Mencari keridaan Allah
Assalamualaikum wr. Wb.
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas."
(QS. Ad-Duha 93: 5)
Tahun-tahun terlewati dengan canda dan tekad. Teman-teman, keluarga, saudara adalah hadiah sekaligus kutukan.
Disana adalah ikatan yang penuh pengorbanan, jalan jalan lengang atau padat serasa menghimpit karena ketidak adaan mereka.
Akulah si kejam, yang dikata menelan siapapun yang menghalang, jika pun demikian lalu mengapa aku tak pernah bisa menelan mereka meski mereka merusak jantung ini.
Tidak. Sekali lagi, tidak. Mereka hanyalah memperbaiki dan mengobati rusaknya sistem yang selama ini terlihat baik-baik saja namun telah melambung dan melampaui kearifan sebagai seorang manusia.
Jika ingin mendapatkan sesuatu, jika ingin mencari kebenaran, pergilah! Carilah!
Logika manusia berkata, lalu aku harus pergi kemana? Jawa timur menemui kyai? Jawa barat? Arab saudi? Turki? Palestina?
Sekarang, mungkin aku bisa tertawa geli melihat itu, tapi dahulu kaki ini serasa beruban saking kejamnya jantung ini menyiksa.
Pencarian itu bukan pada orang lain atau belahan bumi lain. Melainkan pada dirimu sendiri.
Karena yang paling kau cari adalah, seberapa dalamnya sujudmu.. Seberapa ikhlaskah amalmu... Seberapa kokohkah imanmu... Seberapa tabahkah hatimu.. Itulah jalan jalan yang harus kau lalui
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
Mencari guru untuk apa jika sang Maha Memiliki ilmu tak kau sapa?
Sesungguhnya ilmu itu dariNya, bukan dari manusia...
Selayaknya kau percaya sesungguhnya karunia tuhanmu memang ada.
Semua berguguran dan bersemi...
Ada banyak cerita dibalik mata yang hanya memandang rendah.. Mungkin semua terlihat baik dan santai saja.. Namun, tidak sesederhana itu menurutNya.
Semua yang terjadi detik demi detik seakan bagai genderang jiwa yang bertasbih haus akan rindu yang kian mengulang bagai CD rusak.
وَابْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)
Keluarga, teman, saudara, orang orangku.. Merekalah kunci diriku... Yang terpenting bagiku adalah mereka... Segala ego seakan mati terkuras, keserakahan diri serasa tunduk.
Biarlah segala sesuatu memang bukanlah milik jangan ragu untuk berbagi apalagi hanya sekedar rasa, yang terpenting adalah Allah yang selalu senantiasa bertakhta dalam hati maka aku akan baik-baik saja, insyaallah.
Jika Allah memberikanku kesempatan dalam memilih, maka aku akan tetap dalam pilihanNya karena aku percaya kepadaNya. Bahkan aku tak bisa memilihkan mana yang terbaik bagi diri ini, namun Allah selalu mampu. Maka aku adalah orang yang berserah, insyaallah.
قُلْ اَنَدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلٰٓى اَعْقَابِنَا بَعْدَ اِذْ هَدٰٮنَا اللّٰهُ كَالَّذِى اسْتَهْوَتْهُ الشَّيٰطِيْنُ فِى الْاَرْضِ حَيْرَانَ ۖ لَـهٗۤ اَصْحٰبٌ يَّدْعُوْنَهٗۤ اِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَاُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan. Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), Ikutilah kami. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 71)
وَاَنْ اَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَ اتَّقُوْهُ ۗ وَهُوَ الَّذِيْۤ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
"dan agar melaksanakan sholat serta bertakwa kepada-Nya. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 72)
Ada satu potongan ayat lagi.... Akhir kata semoga dapat memberikan sedikitNya manfaat. Semoga Allah memberikan hidayah kepadamu. Segala kebaikan hanya pada sisi Allah dan kekurangan milik saya pribadi, Alhamdulillahi rabbil alamin.
Allah SWT berfirman:
وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk."
(QS. Ad-Duha 93: Ayat 7)
Komentar
Posting Komentar