Belajar sepanjang hayat
Assalamualaikum wr. Wb.
Selamat sore.. Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.
Sedikit cerita,
Kalian pernah gak terpikir, kalau rasanya dunia ini terkadang gak adil. Kayanya tuh gak ada kebenaran gitu. Cuma yang memiliki kekuasaan aja yang bisa semena-mena dan ngatur2 sesuai dengan apa yang dia bisa.
Dan gak cuma itu aja.. Terkadang kalau seseorang punya kewenangan lebih. Atau lebih kuat daripada yang lain, dia bahkan bisa menindas yang lebih lemah untuk kepentingannya. Kaya lintah darat gitu.
Dan mereka tertawa saat yang lain menangis, mereka merasa lebih hebat. Dan mereka berbangga atas semua itu. S*mp*h!
Pernah terpikir gitu.. "oh jadi aturan main di dunia ini... Siapa yang kuat dia yang menang, maka dari itu jadilah kuat" , "dunia ini tentang siapa yang menindas dan siapa yang tertindas, pilihlah! Jangan ada disisi lemah",
Jujur, saya gak suka banget hal hal kaya gitu, harusnya yang kuat itu melindungi yang lemah. Bukan malah sok jago.
Kalau mereka bilang inilah kenyataan hidup.
Maka, saya berani bilang kalau ini fitnah hidup.
Seenggaknya kalau mereka menamai sistem itu hidup. Itu bukan kehidupan yang saya inginkan, itu bukan kehidupan bagi saya.
Terus mulai dari situ, saya memiliki tekad kalau saya gak mau jadi manusia lemah. Karena kalau aya lemah saya gak bisa melindungi yang lain. Bahkan diri saya sendiri pun butuh perlindungan.
Berarti apakah saya harus menjadi manusia yang kuat? Pokoknya saya berusaha.. Ambisi saya meluap terus, hingga pada akhirnya saya terpikir kalau kekuatan berupa kekayaan, harta atau jabatan gitu gak ada harganya kalau kita gak memiliki seseorang yang kita sayang untuk berbagi. Kita gak bisa bahagiain diri sendiri. Nyatanya kebahagian kita itu bukan materi. Melainkan saat kita melihat orang yang kita sayangi tersenyum karena usaha kita, itu baru bahagia.
Tapi dizaman ini... Nyatanya kebahagiaan keliatannya terukur dari materi..Masyaallah.... Materi walaupun penting tapi bukan yang terpenting... Semuanya hanyalah ujian bagi kita, yang masih merasa manusia:)
Pokoknya fitnah udah kaya darah yang mengaliri tubuh bumi ini.
Idealisnya saya mulai belok, saya mulai menetapkan bahwa keluarga lah prioritas saya. Alasan saya belajar giat, alsan saya hidup ya keluarga. Bukan lagi mereka, saya udah mulai gak perduli tentang standar hidup manusia, yang saya pikirkan hanyalah keluarga saya dan terserah orang lain mereka gak ada harganya untuk saya.
Tapi saya terpikir lagi, kalau keluarga saya meninggal, lalu saya hidup untuk apa? Atau bagaimana ketika saya meninggal duluan bagaimana dengan keluarga saya? Apakah ini kebenaran yang paling saya inginkan? Mengapa saya masih merasa kurang. Masih ada yang salah dengan "aturan kebenaran" yang saya tetapkan.
Apalagi jika keluarga saya yang lebih dahulu meninggalkan saya
Habislah saya..
Habislah saya dimusnahkan kesedihan dan penyesalan.
Saya merasa.. Saya masih salah.
Kebenaran. Adalah hal yang paling saya cari.
Meringkuk dan makin menggigil saya..
Mungkin saya dulu islam tapi saya gak pernah mengerti tentang untuk apa saya sujud atau puasa.. Atau yang lainnya..
Tapi, Allahu akbar... Allah Maha baik kepada hambaNya.
Nyatanya apa... Ternyata... Hal yang paling saya cari adalah hal yang selama ini terabaikan oleh saya...
Saya mencari Allah.. Saya mencari tuhan. Saya mencari kebenaranNya... Saya mencari cahayaNya dari gelap ini. Dari gelap yang memakan jantung ini...
Jungkir balik muter2 cari hakikat dari kehidupan dan jati diri.
Dan saya balik lagi ke landainya sajadah.
Hidup itu perjuangan. Selamanya akan ada terus kebatilan. Saya gak mau berubah dari manusia menjadi monster lintah daratyang bahkan memakan saudaranya sendiri. Yang hanya dikadali oleh kekuasaan dan uang. Itu fitnah banget. Fitnah yang luar biasa.
Seharusnya segala nikmat yang Allah berikan selayaknya kita bersihkan dengan cara mendekatkan diri terus kepada Allah dan mengembalikan segala sesuatu padanya. Untuk menyucikan diri kita. Untuk kembali menyadarkan kita dari keserakahan, kesombongan dan juga nafsu akan ambisi atau kekuasaan.
Damai saya dengan islam...
Dalam islam... Semua ada hikmahnya dan saya merasa islam itu adil banget. Keadilan yang paling saya rindukan. Kebenaran yang paling saya rindukan.
Allah SWT berfirman:
اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 51)
Islam adalah cahaya Allah... Kalau hidup ini runtutannya islam. Bumi serasa syurga mungkin.. Kita tenang dan nyaman.
Ujung kebenarannya adalah... Semua dari kita adalah lemah...
Dan yang Maha kuat dan Maha berkuasa atas segala sesuatu adalah Allah swt.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)
Segala yang Kita miliki itu semua pemberian Allah... Agar.. Kita belajar.. Belajar untuk menjadi hamba yang taat, agar layak kita untuk kembali padanya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 37)
Kita hanyalah hamba... Tak selayakanya seorang hamba merasa lebih hebat dari hamba yang lain. Merasa berkuasa atas segala sesuatu. Yang bahkan jika napasnya ditahan satu menit saja.. Apakah matanya masih dapat melihat dunia?
Hidup itu bukan tentang berbangga-bangga. Meski kebanyakan mereka melakukannya.
Allah SWT berfirman:
اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 20)
Sejatinya hidup itu adalah ibadah. Mencari keridaan Allah. Tentang bersabar. Tentang berusaha. Tentang ikhlas. Tentang pantang menyerah. Tentang istiqomah. Tentang berbagi. Tentang saling ingat mengingatkan. Tentag tolong menolong. Tentang saling menerima. Tentang saling menghargai.
Hidupmu untuk apa?
Allah SWT berfirman:
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَـقِّ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّ ۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّهْدٰى ۚ فَمَا لَكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
"Katakanlah, Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah, Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?"
(QS. Yunus 10: Ayat 35)
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا ۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
"Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 36)
Kebaikan mana yang kau bela?
Jika kau hanya mengandalkan manusia. Kita semua manusia. Dan manusia itu lemah dan mudah lupa atau tersesat.
Maka dengarkanlah kabar gembira ini, berupa petunjuk bagi kita yang terpisah jarak. Entah karena kezaliman kita, dosa kita, kesombongan kita, atau yang bersembunyi dalam dada.
Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ ۙ وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 175)
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَـقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 213
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا
"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"
Mohon maaf jika ada kesalahan... Kekurangan milik saya pribadi jika ada kebaikan dan manfaat itu datangnya dari Allah swt.
Semoga Allah selalu merahmati kita semuanya.. Aamiin ya rabbal alamin.
Allah maha mendengarkan hamba2Nya. Insyaallah....
Hakim yang paling baik adalah Allah... Tuhan semesta alam..
Terimakasih banyak... Semoga bermanfaat!!!
Wassalamualaikum wr. Wb.
(Allahu akbar!!!!)
Selamat sore.. Semoga kelimpahan rahmat dari Allah swt selalu tercurahkan, sholawat dan salam juga kita hanturkan kepada nabi Muhammad Saw beserta para sahabat.
Sedikit cerita,
Kalian pernah gak terpikir, kalau rasanya dunia ini terkadang gak adil. Kayanya tuh gak ada kebenaran gitu. Cuma yang memiliki kekuasaan aja yang bisa semena-mena dan ngatur2 sesuai dengan apa yang dia bisa.
Dan gak cuma itu aja.. Terkadang kalau seseorang punya kewenangan lebih. Atau lebih kuat daripada yang lain, dia bahkan bisa menindas yang lebih lemah untuk kepentingannya. Kaya lintah darat gitu.
Dan mereka tertawa saat yang lain menangis, mereka merasa lebih hebat. Dan mereka berbangga atas semua itu. S*mp*h!
Pernah terpikir gitu.. "oh jadi aturan main di dunia ini... Siapa yang kuat dia yang menang, maka dari itu jadilah kuat" , "dunia ini tentang siapa yang menindas dan siapa yang tertindas, pilihlah! Jangan ada disisi lemah",
Jujur, saya gak suka banget hal hal kaya gitu, harusnya yang kuat itu melindungi yang lemah. Bukan malah sok jago.
Kalau mereka bilang inilah kenyataan hidup.
Maka, saya berani bilang kalau ini fitnah hidup.
Seenggaknya kalau mereka menamai sistem itu hidup. Itu bukan kehidupan yang saya inginkan, itu bukan kehidupan bagi saya.
Terus mulai dari situ, saya memiliki tekad kalau saya gak mau jadi manusia lemah. Karena kalau aya lemah saya gak bisa melindungi yang lain. Bahkan diri saya sendiri pun butuh perlindungan.
Berarti apakah saya harus menjadi manusia yang kuat? Pokoknya saya berusaha.. Ambisi saya meluap terus, hingga pada akhirnya saya terpikir kalau kekuatan berupa kekayaan, harta atau jabatan gitu gak ada harganya kalau kita gak memiliki seseorang yang kita sayang untuk berbagi. Kita gak bisa bahagiain diri sendiri. Nyatanya kebahagian kita itu bukan materi. Melainkan saat kita melihat orang yang kita sayangi tersenyum karena usaha kita, itu baru bahagia.
Tapi dizaman ini... Nyatanya kebahagiaan keliatannya terukur dari materi..Masyaallah.... Materi walaupun penting tapi bukan yang terpenting... Semuanya hanyalah ujian bagi kita, yang masih merasa manusia:)
Pokoknya fitnah udah kaya darah yang mengaliri tubuh bumi ini.
Idealisnya saya mulai belok, saya mulai menetapkan bahwa keluarga lah prioritas saya. Alasan saya belajar giat, alsan saya hidup ya keluarga. Bukan lagi mereka, saya udah mulai gak perduli tentang standar hidup manusia, yang saya pikirkan hanyalah keluarga saya dan terserah orang lain mereka gak ada harganya untuk saya.
Tapi saya terpikir lagi, kalau keluarga saya meninggal, lalu saya hidup untuk apa? Atau bagaimana ketika saya meninggal duluan bagaimana dengan keluarga saya? Apakah ini kebenaran yang paling saya inginkan? Mengapa saya masih merasa kurang. Masih ada yang salah dengan "aturan kebenaran" yang saya tetapkan.
Apalagi jika keluarga saya yang lebih dahulu meninggalkan saya
Habislah saya..
Habislah saya dimusnahkan kesedihan dan penyesalan.
Saya merasa.. Saya masih salah.
Kebenaran. Adalah hal yang paling saya cari.
Meringkuk dan makin menggigil saya..
Mungkin saya dulu islam tapi saya gak pernah mengerti tentang untuk apa saya sujud atau puasa.. Atau yang lainnya..
Tapi, Allahu akbar... Allah Maha baik kepada hambaNya.
Nyatanya apa... Ternyata... Hal yang paling saya cari adalah hal yang selama ini terabaikan oleh saya...
Saya mencari Allah.. Saya mencari tuhan. Saya mencari kebenaranNya... Saya mencari cahayaNya dari gelap ini. Dari gelap yang memakan jantung ini...
Jungkir balik muter2 cari hakikat dari kehidupan dan jati diri.
Dan saya balik lagi ke landainya sajadah.
Hidup itu perjuangan. Selamanya akan ada terus kebatilan. Saya gak mau berubah dari manusia menjadi monster lintah daratyang bahkan memakan saudaranya sendiri. Yang hanya dikadali oleh kekuasaan dan uang. Itu fitnah banget. Fitnah yang luar biasa.
Seharusnya segala nikmat yang Allah berikan selayaknya kita bersihkan dengan cara mendekatkan diri terus kepada Allah dan mengembalikan segala sesuatu padanya. Untuk menyucikan diri kita. Untuk kembali menyadarkan kita dari keserakahan, kesombongan dan juga nafsu akan ambisi atau kekuasaan.
Damai saya dengan islam...
Dalam islam... Semua ada hikmahnya dan saya merasa islam itu adil banget. Keadilan yang paling saya rindukan. Kebenaran yang paling saya rindukan.
Allah SWT berfirman:
اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ اَنَّاۤ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
"Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 51)
Islam adalah cahaya Allah... Kalau hidup ini runtutannya islam. Bumi serasa syurga mungkin.. Kita tenang dan nyaman.
Ujung kebenarannya adalah... Semua dari kita adalah lemah...
Dan yang Maha kuat dan Maha berkuasa atas segala sesuatu adalah Allah swt.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)
Segala yang Kita miliki itu semua pemberian Allah... Agar.. Kita belajar.. Belajar untuk menjadi hamba yang taat, agar layak kita untuk kembali padanya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 37)
Kita hanyalah hamba... Tak selayakanya seorang hamba merasa lebih hebat dari hamba yang lain. Merasa berkuasa atas segala sesuatu. Yang bahkan jika napasnya ditahan satu menit saja.. Apakah matanya masih dapat melihat dunia?
Hidup itu bukan tentang berbangga-bangga. Meski kebanyakan mereka melakukannya.
Allah SWT berfirman:
اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 20)
Sejatinya hidup itu adalah ibadah. Mencari keridaan Allah. Tentang bersabar. Tentang berusaha. Tentang ikhlas. Tentang pantang menyerah. Tentang istiqomah. Tentang berbagi. Tentang saling ingat mengingatkan. Tentag tolong menolong. Tentang saling menerima. Tentang saling menghargai.
Hidupmu untuk apa?
Allah SWT berfirman:
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَـقِّ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّ ۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّهْدٰى ۚ فَمَا لَكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
"Katakanlah, Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah, Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?"
(QS. Yunus 10: Ayat 35)
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا ۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
"Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 36)
Kebaikan mana yang kau bela?
Jika kau hanya mengandalkan manusia. Kita semua manusia. Dan manusia itu lemah dan mudah lupa atau tersesat.
Maka dengarkanlah kabar gembira ini, berupa petunjuk bagi kita yang terpisah jarak. Entah karena kezaliman kita, dosa kita, kesombongan kita, atau yang bersembunyi dalam dada.
Allah SWT berfirman:
فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ ۙ وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًا
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 175)
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَـقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَـقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 213
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا
"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"
Mohon maaf jika ada kesalahan... Kekurangan milik saya pribadi jika ada kebaikan dan manfaat itu datangnya dari Allah swt.
Semoga Allah selalu merahmati kita semuanya.. Aamiin ya rabbal alamin.
Allah maha mendengarkan hamba2Nya. Insyaallah....
Hakim yang paling baik adalah Allah... Tuhan semesta alam..
Terimakasih banyak... Semoga bermanfaat!!!
Wassalamualaikum wr. Wb.
(Allahu akbar!!!!)
Komentar
Posting Komentar