Semua Milik Allah

Assalamualaikum wr. Wb.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Selamat malam....
Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.

Malam minggu sharing!!!
Ditulisan kali ini penulis mau sharing beragam hal yang menjadi semacam kekhawatiran atau salah satu pertanyaan yang suka nemplok di jidat bagian dalam penulis, hehe. *apaseee

Lets sharing tonight!

Pernah gak kalian melihat orang yang kaya harta? Yang miskin? Yang cantik? Yang ganteng? Yang sholeh? Yang sholehah? Yang baik? Yang jahat? Yang pelit? Yang pemurah? Yang sehat? Yang sakit?

Semua manusia diberikan Allah dengan kadar yang berbeda-beda, dan perbedaan inilah yang seharusnya kita curigai, hmm kenapa ya???
Mengapa demikian?

Karena semua manusia diuji!
Dan diantara mereka yang diuji itu memiliki keterkaitan, bagai bangunan yang saling susun dan menguatkan.

Ibarat sebuah rumah, pondasi dan atap itu gak ada yang lebih tinggi atau rendah. Gak ada yang lebih mulia atau hina. Melainkan keduanya saling menguatkan! 🌋

Semua saling memberikan kebahagiaan dan kemanfaatan.

Jangan bilang orang miskin gak ada guna, ada gunanya! Harusnya orang2 kaya itu "berebutan" untuk memelihara orang orang yang tidak mampu, bukan malah kaya sendiri. Subhanallah

Contoh : yang kaya vs miskin

Yang kaya harusnya dengan hartanya gak merasa hebat atau lebih baik daripada yang miskin, harusnya bisa bantu yang miskin, dan yang miskin bersyukur kepada Allah kalau dia hidup susah juga kan banyak yang bantu

Yang sholeh vs yang belum sholeh

Yang sholeh harusnya dengan ilmunya bisa dipakai untuk membantu yang belum sholeh,

Yang sehat vs yang sakit

Yang sehat harusnya bisa bantu yang sakit dong, selain yang sehat dapat pahala yang sakit kan juga jadi merasa tertolong. Dan kalau suatu saat mereka bertukar posisi mereka bisa saling bantu.

Ibaratnya seperti kebaikan yang saling memberikan "feedback". Inilah sebuah hubungan kasih

Dan sebenarnya, semua itu milik Allah

Semuanya, gak ada yang secuil pun milik makhluk

Manusia ibaratnya cuma kaya ambil hikmah dan pelajaran aja, karena nanti balasannya hanya ada disisi Allah

اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَ  ۗ  نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَـتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا   ۗ  وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."
(QS. Az-Zukhruf 43: 32)

Maksudnya gini, terkadang ada orang yang merasaaaa berjasaaaaa sekali setelah membantu orang lain, abis bantuin eh dia pamrih. Dan dibahasss terus tiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain, dan maunya dipuja puji. Kalo ga dipuji ya mager. Subhanallah...

Lakuin sesuatu itu karena Allah, kalau ngelakuin segala sesuatu karena Allah, insyaallah selamat!!! Bukan keterpaksaan, melainkan keharusan.

"Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui" (Az zumar: 29)

Segala puji bagi Allah, karena semua milik Allah.. Adapun kelebihan yang kita miliki semua itu hanyalah ujian... Subhanallah.. Apa yang bisa kita sombongin?
Gak ada.. Bahkan kebaikan itu milik Allah. GAK ADA satupun makhluk di dunia ini yang memiliki kebaikan kecuali dengan izin Allah. Semua karena rahmat Allah

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ۗ  وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْـفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ  ۗ  وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًا وَّلٰـكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ   ۗ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: Ayat 21)

Kita harusnya aware sama ujian-ujian ini, dengan cara lagi lagi sering muhasabah diri dan tetap menjadikan Allah no. 1 dan menyibukan diri dengan hal hal yang positif.

Kadang kita ngiri gitu sama orang yang lebih lah daripada kita.. Tapi sesungguhnya kebaikan itu juga merupakan ujian...

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ  وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً   ۗ  وَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: 35)

GAK ADA MANUSIA SUCI DARI KEKHILAFAN!
kecuali mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah, karena orang yang sudah sholeh pun tetap bisa melakukan kesalahan. Ya.. Manusiawi,

Namun selayaknya kita berusaha yang terbaik sampai matiiiii, itulah perjuangan. Apalagi zaman ini guys, gak usah ke uhud buat perang, keluar rumah juga sudah banyak sekali medan pertempurannya wkwk.. Sedikitnya amalin hukum2nya Allah. Jauhi larangan jalankan perintah, samina wa athona!

Nih otak harus di fogging... Sering2 fogging...yak wkwkw. Subhanallah...

فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ۖ  ثُمَّ اِذَا  خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّا  ۙ  قَالَ اِنَّمَاۤ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗ  بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ  وَّلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

"Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami memberikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku. Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Az-Zumar 39: 49)

Hati hati ya.. Jangan pernah merasa paling baik, weyy sadar wey.. Masih ada hari esok yang penuh kejutan. ujian masih nunggu didepan, dan syaitan masih sabar nunggu celah kelalaian kita, biasa "haters" itu emang lebih pedulian biasanya daripada "lovers" wkwk
Tuh haters setia banget kan wkwk.. Jangan kenalan sama dia, dia jahat:(

Dan selalu minta perlindungan sama Allah, jangan udah merasa soleh..selalu doa sama Allah. Sungguh kalau gak mengandalkan Allah, you drop out! Gak lulus. Gak dapat ijazah. Boro-boro cumlaudeh, percuma dari lv satu nilai bagus2 kan wkwk.. Pertahankan keimananmu guys, gimanaa? Asyik kan? Mantappppp!!!! Masyaallah...

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ  فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

"Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Fussilat 41: 36)

وَمَنْ يُّسْلِمْ وَجْهَهٗۤ اِلَى اللّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ  بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى ۗ  وَاِلَى اللّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

"Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan."
(QS. Luqman 31: 22)

Semua pemberian dari Allah dan ujian untuk kita?
Apa yang sedikitnya kita bisa milikin, selayaknya belum benar benar miliki, nanti allah kasih.. Tapi nanti.. Sabar ya.. Hehe.. Kalau sekarang mah semuanya ujian! Keep aware!

Sabar....

Allah SWT berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ   ۗ  لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ   ۗ  وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ    ۗ  اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 10)

Semuanya yang terjadi adalah hal hal yang Allah hendak ajarkan kepada kita semua, ada yang tunduk ada yang nggak mau tunduk, ada yang syukur ada yang kufur. Auzubillahi minasyaitanirrajim.

Jadi kita belajar, menjadi sebaik-baiknya hambanya Allah. Menjadi sebaik-baiknya manusia, insyallah...

Gak ada yang milik kita. Semua milik Allah. Semuanya! Subhanallah, everything about you yaa rabbi.

Segala hal milik Allah!
Bahkan kekuatan yang ada pada manusia juga milik Allah, Allah yang pelihara allah yang tangguhkan, tiada yang bisa memberikan pertolongan kepada satu makhlukpun kecuali Allah!

فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْ ۖ  وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَ لٰـكِنَّ اللّٰهَ رَمٰى  ۚ  وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَآ ءً حَسَنًا  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 17)

ذٰ لِكُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ مُوْهِنُ كَيْدِ الْـكٰفِرِيْنَ

"Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 18)

Dalam perang pun, bukan manusia yang bunuh dengan kehebatannya atau apalah. Melainkan kekuasaan Allah! Manusia tugasnya mah usaha aja.. Bersyukur aja.. Dan berjuanglah pokoknya, hehe..

Kalau ada manusia yang keliatan mata kita hebat, janganlah kita memuji manusia itu, tapi pujilah Allah yang menghendaki demikian, dan hargailah manusia itu.. Sungguh saling nasihat menasihati adalah emas.

Saling ingat mengingatkan guys.
Jangan kau berikan duri pujian kepada temanmu,
Tapi berikanlah nasihat dan juga kasih sayang, itu lebih baik, alhamdulillah..

وَمَاۤ اَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِ فَبِاِذْنِ اللّٰهِ وَلِيَعْلَمَ  الْمُؤْمِنِيْنَ

"Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah, dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 166)

وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَافَقُوْا  ۖ  وَقِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَوِ ادْفَعُوْا  ۚ  قَالُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَّا تَّبَعْنٰكُمْ ۗ  هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ اَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْاِيْمَانِ ۚ  يَقُوْلُوْنَ بِاَفْوَاهِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَ
"dan untuk menguji orang-orang yang munafik, kepada mereka dikatakan, Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu). Mereka berkata, Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang, tentulah kami mengikuti kamu. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 167)

اَلَّذِيْنَ قَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْا  ۗ  قُلْ فَادْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

"(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh. Katakanlah, Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 168)
Allah SWT berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا  ۗ  بَلْ اَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ

"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 169)
Allah SWT berfirman:

فَرِحِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ  ۙ  وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ  اَ لَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

"mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 170)

Pertempuran di medan perang atau dalam kehidupan sehari hari. Semuanya ujian, biar Allah tahu hati kita... Allah tahu sih, tapi mungkin biar kita juga bisa tahu dan belajar dimanakah kira2 taraf keimanan atau kemunafikan kita? Subhanallah... Wallahu alam..

Gak ada urusan sama makhluk tapi sama Allah, allah uji hati kita, subhanallah.. Subhanallah.. Dan setiap orang memiliki tingkatannya masing-masing. Allah bisa menaikkan derajat manusia langsung tinggi, tapi bisa juga menurunkan derajat langsung ngedrop. Subhanallah, mari mawas diri.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ ۚ  لَا يَضُرُّكُمْ مَّنْ ضَلَّ اِذَا اهْتَدَيْتُمْ  ۗ  اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُـنَـبِّـئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 105)

Hufff.. Semangat ya! Teman teman, kalau belum mati berarti perjuangan ini belum berakhir! Marilah kembali kepada Allah dengan keadaan sebaik2nya. Insyaallah.

اَفَمَنِ اتَّبَعَ  رِضْوَانَ اللّٰهِ كَمَنْۢ بَآءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَنَّمُ ۗ  وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ

"Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 162)
Allah SWT berfirman:

هُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ اللّٰهِ  ۗ  وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ

"(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 163)

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ   ۚ  وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 164)

Alhamdulillah semua berkat rahmatnya Allah,
Semoga senantiasa kita menjadi hamba Allah yang bersyukur, manusia yang bersyukur, manusia yang sebenar benarnya. Bukan mereka yang terlanjur gila akan kekuasaan, harta dan segala macam pernak perniknya dunia.

Sehingga hatinya telah lalai, ia teramat cinta dunia sehingga takut mati? Auzubillahi minassyaitanirrajim.

Kesimpulannya adalah, agar kamu tidak terlalu cinta dunia dan ringan dalam memanfaatkan duniamu untuk akhirat. Karena semua milik Allah, apa yang membuat diri kita menjadi merasa berat?

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ  ۚ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰٮهُمْ اَنْفُسَهُمْ ۗ  اُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 19)

Jangan takut hidup,
Jangan takut mati,
takutlah Allah saja... Jika kamu orang yang benar.

وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ  ۗ  ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

"Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 281)

Allahu alam,
Terimakasih segini aja sharingnya, alhamdulillah..

Makasih udah mau baca semoga bisa menjadi kebaikan untuk kita semua...
Jika ada kebenaran milik Allah, jika ada kesalahan itu milik saya, wassalamualaikum wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran