Manusia, kebaikan, dan kesalahan.
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah... Masih diberikan kesempatan oleh allah... Untuk hidup dan menulis kembali di blog ini.. Semoga bermanfaat ya.. Aaamiin..
Sharing lagi.. Tapi sedikit aja ya hehe..
Alhamdulillah... Atas segala nikmat, khususnya nikmat islam dan iman.
Saya menyadari banget kalo misalnya kita hidup penuh dengan kesalah pahaman dan fitnah...
Belum lama ini... Kita mendapatkan musibah kembali yakni tsunami, dan masyaallah.. Ngeri gak sih? Takut gak sih kalian? Mengapa Allah banyak menghempaskan musibah?
Dan orang yang mengaku berakal berkata,"apa apa hukuman,teguran..ini tuh karena gelombang...bla bla bla"
Anak kecil juga tau kalau gula bisa larut dalam air karena ada gaya mekanik yang mengaduk air dengan sendok, tapi kan masalahnya SIAPA yang ngaduk tuh air(?)
Okay.. Setiap orang pasti beda beda responnya.. Tapi gimana ya.. Mungkin beberapa orang bisa melihat hal ini sebagi teguran..peringatan.. Dan membuat kita semakin mawas diri...
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
Tapi kan gak semua orang sepenglihatan sama kamu.. Gak semua orang menyadari.. "NO ONE SEE THE TROUBLE I SEE.. NO ONE SEE MY SORROW"
قَدْ جَآءَكُمْ بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
"Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 104)
اُولٰٓئِكَ لَمْ يَكُوْنُوْا مُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَآءَ ۘ يُضٰعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۗ مَا كَانُوْا يَسْتَطِيْعُوْنَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوْا يُبْصِرُوْنَ
"Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi, dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat-(Nya)."
(QS. Hud 11: Ayat 20)
Maksud saya... Contoh gini: ada orang baru putus sama pacarnya.. Yekali kita giniin,"makanya jangan maksiat mulu.. Giliran putus aja sedih nyalahin2 Allah..."
Gak salah sih.. Karena apa yang disampaikan bener juga.. Tapi pikir aja deh.. Orang baru putus itu TERLEPAS dari dia ngelakuin perbuatan salah atau enggak. Tapi KESEDIHANNYA itu nyata. Dia tetap sedih dan hatinya tetap berduka. Gak semua orang antibodinya sama kaya lo.
Yang paling wise menurut saya, adalah respon.. "sabar ya.. Pasti ada hikmahnya.. Dia gak baik untuk kamu.. Kamu pasti akan mendapat yang lebih baik.. Insyaallah.."
Ngeja: walaupun kepengen banget ngomel2, makanya gak usah pacaran! Giliran putus aja! Nangis! Ya Allah ya allah . Eh pas pacaran pura pura budek gak denger syariat. (yekali diomongin begini, walaupun gak salah jugaaa)
Ngertiin orang aja sih.. Dia tuh tidak mengerti mungkin. Langkah pertama dari orang yang terguncang adalah sabar. Kalau belum mengerti baik atau buruknya adalah dengan bersabar. Dan husnuzan kepada Allah. Karena kita terlalu rendah untuk melihat hal hal yang Allah persiapkan untuk kita.. Sabar dulu aja deh...(modal : Sabar)
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)
اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)
Dan bagi kalian yang "merasa" udah ada diatas duluan... Seharusnya lebih ngertiin junior kalian lah... Dasar senior! Wkwkw... Sabarr.. Sabar... Harap bersabar ini ujiann..
وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰـكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
"Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 69)
وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
"Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga."
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 10)
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ ۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
"Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia."
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 11)
Kesalahpahaman ini kadang w sesek napas. Apalagi saat lau menyadari lau bisa melihat keduanya tapi lau ditengah2 kegencet pula. A weird situation.
Saya sering banget diposisi kaya gini ujungnya sih keliatannya kaya w orangnya "sana sini ok" padahal nggak. Karena saya mengerti kalau semuanya baik. Cuma.. Caranya aja yang gak pas. Makanya Allah perintahkan untuk berprasangka baik. Wkwkw.. Makanya samina wa athona aja sih.. Simple.. Prasangka baik terus jangan pecah belah. Karena apa? Karena Allah suruh!
Kalo ada beda dikit... Sabaaaarr.. Udah gitu aja. Karena Allah.. Karena Allah.. Kalau karena manusia mah.. Males banget.. Gak ada abisnya kesalahpahaman ini, kita gak akan bisa sama - sama.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)
Saya cuma mau komen aja tentang fenomena bencana alam yang menjadi teguran.. Namun beberapa orang merespon berlebihan, ada judger nya ada juga yang playing victim. Pembenaran-pembenarannya iku loh gak tahan... Hal hal kecil aja rame...... Padahal simple banget cuma saling ngertiin aja... Positive thinking aja... Ujian dari Allah.. Kalo gak ngerti sabar aja udah. Aman.
Dua sudut pandang.. Dua2 nya baik namun.. Saling mengerti aja sih.. Namanya juga manusia.. Plus minus nya pasti ada.. Kalau kamu lihat kesalahan orang yaudahlah.. Tegur aja dengan baik.. Kan ada adabnya.. Tapi ingat.. Lau juga manusia lau juga ada salahnya. Lebih baik mawas diri dulu deh... Diatas langit masih ada langit... Diatas yang mengetahui masih ada yang lebih mengetahui, so calm aja dan ikutin aturan Allah...
Saat kita menemukan "kesalahan" apakah artinya harus kita musnahkan?
I dont know what the best answer, but what i know the best answer is : KITA GAK BISA MERUBAH SESUATU. KITA BUKAN TUHAN YANG DENGAN TINDAKAN ATAU PERKATAAN KITA BISA MERUBAH.
Tapi kita bisa merubah diri kita sendiri..
سَوَآءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَ مَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ
"Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterusterang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 10)
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ
"Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 12)
Kalau kita melihat sesuatu yang "salah" , kita mungkin gak bisa merubah yang salah itu menjadi benar, tapi kita bisa merubah diri kita sendiri untuk menjadi "benar" dalam melihat kesalahan itu. (setidaknya kita bisa berkembang dari situ)
Ujian.. Semuanya masing2... Dan kita bukan pemberi hidayah.. Bahkan rasul tidak bisa memberi hidayah tanpa seizin allah...
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)
Semua yang terjadi pasti ada manfaatnya... Seenggaknya buat perbaikan diri kita sendiri.. Karena amal kita masing2, kalau kita berbuat baik.. Kebaikannya untuk diri kita sendiri.. Bukan untuk orang lain. Gak ada ruginya kalau kita melakukan sesuatu atau lebih banyak memberi lebih. Kamu happy.. Aku juga happy... Hehe..
قُلْ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ
"Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara dirimu."
(QS. Yunus 10: Ayat 108)
Gak ada yang salah..
Cuma fitnah aja..
Kalau kita satu tujuan.. Mungkin perselisihan dan beda pasti ada.. Namun bukan untuk diperdebatkan.
"Gak semua orang yang mau bicara itu tahu... Dan gak semua orang yang tahu itu mau bicara"
"Jika diammu lebih bermakna.. Maka diamlah.. Tak ada yang perlu diperdebatkan."
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
Wassalamualaikum wr.wb.
Kebenaran miIik Allah kesalahan milik saya.. Terimakasih..
Komentar
Posting Komentar