Sebuah garis pembeda

Assalamualaikum wr. Wb.
Alhamdulillah.... Kali ini bisa sharing lagi di blog ini.. Semoga bermanfaat...

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَـعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍ   ۗ  اِنَّمَاۤ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَـبِّـئُـهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 159)

Sedikit cerita, saya sangat sedih tentang pembakaran kalimat tauhid yang dilakukan oleh muslim. Rasanya tuh kaya ditikam sama diri sendiri, dan mengatakan bahwa itu adalah simbol dari suatu organisasi yang telah diharamkan oleh pemerintahan.

Pertama yang salah itu, organisasinya bukan benderanya. Yang salah itu perbuatannya manusianya bukan kalimat tauhidnya. Jangan mengkriminalkan kalimat tauhid. Antara kebodohan dan kemunafikan kadang beda tipis. Tapi ambil uzur aja kalau kejadiannya karena kebodohan, udahlah ya.

Jangan beralibi! Tahu gak organisasi yang diharamkan itu juga baca kitab alquran, apa mau dibakar juga? Dengan mengatakan "maksudnya kitab fundamentalnya hti"?

Jangan melampaui batas. Nanti tersesat,

Allah SWT berfirman:

شَرَعَ لَـكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖۤ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰۤى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَ لَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِ ۗ  كَبُـرَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ مَا تَدْعُوْهُمْ اِلَيْهِ   ۗ  اَللّٰهُ يَجْتَبِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْۤ اِلَيْهِ مَنْ يُّنِيْبُ

"Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan 'Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 13)

Saya sangat sedih karena, tentu pasti muslim "yang lain" pasti mengecam perbuatan itu, saya sangat pahami, karena saya juga sangat mengecam perbuatan itu.

Tapi.. Subhanallah, kita gak etis langsung marah dan memusuhi karena jelas jelas, Allah memerintahkan muslim untuk tidak terpecah belah.

Maka harusnya kita menahan diri dari langsung membenci, namun apakah kita harus diam saja?

/fitnah sungguh... Inilah fitnah/

Kalau kita belum begitu memahami, setidaknya kita harus bersabar, dan memohon pertolongan Allah.

Tabayyun, seharusnya.

Seharusnya tetap pada pendirian, bahwa kita tidak akan marah. Sekalipun melawan, kita seharusnya tidak akan memakan daging saudara kita sendiri.

Seharusnya kita akan tetap bangga pada kalimat tauhid,

Harusnya diedukasiin lagi tentang tauhid itu apa, kebanggan bertauhid itu seperti apa, kecintaan kepada Allah yang benar itu seperti apa,

Sabarin dan maafin aja udah yang aneh-aneh. Fokus pada pembangunan kedepannya gimana, kejadian ini bisa jadi alarm buat kita buat lebih perhatian lagi....

Haruskah memusuhi dan membakar kalimat ini?
Jangan bodoh!

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ  اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin."
(QS. Saba' 34: Ayat 20)

وَمَا كَانَ لَهٗ عَلَيْهِمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُّـؤْمِنُ بِالْاٰخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِيْ شَكٍّ   ۗ  وَ رَبُّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ

"Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu."
(QS. Saba' 34: Ayat 21)

Saya yakin semua peristiwa ada hikmahnya,
Dan kejadian ini pasti berbeda membekas dalam hati setiap manusia. Dan mengeluarkan hal-hal yang sebelumnya kita gak tahu,

Allahu akbar. Allah lebih mengetahui, dan Allah mencintai orang-orang yang sabar dan bepegang teguh pada kalamNya.

Fitnah sekali ya Allah... Dan selamatkanlah kami dari orang orang dan setan yang hendak menjauhkan manusia dari jalanMu. Selamatkanlah kami dari orang orang zalim. Selamatkanlah kami dari kebodohan diri kami sendiri.

Allahu akbar!

Jangan menyerah.. Innallaha ma'ana...

Karena apa? Ada hikmah dibalik semua ini,

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖ ۚ  وَلَئِنْ  صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ

"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 126)

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ  وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

"Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 127)

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ

"Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 128)

Kalimat tauhid...
Adalah kalimat yang seharusnya mempersatukan kita, tapi mengapa kita seakan menjadi terpecah belah karenanya?
Mungkinkah ini yang disebut dengan fitnah? Telah sampai kepada zaman fitnah.. Dimana yang panas itu es yang dingin itu api, hal-hal yang seharusnya dingin namun mengapa terasa panas? Fitnah... Zaman fitnah.. Wallahu alam. Semoga kita tetap dapat membedakan yang mana yang baik dan yang buruk, dan katakanlah hanya Allah yang mengetahui yang haq, dan lenyaplah kebatilan.

Gak usah saling berantem dan membenarkan alibi masing-masing, cuma kelihatan bodohnya doang. Kembalilah kepada tuhanmu dengan tangan dan kakimu sendiri, sebelum tuhanmu mengirimkan malaikat untuk mendatangimu.

Semoga bermanfaat...
Kesalahan milik saya, kebenaran milik Allah...
Wassalamualaikum...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran