Say No untuk maksiat. Say No untuk pacaran

Assalamualaikum wr. Wb

Kali ini mau bahas tentang pacaran...

Sedikit cerita,
Pendapat saya tentang pacaran itu,  "NO"
Masalah nanti biar jadi nanti aja lah. Orang tugas kita tuh cuma taat aja kan.. Udah ntar juga kelar wkwkw (simple minded kabur power)

Selain karena perintah Allah juga.. saya emang dari dulu Merasa kalau pacaran ini  suatu tindakan yang gak bisa saya terima. irasional aja menurut saya. hehe.. Dan saya menemukan islam dan tambah membuat saya penasaran dan meyakini bahwa dari segala rasa insecure saya. Islam itu kaya cahaya dalam hidup ini. In every detail.

Saya jadi mikir, emang kalau pacaran maksudnya gimana sih.. Kenalan dulu gitu.. Tapi tenggang waktu yang seperti apa yang dibutuhkan untuk membuat seseorang mantap?

Setahun?

Hadeh.. Banyak maksiatnya ada juga ya.. Apalagi saya yang notabennya udah kaya angin ilang-ilangan.
Pacaran bukan cara yang pas buat saya.

Pasti saya putus-putus mulu deh kayanya. Baru sebulan putus, seminggu putus, sehari putus bisa Juga kayanya wkwk..

Karena saya malas aja buang2 waktu.. Ya kalau tau gak cocok pasti udahan. Kejam ya? Makanya gak suka pacaran wkwk.. Tulus ini mah demi kebaikan semua. Kalo gak cocok kenapa harus dipaksain? Mundur teratur aja..

Kalau urusan suka mah... Saya juga suka mie ayam, ketoprak, gado-gado, pangsit, ayam geprek (banyak deh)... Hadeeeh.. Ada yang lebih penting dari hanya sekedar rasa dan selera. Hehe

Aneh ya?

Lah... Saya mah malah bersyukur, wkwk

Kadang temen ada yang Bilang, "terlalu pemilih ni.. Sikat aja dulu sih ni.. Coba dulu.. "

Berani coba-coba?

Nggaklah.. Lagian siapa yang pemilih coba.. Saya gak pemilih sama sekali, cuma mau ikutin syariat aja, insyaallah... Plus karena memang belum nemu aja. Tar temen saya kaget lagi kalau tau2 saya nikah duluan wkwk..

Contoh ya.. Misalnya ada orang yang berdialog.

A : "eh sama makanan jangan pilih2... Makan aja apa yang ada.. Nanti kalo gak makan aja.. Mati! "

B : "tapi itu babi.. Saya gak makan babi"

A : "pilih2 banget sih. Sombong! "

B : "dalam islam, Allah melarang kita untuk makan babi"

A : "islam.. Islam.. Laper aja lo... "

*islam islam jomblo seumur hidup ajaa lo... Wkwkw
Ketawain ajhaaaa....

Padahal ya.. Dalam ilmu kesehatan aja sudah ada risetnya tentang buruknya babi untuk dikonsumsi. Tapi yang ingkar mah tetap aja kan ngeyel? Astagfirullah al adzim.. Semoga dapat hidayah.

Manusia mah repot kan.. Biar tahu itu baik atau buruknya harus riset dulu.. Ambil darah babi.. Ambil dagingnya.. Butuh mikroskop butuh waktu berbulan bulan atau bertahun,  untuk membuktikan sesuatu benar atau nggak.

Sementara subhanallah.. Allah adalah tuhan semesta alam, dia Maha mengetahui yang kita gak tahu, karena Dia yang Maha menciptakan, biar kita taat dan bisa bedain mana yang benar atau nggak. Allah minta kita taat aja.. Sushah benerr... Udah mirip  debu dibawah keset juga masih sombong aja.. Wkwk astagfirullah al adzim...

Ibaratnya kita lagi ujian.. Tapi udah dikasih jawaban gitu.. Tinggal kita mau ikutin jawabannya Allah. Atau keingkarannya diri kita berikut syaitan. Dan kemudaratannya.

Contoh, Allah bilang tentang ancaman hari kiamat, apa kita harus riset kiamat dulu.. Harus liat dulu ya? Harus diazab dulu baru yakin neraka?

Mungkin itulah yang disebut intelektualitas tanpa batasss...
*Luar biasaa.. Manusia berteknologi majnun collab with syaithan

Allah SWT berfirman:

فَاِنْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَاعْلَمْ اَنَّمَا يَـتَّبِعُوْنَ اَهْوَآءَهُمْ   ۗ  وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰٮهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

"Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 50)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ  وَلَا يَزِيْدُ  الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al-Isra' 17: 82)

Lindungi kami ya Allah dari kebodohan  dan kezaliman kami....

Yang saya mau sampaikan disini yaitu, jangan takut meninggalkan apa yang diharamkan Allah. Semangat terus dan yakin Allah pasti akan memberi yang layak dan lebih baik.

Kapankah waktunya itu ya Allah?

Wallahu alam..

Ingat, tugas kita adalah taat. SisaNya urusan Allah, Hanya Allah lah sebaik2 pemelihara hamba2Nya dan tempat kembalinya segala urusan.

وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ  كُلُّهٗ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۗ  وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

"Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan Bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Hud 11: Ayat 123)

Saya nanya.. " orang yang berpacaran itu karena apa? "

✔karena suka dan tertarik awalnya,
terus saling mengenal ⏭ ada ikatan saling terkait ⏭ saling give and take hingga terbentuk⏭ saling keterbutuhan.

Terus nanya lagi saya, "apa yang disuka?"

✔Macam macam.. Ada yang suka fisiknya, sifatnya, hartanya wkwk.. Ada yang bilang malah kalau suka tak bersebab, "aku suka ya kamu itu tanpa alasan.. Because its you.. " *yaelaaaa kasih receh nih

Terus.. Saya nanya lagi, "apakah alasan itu sudah cukup untuk membuat seseorang bertahan? "

Ya enggak lah.

Walaupun saya gak pernah pacaran, tapi saya selalu terima konsul dari orang2 pacaran wkwk 😅 salah emang konsulnya ke saya, yang sarannya selalu bilang "putus aja sih" 😂😂😂

Saya nanya ke teman saya yang lain yang kala itu kebetulan lagi galau.. Dia mau "putus" aja sama pacaranya tapi gak bisa. Katanya gini... Sudah terlanjur sayang, udah terlalu banyak kenangan.. Momen kebersamaan tempat2 kenangan gitu deh.. Udah terlalu sering bergantung lah istilahnya.

Kalau sudah gak bisa sama-sama terus pertahanin apa sih? Status?

"pacaran itu juga bagian dari kedewasaan ni.. Tentang kita tuh belajar gimana caranya menerima kekurangan pasangan kita dan kita bertahan untuk setia.. Hingga maut yang memisahkan..." *hiperbola

Mohon maaf ya.. Tapi saya gak lihat tuh pacaran itu bisa untuk jadi pembelajaran, yang saya liat ya cuma zalim sama diri sendiri aja..

Pacaran itu kaya "pengalihan isu", kaya kita tuh ditipu. Dibuat sibuk sampai kita lalai kepada hal2 yang penting...

Dan karena kita sama2 manusia, mungkin kita bisa debat sampe dua kali subuh, dan finalnya... "Saling toleransi aja lah.. Menghargai.. " Please... Jangan campurkan yang haq dengan yang batil... Tapi terserahlah.. Berlepas diri aja. Selayaknya semuanya harusnya dikembalikan kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَـكُمُ  الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَاِنِّيْ جَارٌ لَّـكُمْ ۚ  فَلَمَّا تَرَآءَتِ الْفِئَتٰنِ  نَكَصَ عَلٰى عَقِبَيْهِ وَقَالَ اِنِّيْ بَرِيْٓءٌ مِّنْكُمْ اِنِّيْۤ اَرٰى مَا لَا تَرَوْنَ  اِنِّيْۤ اَخَافُ اللّٰهَ ۗ  وَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

"Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu. Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah sangat keras siksa-Nya." (QS. Al-Anfal 8: 48)

قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ   ۗ  وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَـفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَا ۚ  وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى  ۚ  ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْـتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan." (QS. Al-An'am 6: 164)

Back to topic,

Kelamaan maksiat jadi susah lepasnya.
Bahkan lebih mencintai "keinginannya/nafs" nya ketimbang Allah swt. Astagfirullah al adzim.

Dan nafs adalah pintu keluar masuknya syaithan.

Terus apa coba tujuan dari pacaran itu?
Nikah?
Yaudah kalau udah saling sayang... Gak bisa dipisahin.. Nikah aja.. Pas saya suruh nikah nih.. Katanya, belum yakin lah.. Gak semudah itu.. Dia belum berubah.. Aku nunggu dia berubah.. Yahh... Kalau belum yakin ya putusin aja lah. Kan gak yakin sama si dia.. Eh giliran disuruh putus gamau.. Katanya masih sayang banget... Lahhhhhhh... Gimana sih ya.. -_- sudahlah.

Manusia udah gak jelas ya.. Dan pacaran ini bukan solusi dari ketidak jelasan kita, Fix.

Lanjut lagi... Saya bertanya tanya gitu kan.. Lagi lagi cinta itu apa sih.. Kepo euy... Sana sini cinta.. Tapi saya cuma lihat nafs aja... "sekedar rasa ingin atau ketertarikan", dan seperti biasa hati saya minta lebih dari ini.

Senang memang, kalau ada orang lain yang perhatian ke kita. Tapi percayalah, itu cepat basinya.

Dan intinya alhamdulillah sekarang sudah ketemu jawabannya...

Cinta itu hakikatnya sama.. Semua dari Allah, karena Allah dan untuk Allah (semua jawaban itu baliknya ke Allah)

صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  اَ لَاۤ اِلَى اللّٰهِ تَصِيْرُ الْاُمُوْرُ

"(yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. lngatlah, segala urusan kembali kepada Allah."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 53)

Allah pemilik segala urusan langit dan bumi..

Cinta itu adalah fitrah. Semua orang butuh menerima dan memberinya.

Kenapa fitrah? Contohnya, saat kamu mencintai ibu kamu.. Apa kamu bisa memilih ingin ibu dengan wajah seperti apa, harta yang gimana, hati yang gimana?

Kan enggak.

Ibu ya ibu. Gimana pun Dia.. Kita tetap aishiteru.. Hehe. Sama kaya cintanya ibu ke anak gimana pun kita.. Ibu sayang kita.

Kita cinta sama ibu bukan karena harta.. Wajah.. Atau sifatnya.. Tapi karena ia ibu kita..

Cukup jadi ibu.. Maka kita sayang dia dan dia sayang kita. Ini ikatan yang allah berikan selalu indah.

Ibu juga bukan pilihan kita
Tapi pilihan Allah. Dan pilihan Allah tak pernah keliru.
Bukan tanpa alasan.
Karena ia ibu kita sudah fitrahnya kita mencintainya.
Itulah kuasa Allah yang maha mengatur

Mencintai ibu karena Allah... (dari Allah dan untuk Allah)

Cintailah takdir yang Allah pilihkan pada kita?
Takdir seperti apa dulu?
Takdir yang membuat kita semakin mendekat and taat pada allah biar kita tahu makna cinta sebenarnya.
Karena hakekatnya semua kembali kepada Allah.

Semua jawabanmu mudah.
Ada dalam syariat

Sekarang kau sudah tahu dalam keyakinannya kini tinggalah dirimu membuktikan dalam pembuktiannya
Namun bukti pertama yang harus kau buktikan kepada Allah ialah kesabaranmu, syukurmu, taatmu.

Terus gimana kalau ibu kamu malah gak taat sama Allah atau malah hendak menjauhkan kamu dari Allah?

Itu beda lagi urusannya.. Ingat ya.. allah itu segalanya.

No. 1 Allah lanjut ke rasulullah.. Sisanya makhluk.

Sama aja ke pasangan juga gitu.. Fitrahnya demikian.. Insyaallah.. Jadi semuanya harus kembali pada Allah.
Karena Allah, untuk Allah, dari Allah. Padahal keuntungannya buat kitaa tok. Allah Maha kaya, Allah maha pemurah.

Segala hal yang didasari ketaqwaan dan kecintaan kepada Allah itu paling berharga menurut saya. Karena seseorang tahu gimana caranya berjuang, bertanggung jawab, dan lebih menghargai sesuatu yang akan dimiliki. Bukan cuma hasrat yang menggebu.

Ibaratnya, cinta itu harusnya bikin kenyang. Bukan cuma kita makan "bumbu2nya aja" ya... Kalau kita cuma makan "bumbu perasa" nya aja. Kapan kita puasnya? Kapan kita kenyangnya?

Biar enak... Terkadang Kita makan nasi pake royco bukan makan ajinomoto pake nasi ya.. Mungkin ini yang kidz zaman now suka bilang, "kalau cinta bikin bodoh" yaiyalah.. Makan mecinnya doang.. Over mecin!!!! (mecin apa micin sih, wtv😂) Hehehehehehehehe... Canda yakkkkkkkkkkkk 💁💥

Cinta itu bikin enak. Bukan enek. Bikin sehat bukan candu.

Cinta bukan sekedar rasa. Tapi lebih dari rasa.

Kata siapa, kalau orang harus pacaran dulu untuk mengerti tentang apa itu cinta...

Buktinya, banyak diantara mereka yang berpacaran tapi belum juga mengerti apa yang disebut dengan cinta?

Banyak orang yang beralasan, dengan berpacaran (sebelum nikah) mereka jadi mengerti tentang apa itu cinta... Hmm... *tersesattt

Cinta.... Itu di hati. Dan pemilik hati adalah Allah swt.

Allah SWT berfirman:

اَلْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 147)

Jalanin yang sesuai fitrah. Ikutin alquran. Sisanya liat entar.
Lillahi taala.
..
belum tentu umur nyampe juga kan hehe.. Yang sekarang dulu aja bagusin.

Sebaik-baiknya balasan hanya ada di sisi Allah swt.
Love Allah and Allah will always loving you..

Gak ada ikatan seperti ikatan Allah.. Gak ada cinta yang seperti cintaNya.

Rasain cinta sejati dulu deh (cintaNya Allah) Baru menemukan cinta yang lain. Eaaa... Insyaallah..

Cinta yang membuat engkau bertambah iman akan Allah... Insyaallah...

Ambil yang terbaik, Berikan yang terbaik untuk yang terbaik...

 Dan kita akan mendapatkan yang terbaik dari Allah untuk Allah dan karena Allah,insyallah.

Jadi.... Say NO untuk Maksiat. Say NO untuk pacaran.

Yang say NO, untuk pacaran yang sebelum nikah ya.. Tapi kalau udah halal yaa... Aku sih, YES!!! Hehehee 💁💁🙏🙏😂😂

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً  ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

Hal-hal yang keji gak akan ngeblend sama hal2 yang baik. Cahaya gak bisa tembus ketempat gelap lagi dalam.  Hal hal bersih gak mungkin serupa sama hal2 yang kotor. Haq is haq. Batil is batil.

Segitu dulu aja.

Mohon maaf dan Terimakasih.

Jika ada yang baik itu milik allah. Jika ada yang tidak baik itu milik saya.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَـفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ  ۚ  تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا  ۚ  وَ لَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 28)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran