Berbeda jalan....

Assalamualaikum wr.wb.
Mari kita sharing pendapat...
Open minded for everything, but in the name of allah.
Bismillah...

Sebenarnya gak mau bahas tapi berubah pikiran... Dan akan saya bahas... Tentang dua sudut pandang.. Sama sama muslim... Dan insyaallah sama sama mukmin. Aamiin.

Saya mau ngomongin dua tokoh yang menurut saya cukup "viral" di kalangan anak muda, dan media sosial dewasa ini. Tapi mohon maap, saya gak akan menyebutkan namanya karena saya gak di endorse, wkwk..

Pokoknya dua2 nya saya suka..
Suka dalam artian, menurut saya mereka berdua itu kreatif-kreatif dan bersemangat sekali untuk hidup dengan identitas seorang muslim...

Yang satu jelas karena ia seorang hafiz dan yang satunya lagi adalah seorang yutuber. (jangan ditebak2 siapa yak.. Fokus ke konteksnya aja).

Jujur saja.. Bagi saya islam itu fleksibel.. Dalam artian sebenarnya agama itu memudahkan..bukan malah menyusahkan. Kita bisa tetap keren tanpa harus menjadi "fake" .

Saya jadi teringat dengan seorang qiraatil quran(beda orang lagi yak) Masih muda juga dan viral juga.. Suaranya bagus banget dan kalau dia ngaji itu bikin baper.
Waktu itu ada acara di universitas deket rumah saya, beliau diundang untuk jadi narasumber. Saya dan teman saya pun datang untuk melihat secara langsung sosok yang selalu kami lihat di medsos..  Dengan mengenakan topi, dan pakaian gaul, si ustadz masuk.. Sontak aja karena saya duduk dipinggir..pas ustadz itu lewat saya bisa melihat cukup jelas. Dan masyaallah...

Tuh setelan baju cuma kaya tempelan! Tatapan mata dan mukanya adem banget kaya ubin masjid wkwkwk.. Keliatan banget ketidak sinkronan. Saya cuma ketawa tawa aja dalam hati. Bukan karena saya ngetawain beliau lucu atau gimana, saya cuma heran aja.. " gila yak.. Yang namanya ustadz mau dipakein baju gaul juga tetep keliatan ustadznya.. Tetep keliatan alim wkwkw"

Ini yang disebut mau dicoverin kaya apapun kalau orang baik ya baik aja..begitu pula sebaliknya.. Kalau ada orang munafik mau pake "udeng-udeng putih sorban peci" atau apalah kalau dia munafik ya.. Munafik aja.. Masyaallah...

Lanjut lagi.. Terus saya pernah dengerin ceramah mix curhatannya ustadz hanan (giliran ustadz hanan disebut wkwk) dia ngomongin si qori quran ini. Katanya waktu awal2 pas si qori ini ke bandung dia masih pake baju "muslim" lah yang panjang2 waktu awal2 dakwah.. Tapi pengikut di masjidnya masih dikit, akhirnya mereka berubah gaya "lebih ke anak mudaan" mulai pake syal dan perlengkapan gaul lainnya wkwkw.. Biar bisa baur... And its okay...selama itu gak merubah akidah.. Dan keliatan banget loh.. Si ustadz kaga berubah samasekali... Bajunya kek tempelan doang... 😂😂😂

Lanjutt......Dan setiap perjalanan manusia pasti ada ceritanya.. Adakah hal hal yang mendorongnya atau adakah hal hal yang memotivasinya dan itu menyenangkan. Dan kita gak bisa ngejudge sesuatu dengan adil karena kita gak tahu niatan hati seseorang.

Menurut saya, keragaman itu keren...

Oke..

Saya dulu pernah terpikir, apakah itu muslim?

Menjadi muslim yang baik itu gimana?

muslim itu seperti apakah? Apakah muslim itu haruslah "miskin"? Apakah muslim tidak harus mengejar dunia? Apakah muslim hanya hidup untuk sholat puasa haji dll? Dan tidak memikirkan apapun? Apakah menjadi muslim berarti memisahkan diri dari "era modernisasi"? Haruskah meminggirkan dunia ini?

Tapi bukankah kalau kita memiliki banyak hal? Kita juga bisa berbagi banyak? Bukankah kalau kita kuat fisiknya,kuat akalnya, kuat ilmunya,kuat hatinya,kuat finansialnya,kuat koneksinya,akan sangat berguna dan membantu?

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan. (HR. Muslim no. 2664)

Maanfaatkan dunia ini... Untuk akhirat... Its sounds good.

Tidak perlu menjadi lemah.. Hanya kita menjadi "kuat" dan mengaturnya. Simple... Bermain api... Tapi untuk masak.. Untuk menghangatkan tubuh.. Untuk penerangan.. Bukan bermain api untuk membunuh atau terbunuh?
Kita cuma butuh panduan untuk menjinakan dan memanfaatkannya, bukan menjauhinya!

Walaupun itu pilihan sih.. Karena api tetaplah api. Jika kau tidak berhati hati akan terbakar. Namun jika kau pandai.. Kau bisa memanfaatkannya. Dan kau tidak akan bisa memanfaatkannya jika bukan karena rahmat Allah.

Tapi segala sesuatu dinilai Allah berdasarkan niatan hati... Kita juga gak bisa ngejudge orang hanya karena misalnya dia seorang "sufi" atau dia seorang "pengusaha" namun keduanya muslim dan beriman kepada allah dan niat berjihad di jalannya?

Its sounds good.. Dua2nya baik...

Yang mau saya argumentasikan adalah muslim itu keren. Karena kita beda2.. Coba bayangin deh kalau semuanya pendakwah? Yang ngobatin orang sakit siapa? Yang biayaain atau sponsori pengajian siapa? Yang bangun masjid siapa? Kalau semuanya butuh sumbangan, yanh mau nyumbang siapa?

Kita muslim dan kita saling melengkapi aja...
Belum tentu kalau ada orang yang diberikan allah berupa kelebihan "harta" dia menjadi "sampah".
Kan segala sesuatunya berdasarkan niat! Kalau dia niat cari nafkah untuk membantu orang lebih banyak gimana? Bukankah hal yang baik... Enak dong punya saudara kaya.. Hehe..

Tapi materi itu bukan tujuannya guys.. Tetaplah keridaan Allah yang menjadi tujuan. Materi hanya jadi alat... Its just a games. Semuaanyaaa jihad fi sabilillah.. Apapun ya Allah.. Kepala jadi kaki. Kaki jadi kepala.

وَالَّذِيْنَ  جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ  وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ   ۗ  اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15)

Saya cuma gak suka aja.. Saat ada manusia yang berkata manusia lain itu lebih rendah darinya hanya karena manusia itu tidak terlihat berkilau. Saya yakin kok... allah maha adil lagi maha mengetahui, so... Berhuznuzan lah kepada saudaramu dan kalau kau benar peduli nasihatilah langsung dengan cara yang benar.

Gimana yak.. Emang sih si yutuber itu kalau mau dikritik banyak bet... Penampilan, gaya hidup atau apalah.. Emang itu rada rada tipis tipis gimana gitu yak... Tapi kan emang manusia hitam putih kan? Kalau ada jeleknya..pasti ada baiknya.. Dan kita gak boleh terlalu fokus sama kekurangannya toh dia juga banyak kok kebaikannya...

Kalau kamu tidak terlihat buruk dihadapan manusia bukan berarti karena kamu sudah baik... Bukaaaaaaann.. Tapi karena Allah tutupin aib kamu. Udah gitu aja..

Bagi saya..persatuan lebih penting daripada ribetin printilan perbedaan yang gak penting buat didebatin. Yang penting kita bareng2 aja dan komitmen. Komitmennya apa? Hidup dengan islam dan mati dengan islam. Hidup dengan iman dan mati dengan iman! Masalah kualitas? Biar Allah aja yang nilai. Udahlah ya...

Mungkin saya kadang gak sependapat sama mereka.. Ya tapi ketidak sependapatan itu gak akan membuat saya membenci kok wkwk.. Hanya akan membuat sabar.. Ya.. Lumayanlah.. Gitu2 juga masih dingetin akhirat lumayaaaannn... Kata Allah gak boleh pecah belah.. Syiiiaapp ya Allah... Alhamdulillah... Nobody perfect guys. Termasuk gue.. Wkwkw.. But its okay. Yang penting never give up! Yeah yeah yeah. Jalan ninjaku.. 😂😂😂 ngaaaawwwwwwuuuurrrrr...

Saya kritik kaya gini... Karena saya peduli sama dua2nya.. Karena bagi saya kalau mereka berdua ketemu bakal seru banget deh.. Kaya garam di laut asam di gunung.. Disatuin dalam satu piring.. Mantappppp....

Kita beda jalan... Namun kita satu tujuan..
Mungkin saat dijalan kita ada salah belok atau salah salah dikit..tapi hei.. Kita saling mengingatkan dan kita saling menjaga... Agar kita satu sama lainnya tak pernah kehilangan arah...

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَـعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍ   ۗ  اِنَّمَاۤ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَـبِّـئُـهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 159)

Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)

Ingatlah..kebenaran hanya milik Allah. Tiada satupun makhluk yang "awet" hidayahnya.. Karena iman naik turun... Jika bukan karena rahmat Allah...niscaya kamu tidak akan bisa mendaki jalan ini..

Saya yakin kok.. Sesuatu yang "terlihat" kurang baik.. Bukan karena dia buruk.. Tapi karena ia masih butuh waktu untuk tumbuh sempurna.. Eaaa...

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖ ۗ  فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا

"Katakanlah (Muhammad), Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 84)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)

"Semua orang berbuat sesuai pembawaannya masing-masing...dan Allah lebih mengetahui siapa yang paling benar jalannya"

Mungkin kita benar.. Atau mungkin kita salah..
Mungkin mereka benar... Atau mungkin mereka salah...

Tapi katakanlah..kebenaran milik Allah.. Dan tidak berselisih orang yang mengatakannya. Dan kita tenang. Itulah muslim dan mukmin yang saya kenal.

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ  وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)

Maha suci Allah yang mempersatukan hati kami...

Meski kami banyak salah, tapi ampunan Allah maha luas. Subhanallah...

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ

"(Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,"
(QS. At-Takwir 81: Ayat 27)

لِمَنْ شَآءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَ

"(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus."
(QS. At-Takwir 81: Ayat 28)

وَمَا تَشَآءُوْنَ اِلَّاۤ اَنْ  يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. At-Takwir 81: Ayat 29)

Kebenaran milik Allah...kesalahan milik sayaaa..

Wassalamualaikum...😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran