Jangan salah paham yaa...

Assalamualaikum wr. Wb
Selamat siang... Semoga selalu semangat dan dirahmati Allah. Aamiin!

Kali ini mau cerita lagi... Mau kritis aja sih tentang sedikit saja kutipan yang berupa ilustrasi dari bapak sujiwo tejo yang belum lama ini ditayangkan di ILC.
Jujur saya respect sama beliau. Sebagai seorang seniman yang amat senior gitu ya... Kutipan kata-katanya juga sedikit yang saya ketahui tapi saya suka..

Beliau juga menyampaikan dalam ilustrasi tersebut tentang bahwa kita tidak perlu menolong tuhan. Tuhan itu maha besar. Yo kito sopo?

Benar sekali memang, dengan apa yang beliau sampaikan.
Hanya saja, bagi pandangan awam akan sedikit menyalahi penafsirannya.
Didalam al-Quran pun banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah. Bahwa manusia sendiri pun tidak akan mampu untuk menyelesaikan urusannya sendiri melainkan atas bantuan dan kuasa Allah. Dan bagaimana mungkin seorang manusia dapat membela/menolong tuhan?

Tolong jangan salah paham!

Yang dibela kemarin-kemarin tuh memang bukan tuhan, karena tidak mampu dan sangat tidak mungkin bisa.
Karena tuhan jauh lebih besar.
Tapi yang kita bela adalah agamanya!
Ajarannya!
Nilai-nilainya! Hukumnya! Hidup kita! Diri kita! Keturunan kita kelak! Dan seterusnya.
Kita melakukannya serta merta karena ketaatan kita pada Allah. Kita menegakkan Agama Allah, insyaallah Allah akan meneguhkan hati kita,aamiin.

Tidak usah bersandar pada ayat dulu deh,
Tapi coba sama2 kita pikirkan saja,
Agama adalah harta yang paling besar yang bisa kita wariskan kepada anak2 kita.

Segala ajaran yang melekat dan kita jalani sepanjang hayat ini tidak serta merta hanya asal asalan kita lakukan.
Semua memiliki tujuan.
Dan semuanya ajaran ini kebaikannya untuk diri kita masing-masing.
Kamu beribadah kepada Allah kek.
Nggak kek.
Gak ngefek sama Allah.
Tapi ngefek sama kamu.

Kalau kamu beribadah sama Allah... Insyaallah Allah akan mengirimkan kebaikanNya kepada kamu.

Tapi kalau kamu ingkar?
Allah gak suka!
Kamu jadi rugi. Zalim sama diri sendiri.

Allah sayang banget sama kita.
Mau kita dekat denganNya. Mau ngajarin kita. Mau nunjukin jalan pulang kepadaNya.
Hanya kebanyakan kita kufur nikmat:(
Dan banyakan durhaka. Nauzubillah min zalik.

Jangan ya...

Jangan salah paham ya sama islam...
Jangan salah paham ya sama Allah...
Pahamilah islam... Yakinilah sepenuh hati... Dan Allah akan menunjukkan, Insyaallah.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْۤا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوٰارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ  قَالَ الْحَـوٰرِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰمَنَتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّآئِفَةٌ    ۚ  فَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظٰهِرِيْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata, Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang."
(QS. As-Saff 61: Ayat 14)

لَـقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنٰتِ وَاَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ  وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۚ  وَاَنْزَلْنَا الْحَـدِيْدَ فِيْهِ  بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ وَ رُسُلَهٗ بِالْغَيْبِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ

"Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 25)

شَرَعَ لَـكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖۤ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰٓى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَ لَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِ ۗ  كَبُـرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِ   ۗ  اَللّٰهُ يَجْتَبِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُ

"Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan 'Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 13)

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ  فَوَيْلٌ  لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ  اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

"Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 22)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran