Jangan berputus asa dari rahmat Allah!
Assalamualaikum wr. Wb.
Kali ini saya mau up and sharing tentang fenomena bunuh diri yang terjadi sekarang ini. Depresi dan manusia.
Saya gak mau bahas teorinya tapi langsung ambil hikmahnya gak apa-apa ya.. Sekalian sharing pengalaman. Hehe...
Allah SWT berfirman:
قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖۤ اِلَّا الضَّآلُّوْنَ
"Dia (Ibrahim) berkata, Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 56)
Jujur, dari dulu saya orangnya rasional, apa-apa mengedepankan logika gitu. Jadi pas saya menemukan islam dan nyatanya bahkan islam sudah lebih jauh dan kedepan dalam sebuah nalar atau logika. Manusia ideal itu manusia qurani menurut saya.
Kalau mau dikaji ya..
Saya mah anak hikmah jadi cukup ambil pelajaran dari lingkungan dan orang lain. Bagi yang mau riset.. Risetlah.. Semua orang berhak mencari jalan masing-masing dan gak ada yang salah dari semua itu asal tujuannya Allah dan panduannya Al quran hadits.
Dulu, saya sempat mengalami krisis kepercayaan gitu... Dan ceramah dr zakir alhamdulillah ngebuka hati saya. Ceramah dr zakir itu pendekatannya lebih ke rasional, jadi lumayan deh cocok sama kebutuhan saya. Alhamdulillah terimakasiih ya Allah.
Jadi yang penyakit hatinya mirip2 kek saya, bisa cari cari ceramah ustd dr zakir naik. Insyaallah Allah akan memberi hidayah.
Lanjut lagi...
Allah SWT berfirman:
لَا يَسْئَـمُ الْاِنْسَانُ مِنْ دُعَآءِ الْخَيْرِ وَاِنْ مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَئُـوْسٌ قَنُوْطٌ
"Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya."
(QS. Fussilat 41: Ayat 49)
Pernah gak sih? Merasa kecewa? Depresi? Gak bahagia? Hati tuh rasanya mau mati? Sesek. Gak ada yang Bisa ngerti dan pahami. Dan saat orang terdekat yang paling kita andelin malah berbalik serang dan ikut menyudutkan itulah kondisi dimana hati itu rentan dan lemah
But, who knows? Malah dibalik kelemahan dan segala keterbatasan itu, ada sesuatu jiwa yang lebih besar. Sebuah kekuatan yang akan kita dapatkan setelah kita mengalami kerentanan itu. Dibalik penurunan selalu ada kenaikan, insyaallah.
Allah SWT berfirman:
ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ هَاجَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا فُتِنُوْا ثُمَّ جٰهَدُوْا وَصَبَرُوْۤا ۙ اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 110)
Permasalahannya sekarang, orang-orang tetap sama tapi kebutuhan hati mereka menajam dan mendalam akan Allah tetapi mereka tidak menyadari sepenuhnya. Yang mereka rasa hanyalah kekosongan, ketidakbahagiaan, dan hampa.
Aku sangat mengerti perasaan orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya, orang-orang yang pernah mengalami kekecewaan dan keputusasaan mendalam pasti pernah mengalaminya, dan saya pernah dan saya teramat mengerti.
Jadi gimana ya, solusinya ya lagi-lagi allah. Kita sebagai manusia, gak akan pernah cukup mampu untuk menolong diri sendiri apalagi orang lain. Sadar... Sadar woii..
Allah SWT berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)
Jangan melampaui batas nak... Ikuti batasan Allah...
Jangan terlalu akan perkara dunia.. Sesak!
Jangan terlalu ekpektasi ke manusia karena mutlaknya ialah hanya kekecewaan yang pasti tertuai. Lagi-lagi kalau kita merasa tertolong dgn manusia at least itu cuma sekali dan selebihnya yang tersisa hanyalah kekecewaan.
Sesuatu yang infinity yang mengisi hati kita yang abstrak ini hanyalah Allah swt.
Jangan menyiksa diri dengan terus menerus mendecline islam. Padahal ialah petunjuk bagimu.. Disana ada cahaya Allah sebagai penerang.
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
"Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 125)
Kasih sayang itu bukan dari makhluk tapi milik Allah yang Allah titipkan kepada makhluknya.
Semuanya titipan.. Bahkan rasa pun juga titipan.
Kita di dunia ini belajar.
Banyak hal yang kita pelajari dan puncaknya adalah Tauhid.
Jika seseorang berpasrah kepada Allah. Maka Allah memberikan kemampuan kepadanya syaratnya kita haruslah takwa dan beriman kepadanya. Sisanya nyusul segala hikmah itu yang paling penting adalah tauhid.
Allah SWT berfirman:
هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
"Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 138)
Saya gak tahu cara apa yang bisa dilalui oleh tauhid ini, selain kekecewaan.
Jadi jangan putus asa, dibalik musibah...cobaan... Selalu ada hal hal indah insyaallah.
Yang ngmong ini juga masih berjuang, karena seyogyanya hidup itu bergerak. Kadang diatas kadang dibawah jadi sekuat mungkin berpegang kepada apa-apa yang menjadi hakikat. Berpegang kepada Allah dan segala petunjuknya.
Hidup itu kaya main games. Semua player memiliki kotak-kotak skill yang harus dicapai kalau mau up ke level selanjutnya. Buat upgrade skill pasti kita dicoba kan?
Jadi, jangan souzon sama Allah. Allah itu maha kaya. Gak akan ngambil keuntungan dari makhluk hina kaya kita. Kita menyembah Allah beribadahnkepadanya adalah hakikat. Fitrahnya demikian.
Allah SWT berfirman:
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا ۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِمَا يَفْعَلُوْنَ
"Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 36)
Semakin kita merunduk, semakin taat kita, semakin tinggi kita. Tidak akan pernah membuat kita rendah dalam menyembah Allah. Allah maha terpuji. Allah maha penyayang.
Hina itu saat kita tak tahu diri dan melangkah dengan congkak dan tanpa ilmu.
Jangan.
Jangan tuli. Kau punya telinga.
Jangan buta. Kau punya mata.
Jangan membatu. Kau punya hati.
Jangan putus asa. Kau punya iman.
Jangan menyerah. Kan ada Allah.
Allah adalah apapun yang kita butuhkan.
Sadar kenapa si?
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا صُمٌّ وَّبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ ۗ مَنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يُضْلِلْهُ ۗ وَمَنْ يَّشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 39)
Allah SWT berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ۗ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)
Wallahu alam. Hanya Allah yang maha mengetahui, sedikitnya senantiasa kita mendapati petunjuk dari ayat2nya. Insyaallah.. Yakinilah Allah itu menyayangi kita. Dan buatlah hubungan baik dengan Allah. Insyaallah .
Semoga manfaat!
Komentar
Posting Komentar