
Suatu saat nanti...
Dan segala air mata milikmu,
Adalah bukti kemenangannya...
Luka...
Berpisahlah dengan raganya,
Karena engkau tiada tempat di semestanya.
Komentar
Posting Komentar