Semua karena Allah

Assalamualaikum wr. Wb.
Kali ini mau sharing lagi tentang hal-hal yang telah lama menjadi kekhawatiran saya. Saya orangnya suka khawatirin sesuatu yang belum terjadi gitu 😅 padahal mah nanti pas praktiknya atau kejadiannya mah jalanin aja ya.. Tapi sebelum semua kata yang tertera terjadi, saya terkadang berpikir dan terus berpikir.

Kadang saya pikir, apa saya paranoid pada hal-hal yang bahkan belum saya lakukan. Atau karena orang-orang sekitar terkadang mengaduh ke saya, mungkin inilah salah satu energi negatif yang mereka tularkan kepada saya, saat seseorang dicurhatin, tentulah ia juga menampung energi negatif itu, mau bilang cape juga gak enak kan walaupun kalau udah bates ya akhirnya pun malah meledak juga 😅

Tapi positifnya, saya jadi banyak belajar dari pengalaman orang lain, itung-itung geratisan ya... Tafakur again istilahnya.

Kekhawatiran saya kali ini tentang pernikahan.
What?

Suatu kemajuan yang amat besar, saya mulai kepikiran.
Mungkin faktor U ya..

"yaelah.. Pacar aja gak punya udah mikir nikah nikah ajaa"
Ada yang bilang gitu, yaudah saya cengar cengir aja sesungguhnya ia orang yang tidak mengerti.

Padahal, pacaran itu gak ada. Dan saya menolak keras sebuah pintu yang menawarkan kerapuhan ini.
Secara logika pun kalo dipikir ya.. Pacaran itu irasional menurut saya. Tapi apalah daya... Pacaran di indonesia ini serasa menjadi budaya. Subhanallah. Nauzubillahi min zalik.

Susah jelasinnya, karena mereka yang berpikir itu baik. Tidak menyadari kesalahan apa yang sedang mereka lakukan.  Ada bagian apa yang mati dalam diri mereka.

Anyway, tentang pernikahan. Dalam islam itu dalam memandang hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan menurut saya yang paling sempurna dan simple dan cocok sama kebutuhan saya, sudut pandang islam completly and perfectly menebas segala pertanyaan saya.

Dalam islam, menikah adalah ibadah. Ibadah?
Ada hikmah dan makna didalamnya mengapa Allah menamainya ibadah.
Ibadah lah.. Pernikahan itu gak sekedar sebagai solusi dalam rasa anak adam.

Pernikahan itu membangun, keimanan, kecintaan, keluarga, sebagai bekal/pembelajaran/ilmu yang insyaallah bermanfaat untuk kita baik di dunia maupun di akhirat insyaallah.

Tapi pernikahan seperti apa dulu?

Singkatnya..... Pernikahan yang dikarenakan Allah swt.
Niatnya Allah. Niatnya ibadah. Niatnya menyayangi karena Allah. Membangun karena Allah.

Nikah itu mudah. Pertahaninnya yang susah susah nikmat.
Kenapa?

Banyak ujiannya.... Belajar banget dari orang lain saya.
Suami-istri penting banget bangun komitmen dan komunikasi yang pas.
Fungsi kepemimpinan atau suami disini nih kritis menurut saya.
Dan untuk istri sebagai penunjang dan penguat juga sangat berpengaruh.
Saling ikat mengikat.
Gimana caranya nurunin ego terus saling mendukung.
Si istri mentingin suami dan suami mentingin istrinya. What a beautyful.
Tapi,yang saya dapat orang yang cek cok itu kebanyakan hanya mementingkan diri sendiri dan memaksakan kehendak dan juga gitu deh.. Pusing pokoknya.
Yang suami nih mau dihargai tapi gak menyayangi.
Yang istri nih mau disayangi tapi gak menghargai.
Kebanyakan suami yang mau dihargai lupa gimana caranya menyayangi istri.
Begitupula istri yang mau disayangi lupa gimana caranya menghargai suami
Padahal ada hadits rasulullah tentang kau tidak dapat dihargai istri sampai kau memuliakan istri kalau gak salah.
Cewek tuh bengkok beneran deh, rusuk beneran dia.
Aneh ya aku kan cewek juga, wkwk.
Tapi emang benar.. Makanya saling sabar aja.
Suami juga sih kalau udah kena 3 fitnah terbesar pada laki laki harta tahta wanita tuh.. Lebih parah.. Sekalinya bengkok melengkung bangett.. Itu laki laki.
Tapi sekalinya lurus masyaallah akhiiii...

Kalau perempuan mah nyantai aja, gak berat amat tanggung jawabnya hehe. Alhamdulillah..
Tapi tenang aja sih, laki laki jangan ngerasa berat insyaallah kami perempuan selalu membantu eakkk.
Tapi faktanya, adeuuuhh...
Tapi kayanya sih menurut saya kalau semua back to syariah pasti permasalahan sepelik Apapun juga pasti terlewati dengan nikmat dan syukur.
Sabaar.. Ikhlas. Lillahi taala.

Biar gak kecewa kecewa amat ekwk
Karena hubungan dengan manusia itu gak ada yang pasti dalam kebahagiaan. Kalau kecewa jelas.
Karena kita hanya mencintai manusia yang tidak sempurna, dan kita pun tak sempurna.
Hanyalah mencoba bersabar dan insyaallah akan ada hikmahnya.
Semakin kita bersyukur semakin Allah menambah nikmatnya.

Ini saya galau, agak takut gitu ya.. Adeuuh... Apalagi saya tuh agak-agak keras. Tapi saya tetap mau berusaha. Semoga diberi kemudahan.

Intinya adalah yang membuat kebahagian dalam pernikahan atau keluarga adalah Allah. Semuaa ibadah kepadanya. Dalam berkasih sayang mendidik anak-anak kelak.
Indah banget ya.

Kemarin saya belajar banget dari mamah papah yang notabennya hampir pisah tapi gajadi. Sedikit saabarr aja.. Kejatuhan pun nyatanya adalah lompatan yang lebih tinggi..

Allah selalu keren deh pokoknya.. Ya ghafar.. Ya ali.. Ya alim. Ya hakim. Ya rahman. Ya rahim.

Intinya lagi lagi jawaban saya adalah islam.
What a perfect.

Secara teori saya terima dan pahami. Namun, praktiknya saya masih belum tahu.
Intinya gini fokusin ke allah berbuat baik ke makhluk dah kelar. Simple banget.

Makanya saya bingung kalau mau minta sama Allah.

Orang-orang minta jodoh yang macem macem segala mukanya, dsb.

Lah saya mah.. Gatau. Saya sesungguhnya tidak punya ilmu yang bisa menentukan jodoh seperti apa yang terbaik untuk saya.
Hanya saya berharap yang sholeh sama Allah. Yang lebih cinta Allah daripada saya. Yang sayang sama anak-anaknya. Yang sholeh lah. Soleh soleh.

Tampang, jabatan, kekayaan saya juga mau sih wkwk

Tapi itu bukanlah yang terpenting, itumah bonus.

Tapi bukannya ibu-ibu kalo mau beli barang pasti nyari yang diskon (bonus)nya gedean ya wkwkwkwwkwk..

Lucu, hidup teh kalo mau dicari terus gak pernah puas. Eh tau tau wassalam aja wkwk.

Terserah Allah aja. Aku berserah.

Sepanjang hidup adalah ibadah.

Intinya, lakuin karena Allah. Semua karena Allah (titik).

Insyaallah. Aamiin.

Wassalamualaikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran