Tipu Daya
Assalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini hehehe...
Pernah gak kalian itu dengar ada orang yang ngomong gini, "saya itu gak salah pak, saya itu maksiat gara-gara takdir saya emang jadi orang maksiat, saya jadi orang jahat. Itu takdir pak, kan segala sesuatu Allah yang menakdirkan. Berarti saya jahat itu takdir Allah"
Hmm...
Begitulah bunyi opini anda, lalu kian terasa micinnya saat opini makin dibumbui menjadi, "iblis gak salah dong dia sombong dan dikeluarin dari syurga? Kan itu takdirnya Allah? Allah yang menetapkan iblis keluar dari syurga. "
Astagfirullah al adzim...
Kita sharing bareng-bareng yuk... 🌋
Subhanallah... Maha suci Allah dari apa yang mereka sangkakan, dan dari apa yang mereka ucapkan. Mereka gak punya pengetahuan untuk mengatakan hal tersebut, mereka hanya menerka dan mengasumsikan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
وَمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ ۚ وَاِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْئًـا
"Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran."
(QS. An-Najm 53: 28)
فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰى ۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا
"Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia."
(QS. An-Najm 53: 29)
ذٰلِكَ مَبْلَـغُهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۙ وَهُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدٰى
"Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Najm 53: 30)
Mereka terus menduga menduga menduga. Hendak membantah membantah membantah, padahal mereka butuh dibimbing?
Apa yang mereka ikuti?
Hawa nafsunya bukan?
Manusia itu sangat bodoh.. Terkadang mereka mencari PEMBENARAN BUKAN KEBENARAN.
Contoh : liat aja itu tv berita yang berdebat pro jokowi vs pro prabowo. Debatin argumen kaya orang "bener". Ampun dah...
"Kebenaran...kebenaran.. Dicariin tuhhh!!! Eh tapi pas ketemu malah disembunyiin atau mungkin dibuang? Karena gak sinkron sama tujuan tuannya alias hawa nafsuuuu...alhasil munculah pembenaran:)
Ampun dahhhhhh....... (contoh aja)
Terkadang manusia emang gitu, apalagi yang hawa nafsunya gak ke kontrol, yang cuma mau cari yang gak dibawa mati. Jadi untuk melawan kebenaran terkadang manusia itu hendak MENIPU orang lain agar orang lain itu MEMBENARKAN TINDAKAN BEJAT mereka, padahal yang mereka TIPU ADALAH DIRI SENDIRI.
Dan ujungnya adalah balik ke kata gini pasti, "INI MASALAH POINT OF VIEW AJA SIH"
aduh Basii banget 😑 kalau gini caranya tes iq dihapus aja udah. Sekarang ganti pake tes "silat lidah". Kecerdasan ngeless gituuuu:) ketika lidah lebih "pintar" daripada otak.
يُنَادُوْنَهُمْ اَلَمْ نَكُنْ مَّعَكُمْ ۗ قَالُوْا بَلٰى وَلٰـكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ اَنْفُسَكُمْ وَ تَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْاَمَانِيُّ حَتّٰى جَآءَ اَمْرُ اللّٰهِ وَ غَرَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
"Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, Bukankah kami dahulu bersama kamu? Mereka menjawab "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah."
(QS. Al-Hadid 57: 14)
Coba kita pikir aja ya.. Tanpa dalil deh... Nih katanya mereka itu percaya "segala tindakan yang mereka lakukan merupakan sebuah takdir Allah?" bagus dong berarti mereka sudah mengimani akan takdir allah.
Apakah bisa seseorang yang beriman kepada takdir namun tak beriman kepada ketetapan dan firman Allah? Kemana mereka saat Allah bilang kalau maksiat itu dilarang, mereka gak denger? Saat allah bilang riba itu haram, mereka gak denger? Zina itu haram mereka juga gak denger?
Oke.. Semua itu takdir allah atas izin allah.. Tapi Allah bilang kan jauhi ini jauhi itu.. Tapi mengapa mereka datar sekali dan hanya menarik kesimpulan bahwa yang mereka lakukan adalah takdir Allah?
Oke.. Takdir Allah tapi TAKDIR YANG ALLAH TIDAK RIDHAI.
Udah tahu salah masih dijalanin?
Berarti apa? Cuma ngikutin hawa nafsu dan kebodohan diri sendiri!
Cari pembenaran sampai lupa diri,
Memilah milah syariat.
Anda bilang anda beriman pada takdir? Tapi anda tidak beriman pada firman Allah? :) gimana hayoo?
Kalau cocok sama "tujuan" atau "nafsu duniawi" baru diambil, kalau gak cocok buang? Kok gitu sih?
Jangan cari kambing hitam, di padang pasir tandus.
Ketemu nggak, mati entar.
قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْـفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَ الْاِثْمَ وَالْبَـغْيَ بِغَيْرِ الْحَـقِّ وَاَنْ تُشْرِكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Al-A'raf 7: 33)
اَفَمَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللّٰهِ كَمَنْۢ بَآءَ بِسَخَطٍ مِّنَ اللّٰهِ وَمَأْوٰٮهُ جَهَنَّمُ ۗ وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ
"Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali."
(QS. Ali 'Imran 3: 162)
Intinya gini, "jangan bohong... Jangan halu... "
Kalau salah ya salah aja...
Jangan campur2in diaduk2 dibuat seolah2.
Apa yang diseru selain Allah itulah yang batil.
Allah sabar banget masih memberi nafas dan kesempatan pada buntelan sampah kaya kita gini. Astagfirullah al adzim. Malu jadi manusia kadang tuh..
Masalah iblis?
Wallahu alam..
Tapi saya jadi teringat tentang sebuah pertanyaan kepada seorang ustadz gini pertanyaannya, "kenapa Allah menciptakan keburukan? "
Allah menciptakan keburukan itu untuk mengeluarkan kebaikan dalam diri seseorang, makanya orang itu butuh ditempa atau diuji.
Kalau misalnya orang itu baik atau buruk ya itu tergantung pilihannya, tergantung hatinya lebih condong kepada ketaatan atau hawa nafsu.
Contoh: Allah ciptain sifat marah lawannya apa? Sabar!
Gak akan ada orang yang bisa sabar kalau dia gak mengalahkan sifat marah itu sendiri!
Orang yang sabar itu bukan dia yang gak memiliki nafsu untuk marah tapi dia yang bisa kontrol dan menundukan amarahnya. Gitu. Subhanallah..... Masyaallah...
بَلْ نَـقْذِفُ بِالْحَـقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ ۗ وَلَـكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ
"Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 18)
Allah menciptakan keburukan bukan untuk menjadikan seseorang itu buruk, melainkan untuk menjadikan seseorang itu lebih baik. Masyaallah..
Kita manusia. Dan kita diuji.
Karena kita potensial untuk melakukan hal-hal buruk kalau kita gagal dalam menundukan hawa nafsu itu sendiri. Yang ngendaliin siapa?
Kita! Kita yang lagi dididik! Kita yang sedang diuji! Kita yang sedang dilatih. Allah maha mengetahui makhluk ciptaanNya.
Lalu bagaimana dengan iblis? Kenapa Allah ciptain iblis.
Hello... Gak usah ge-er!
Iblis adalah bagian dari golongan jin kan?
Emang semua jin itu gak taat sama Allah?
Ya enggak lah.. Ada loh jin yang berhasil taat yang berhasil menundukkan dirinya. Jin muslim kan ada...
Emang semua manusia itu taat sama Allah?
Ya enggak lah, ada diantara mereka yang durhaka kepada Allah.
Kalau malaikat beda. Apa yang mau diuji dari malaikat? Hawa nafsu juga ga punya. Malaikat tidak bisa diuji. Terbukti taat 😂💞
Jadi semua pasti diuji... Ada yang muslim ada yang kafir. Tinggal pilih mau yang barisan mana?
Kita semua itu hitam putih, iman naik turun.
Lalu apa? Selain selalu berusaha dan berdoa kepada Allah dan gak pernah putus asa untuk tetap terus mencari keridaan Allah. Semangat!
قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖۤ اِلَّا الضَّآ لُّوْنَ
"Dia (Ibrahim) berkata, Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 56)
Kalau ada "golongan jin" yang gak taat alias gak berhasil nundukin hawa nafsunya berarti gimana?
Hawa nafsu, kesombongan, keangkuhan dan kedurhakaan sudah berhasil mengalahkannya. Ia sudah putus asa dari rahmat Allah? Padahal dia bisa tobat kan waktu sebelum dikeluarin dari syurga? Tapi apa? Iblis malah nantangin Allah? Dan dia sudah melampaui batas. Udah kemakan hawa nafsunya...
Pernah nonton film king arthur gak?
Saat si raja yang ambil perjanjian sama "makhluk gaib" lalu dia ngorbanin apa aja demi ambisinya bahkan ia bunuh istri dan anaknya. Dia gak bisa berhenti, nafsunya udah mengontrol dirinya. Bahkan dia gak bisa bertuan atas dirinya sendiri. Kaya orang "kesetanan" gitu istilahnya. Susah.. Disadarin juga susah.. Kaya psikopat gitu jadinya. Dia sebenarnya usah putus asa, udah segala macam cara dilakuin kan? Sampai bunuh anak istrinya sendiri?! Coba.. Akalnya, hatinya sudah gelap.. Astagfirullah al adzim..
Pernah baca kisah nabi musa yang bertemu iblis gak?
Share dikit ya,
iblis pernah datang menemui nabi Musa as, kemudian ia berkata, “Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah, dan Allah telah berbicara kepadamu secara langsung.” Nabi Musa menjawab, “Memang benar apa yang kau katakan. Kamu ini siapa? Apa yang kamu inginkan dariku?”
Iblis menjawab, “Aku adalah iblis, wahai Musa. Aku ingin agar engkau bersedia menolongku. Tolong katakan kepada Allah bahwa seorang makhluk-Nya ingin bertobat kepada-Nya.”
Nabi Musa as kemudian berdoa kepada Allah dan menyampaikan permohonan iblis. Sebagai jawaban atas doa Nabi Musa tersebut, Allah menurunkan wahyu yang artinya, “Wahai Musa, katakan kepadanya bahwa sesungguhnya aku berkenan menerima permohonan itu, dengan syarat ia harus terlebih dahulu bersujud di kuburan Adam. Jika ia bersedia bersujud, maka Aku pun bersedia mengampuni segala dosanya.”
Setelah Nabi Musa menerima wahyu dari Allah, beliau segera menyampaikan wahyu tersebut kepada Iblis. Begitu mendengar syarat yang diperintahkan oleh Allah, dengan sombong dan congkak iblis berkata, “Wahai Musa, ketika Adam hidup di syurga saja aku tidak mau bersujud kepadanya. Bagaiman mungkin aku akan bersujud kepadanya sesudah ia mati?”
Jadi intinya apa? Iblis tetap begitulah.
Dan allah maha mengetahui yang tersimpan didalam hati hambaNya. Udah makanya kita istigfar aja sih. Kita juga ada kemungkinan buat bisa kaya makhluk itu. Tapi kita berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Iblis emang udah susah... Kita juga jangan ge-er dulu, kita juga bisa kaya dia. Kan si iblis lagi cari temen kongkow di neraka.. Nauzubillahi min zalik...
لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
Namanya di dunia kita itu belajar buat mencari tahu, apa sih yang kita inginkan?
Apa sih yang harus kita "puaskan" dari laparnya jiwa ini?
Apa sih? Kenapa sih?
Semua orang itu sangat berisik? Tapi mengapa mereka seakan benar lalu berprilaku buruk?
Apa sih kebenaran itu?
Apa sih yang diributkan?
Apa sih yang harus dimenangkan?
Dan Allah subhanallah... Hidup di dunia ini adalah luar biasa... Alhamdulillah,
Terkadang mikir gini, kok omongan orang kafir plus bisikan syaitan mantap jiwa sekali... Mereka gak henti2 menyesatkan dan hendak menjauhkan dari jalan Allah.
Tapi apaa? Allah maha kuasa atas segala sesuatu,
Sesungguhnya setan sia sia... Insyaallah.
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ وَّلَا نَبِيٍّ اِلَّاۤ اِذَا تَمَنّٰۤى اَلْقَى الشَّيْطٰنُ فِيْۤ اُمْنِيَّتِهٖ ۚ فَيَنْسَخُ اللّٰهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطٰنُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ ۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu. dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,"
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 52)
Semua akan mendapatkan apa apa yang mereka cari.
Jika mereka mengikuti dan benar benar mencari akan kebenaran maka mereka akan sampai kepada Allah tuhan semesta Alam. Dan mereka akan dipertemukan dan dikumpulkan dengan orang yang sama seperti mereka, insyaallah.
Jika mereka mengikuti hawa nafsu semata dan senantiasa berbuat dosa maka mereka akan diikuti oleh syaitan dan akan dikumpulkan bersama dengan golongannya.
هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰـطِيْنُ
"Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 221)
تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ
"Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 222)
يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَ
"mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta."
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 223)
وَالشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ
"Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat."
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 224)
اَلَمْ تَرَ اَنَّهُمْ فِيْ كُلِّ وَادٍ يَّهِيْمُوْنَ
"Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 225)
وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ
"dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?"
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 226)
Astagfirullah al adzim.. Semoga kita semua bisa menjalani kehidupan dunia ini dengan baik dan bisa menemui Allah dengan keadaan terbaik. Aamiin ya Allah..
Jangan ge-er perjalanan masih panjang dan jangan bersedih hati sesungguhnya ampunan Allah sangat luas. Semangat!
Jika ada kekurangan dari saya dan jika ada kebenaran itu milik Allah. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr. Wb.
وَمَكَرُوْا وَمَكَرَاللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ
"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 54)
Allah SWT berfirman:
اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖ ۗ اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ
"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 54)
Komentar
Posting Komentar