Kesalahpahaman

Assalamualaikum wr. Wb.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Selamat sore....
Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat. 

Sharing aja...
Kadang suka pusing sama "kesalahpahaman" , "mispersepsi" atau apalah namanya...
Suka bingung nentuin mana yang salah mana yang benar.

Kebenaran kok malah "keliatan" dimana mana.
Terus dalam hati baru ngeh dan bilang, "pantas saja ada hukum... "
Pernah liat, seorang anak yang bertengkar sama orang tua.
Katanya kalo anak "jahat/nakal" yang salah itu didikannya hasil produk orang tua.
Jadi orang tua salah, karena gak kasih didikan yang baik untuk anaknya.
Terus si anak jadinya wajar kalo ngelawan dan nuntut2 bla bla..

Tapi emang kenyataannya gitu sih, kita gak bisa subjektif tapi harus objektif. Kalo salah ya salah. Gak bisa ngeliat pelakunya siapa. Meski jabatanya raja sekalipun. (tjakep! Tapi masih ada cacatnya gak mentah segini aja standarnya, masih kurangg)

Karena begini.. Karena begitu..
Semua benar..! Menurut "keinginan" atau "ego" masing2

Tapi kok ngeliatnya miris ya?

Ya karena gimana pun, walaupun misal ada orang tua yang gak bisa menuhin "standar" ala masyarakat atau ala anak itu sendiri. DARAH YA TETAP DARAH.
Itu kebenarannya! Dan gak akan salah. Gak ada asumsi disini.

Maksudnya saya cuma mau bilang, terlalu lelah mencari kesalahan orang lain. Atau main "salah salahan" atau adu kebenaran. Lelah...

Saya pernah liat ada orang yang "keliatannya" agamanya baik, tapi gitu deh. Manusia.
Saya pernah liat pendosa yang "keliatannya" jahaat.. Tapi nangis2 kalo ngomongin orang tua wkwk
Saya pernag liat orang yang "keliatannya" baik yang sangat "ambisi" hingga dia lupa, keluarga or anything hingga bahkan ia kehilangan diri dia sendiri.
Saya pernah liat orang yang hidupnya cuma mau senang2 aja tanpa peduli sama diri sendiri. Ya dia hancurin diri sendiri tanpa sadar. Mabuk yang benar2 mabuk.

Kalo kata al ghazali, manusia itu ada 4 golongan :
1, dia tahu. Dan dia tahu kalau dirinya tahu.
2. Dia tahu. Tapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu.
3. Dia tidak tahu. tapi dia tahu kalau dirinya tidak tahu.
4. Dia tidak tahu. tapi dia tidak tahu kalau dirinya tidak tahu.

Fitnah luar biasa...
Sejatinya kita gak bisa berlindung dibawah nama harta. Tahta. Atau wanita?

Tahta? Itu jabatan atau kedudukan?
Sama aja kan kaya status anak atau orang tua. (ini pemisalan aja ya soalnya paling gampang)

Contoh aja.
Di zaman sekarang, pemikiran ada yang ketimuran atau ada yang kebaratan. "kebenaran" kaya selera aja kan? Kalau budaya timur ya timur... Barat ya barat..
Relatif gitu.

Jadi mau gaya yang mana?

Mau pesan yang mana? "Suka"nya yang mana?

Dasar manusia suka seenaknya!

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً   ۗ  فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ   ۗ  اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23)

Kebenaran itu satu padahal. Dan semua selayaknya tunduk dan harusnya takut kalau merasa paling benar malah. Subhanallah

Dan kenyataannya, mereka yang menang. Adalah mereka yang bertahan.

Bukan masalah, siapa yang paling benar. Lalu paparin bukti2 bla bla bla.

Bukan itu. Tapi masalah siapa yang mau mengaku salah terlebih dahulu,

فَاصْبِرْ اِنَّ وَعْدَ  اللّٰهِ حَقٌّ وَّاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ  بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِ

"Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi."
(QS. Ghafir 40: Ayat 55)

Karena pasti setiap manusia ada salahnya, tapi cuma sedikit yang mengetahuinya. Atau bahkan ada yang gak sadar kalau mereka salah.

Jadi gimana ?

Lagi cari hakim? Apalagi jadi hakim, ya?

Lebih baik saling ngalah.. Saling dengerin..

Jadi gak main salah salahan gitu. Jadi akur. Jadi tenteram.

Yang paling susah itu cari kesalahan sendiri.
Susah.

Rasain deh, beda rasanya. Dan efeknya juga beda.
Insyaallah lebih baik.

Permasalahan yang "berantem" gitu gitu. Selayaknya alhamdulillah juga sih, jadi buat kita makin yakin kalo firman Allah itu benar. Subhanallah.

Manusia suka banget ribut ya Allah.. Pusyiiinggg...

Tuntutan yang menjelma harta. Tahta. Wanita. Semuanya itu itu aja muter muter.

"sebagai anak... Harus.. Blaa.. "
"kalo jadi orangtua seharusnya... "
"sebagai istri... Aku mintaa.. "
"warisan? Ribut! "

Pusyyinggggggg....

Sementara syaitan masih hepi hepi.. Adu domba diantara kita. Sampe kita lupa jati diri. Sampe kita lupa kebenaran itu apa. Sampe lupa sama Allah.
Astagfirullah al adzim.

Kita gak akan mampu untuk "menilai" satu orang pun.
Gak akan mampu.

Emang situ bisa mengetahui masa depan seseorang?
Amal-amalnya? Hatinya? Lukanya? Usahanya?
Enggak lah.

Ngeri kadang, manusia terlalu ceroboh dan bodoh. Termasuk diri sendiri.

“Satu-satunya kebijaksanaan adalah mengetahui bahwa Anda tidak tahu apa-apa.” (Socrates)

Karena emang kita gak tahu.

Yang tahu cuma Allah.
Sekalipun kita ada tahu. Pasti itu karena Allah dan dari Allah. Dan atas nama Allah.

وَاِنْ كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنْكُمْ اٰمَنُوْا بِالَّذِيْۤ اُرْسِلْتُ بِهٖ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوْا فَاصْبِرُوْا حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ بَيْنَنَا   ۚ  وَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ

"Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah Hakim yang terbaik."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 87)

وَاتَّبِعْ مَا يُوْحٰۤى اِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتّٰى يَحْكُمَ اللّٰهُ  ۚ  وَهُوَ خَيْرُ الْحٰكِمِيْنَ

"Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik."
(QS. Yunus 10: Ayat 109)

Kita cuma tahu hal hal sedikittt banget.

Pusing sih, bumi ini.

Tapi harus tetap main. Dan berusahalah sebaik2nya.
Masing2 per individu.
Tapi bukan berarti kita jadi gak peduli dan cuma mau urusin aib2 kita aja. Kita tetap saling ingat mengingatkan. Karena sungguh nasihat itu emasss... Dan berharga.

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ    ۙ  وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)

Tapi kemurnian nasihat itu, yang menemukannya agak susah. Tapi masih ada insyaallah. Selama kita hak menyerah dan selalu berusaha. Insyaallah.

Maka bersabarlah, selagi masih hidup berusahalah..

Banyak diam dan banyak mendengarkan itu jauh lebih baik...tapi bukan berarti diam tidak melakukan apapun.

Kadang ada masanya beristirahat dan tertidur,
Kadang ada masanya untuk berlari...

Suatu saat nanti, semua akan lebih baik. Insyaallah..
Bagi sesiapapun yang tidak pernah menyerah.
Bertahanlah.. Istiqomah.

وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَـتُهَا  ۚ  وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى   ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
"Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 60)

وَاَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ  لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا  ۗ  وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ  اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ

"Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 48)

Hanya Allah lah sebaik-baiknya hakim,
Kebenaran milik Allah, kesalahan milik saya.
Wassalamualaikum..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran