Sharing (3)
Assalamualaikum wr. Wb.
Sharing time!!!
Alhamdulillah ya Allah masih bisa sharing
Kalau sharing mungkin lebih banyak curahan hatinya wkwk.. Mengeluarkan beragam keresahan dan ketimpangan akan kestabilan diri secara internal ataupun eksternal.
Jujur aja saya agak "gimana" gitu sama fenomena "tentang komedian" yang terlalu berlebihan dalam bercanda, alias berolok-olok. Kalau kita liat secara "telanjang", berolok-olok itu haram untuk dilakukan. Masalahnya ini perintah Allah, ini syariat Allah yang ilmunya kita belum sampai, makanya kita diperintahkan untuk mematuhi rules yang Allah kasih.. Nanti kita akan tahu hikmahnya gimana setelah kita lakuin, insyaallah...
Dan gak tanggung-tanggung ancamannya didalam alquran luar biasa, harusnya sih mereka takut, tapi kan... Gimana? Allah lebih tahu hati mereka ketimbang diri mereka sendiri.
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
"Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 56)
اِنَّ شَرَّ الدَّوَآ بِّ عِنْدَ اللّٰهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran), yaitu orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 22)
وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْ ۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
"Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 23)
Kalau mau jujur, seriusan saya tuh sebenarnya orangnya emosian, dan agak sensian. Tapi didalam islam, emosi saya terkendali. Alhamdulillah.. Saya jadi lebih sabar dan tenang.
Jujur aja saya selain takut sama Allah, saya juga palingggg takut sama diri saya sendiri. Orang tua? Setan? Saya masih lebih takut sama diri saya sendiri. Saya takut diri saya melompati batasan-batasan hingga lupa akan tujuan dan niatan. Soalnya nafsu itu bikin kita lupa diri.
"jangan marah.. Surga bagimu"
Saya gak mau marah.
Sekalipun saya harus memerangi mereka yang "zalim" saya gak mau marah. Karena marah itu bikin bodoh. Dan setan suka ikut campur kedalamnya jadi bikin kita berlebihan. Saya mau saat kita memerangi kebatilan kita berjuang atas KECINTAAN kita kepada Allah bukan kemarahan kita kepada mereka. Cinta lebih besar daripada kebencian, dan saya mau saat islam menang, dikenang karena keluruhan niatannya. Bukan karena nafsu.
وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 190)
Saya gak suka sama mereka yang meperolok agama, tapi saya juga gak suka sama mereka yang "ngatain" atau "berkata kasar" kepada manusia.
Udah jelas kalau mereka yang memperolok islam itu pengetahuannya tentang agama agak kurang, dan kita merasa lebih unggul gitu? Sehingga kita berhak ngatain mereka dengan panggilan yang buruk?
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ ۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Hujurat 49: 11)
Saya takut... Saya takut...
Apa yang saya lakukan itu bukan karena Allah.. Tapi karena nafsu.
Apakah ini perbuatan setan? Adu domba? Walalhu alam..
وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 53)
Jangan sampai terlalu termakan amarah dan emosi? Sehingga lupa akan diri dan tujuan dakwah itu sendiri.
Karena bagi saya, kalau kita ngomongin islam.. Kita itu tugasnya buat orang setidaknya "melirik" kearah kita dengan perasaan "takjub akan kebesaran dan kemulianNya". Ingat ya.. Semua yang Allah berikan ke manusia adalah titipan berkat kebesaran dan rahmat Allah. Bukan kehebatan manusia, manusia mah apa sih?
Saya mau semua orang tahu kemulian islam, kebaikan islam, kasih sayang Allah, saya mau semua orang mengerti. Tapi kan.. allah lebih mengetahui mana hamba yang pantas menerima hidayah.. Kita manusia dan kita hanya berusaha.
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: 272)
Mungkin ini peringatan juga untuk saya agar jangan terlalu dalam berekspektasi karena Allah lebih mengetahui isi hati siapapun. Fokus.
Kita umat islam, mendapatkan islam apakah karena kepintaran kita? Keunggulan kita? Ilmu? Tidaak. Tapi karena rahmat Allah, karena Allah. Bukan karena kemampuan kita? Kita apa sih?
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْـفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًا وَّلٰـكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
(QS. An-Nur 24: 21)
Saya selalu merasa takut, takut diri saya lupa diri.
Allah bilang, maafkanlah mereka yang melupakan akhirat yang mengolok-olok agama. Seketika saya langsung, allahu akbar! Gak ada yang kaya syariat Allah.
Allah bijaksana sekali, Allah selalu adil,
Mereka.. Perkataan mereka gak akan bisa memadamkan islam, tapi mereka membinasakan diri mereka sendiri.
وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهٗ لَهَمَّتْ طَّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ اَنْ يُّضِلُّوْكَ ۗ وَمَا يُضِلُّوْنَ اِلَّاۤ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَضُرُّوْنَكَ مِنْ شَيْءٍ ۗ وَاَنْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۗ وَكَانَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا
"Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 113)
Dear orang munafik, terserah kalian saya gak bertanggung jawab atas kalian saya itu hanya bertanggung jawab atas diri saya sendiri, saya menjaga diri aja susahnya setengah mati, dan kalian malah melemparkan diri kalian?
Kalian bilang. "jangan urusin akhirat orang lain, urusin diri sendiri.", saya lagi gak urusin kalian, saya lagi urusin diri saya. Karena kata Allah suruh kasih peringatan ke kalian.. Saya lagi gak urusin kalian, saya bukan pengurus kalian. allah lah yang menjadi pemelihara kalian, jika kalian mensyukuri.
Allah SWT berfirman:
وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَ ذَكِّرْ بِهٖۤ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ ۢ بِمَا كَسَبَتْ ۖ لَـيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚ وَاِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا ۚ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَ لِيْمٌۢ بِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ
"Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 70)
Kalian banyak salah pahamnya. Bukan berarti saya kasih advice ke kalian saya lebih baik? Bukannnn.. Tapi karena Allah yang suruh. Se-simple itu.
Tidak ada yang bisa menolong kalian selain rahmat Allah, bahkan saya juga gak bisa sekuat apapun saya berusaha atau meminta, karena yang harus menundukan hawa nafsu dan ego adalah diri kalian sendiri. Janganlah kalian menjual kehidupan akhirat untuk dunia kalian, saya peduli sama kalian tapi saya tidak menyukai kalian selama kalian masih seperti ini, permusuhan kita jelas ada.
اَنْ تَقُوْلَ نَفْسٌ يّٰحَسْرَتٰى عَلٰى مَا فَرَّطْتُّ فِيْ جَنْۢبِ اللّٰهِ وَاِنْ كُنْتُ لَمِنَ السّٰخِرِيْنَ
"agar jangan ada orang yang mengatakan, Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang mengolok-olokkan (agama Allah),"
(QS. 39: 56)
اَوْ تَقُوْلَ لَوْ اَنَّ اللّٰهَ هَدٰٮنِيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
"atau (agar jangan) ada yang berkata, Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa,"
(QS. 39: 57)
اَوْ تَقُوْلَ حِيْنَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ اَنَّ لِيْ كَرَّةً فَاَكُوْنَ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ
"atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik."
(QS. 39: 58)
بَلٰى قَدْ جَآءَتْكَ اٰيٰتِيْ فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
"Sungguh, sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir."
(QS. 39: 59)
Kalaupun saya harus memaafkan anda, itu bukan karena saya berkasih sayang kepada anda. Namun karena Allah yang perintahkan.
Maka berterimakasihlah, bersyukurlah dan tobatlh kepada Allah jika kamu masih merasa seorang manusia yang dicipta dari tanah.
Atas nama Allah, semoga Allah merahmati kalian, semoga Allah memberikan keadilan kepada kalian, semoga kalian berhenti berolok-olok, semoga kalian kembali dengan keadan yang baik. Aamiin.
قُلْ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَغْفِرُوْا لِلَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ اَيَّامَ اللّٰهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًۢا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah, karena Dia akan membalas suatu kaum sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. 45: 14)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا فَلِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, maka itu untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan."
(QS. 45: 15)
Kebenaran milik Allah, kesalahan milik saya. Wassalamualaikum.............
Komentar
Posting Komentar