Rahasia
Assalamualaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillah... Bisa sharing kembali, maha suci Allah dari apa yang dilakukan oleh makhluknya.. Maha Suci Allah..
I wanna sharing something that i really hard to tell..
Bismillah semoga sedikitnya Allah merahmati tulisan ini..aamiin..
ada sebuah hadits...
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani (nuthfah) selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah (‘alaqah) selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging (mudhgah) selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan diperintahkan untuk ditetapkan empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari, no. 6594 dan Muslim, no. 2643)
Ada orang yang beramal dengan amalan penduduk surga menurut pandangan manusia, namun akhir hidupnya adalah suul khatimah (akhir jelek). Ada juga manusia yang dianggap hina oleh orang-orang sekitarnya karena dosanya begitu banyak. Namun ia tutup hidupnya dengan taubat, sehingga ia mati husnul khatimah (mati baik) dan akhirnya masuk surga.
Masyaallah... Subhanallah..
Gak ada yang tahu semua rahasia Allah yang telah menjadi ketentuan dan ketetapannya. Dan kita gabisa bahkan gak mampu buat ngejudge segala sesuatu karena semua belum final. Nyatanya semuanya diuji.
Baik yang sudah kelihatan baik... Atau yang kelihatan belum baik.. Karena musuh kita syaitan sangat cerdik.
Yang sudah baik pun bisa tergelincir sama saja sebenarnya tingkat kesulitannya dengan yang blm baik. Dan subhanallah.. Maha suci Allah dari apa yang mereka katakan.
Lalu ada yang bilang.. "yaudah jadi buruk aja sekalian toh ya yang alim juga busuk2 juga"
Memang ada orang alim yang busuk karena mereka sudah teracuni dengan godaan syaitan yang bernama fasik atau kemunafikan.. Dan orang itu ujiannya beda2 dan ujian itu mengeluarkan hal-hal yang sangat menjijikan didalam diri.
Ujungnya kita tahu bahwa apapun kebaikan yang kita miliki sejatinya bukan milik kita. Melainkan milik Allah dan apa yang diajarkan oleh Allah.
Ada orang yang sepanjang hidupnya ibadah tapi gak ikhlas. Atau munafik. Atau dsb lah.. Allah lebih mengetahui isi hati... Dan Allah maha penyayang kepada hamba2nya. Pasti udah diuji berkali kali... Nyatanya ujungnya suul khatimah
Ada orang yang sepanjang hidupnya maksiat..tapi Allah tahu ada kebaikan. Dan Allah sangat penyayang kepada hamba2Nya. Dikasihlah khusnul khatimah...
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهٗ ۗ اِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. Luqman 31: Ayat 23)
نُمَتّـِعُهُمْ قَلِيْلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ اِلٰى عَذَابٍ غَلِيْظٍ
"Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam azab yang keras."
(QS. Luqman 31: Ayat 24)
وَلَئِنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَـقُوْلُنَّ اللّٰهُ ۗ قُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
"Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab, Allah. Katakanlah, Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
(QS. Luqman 31: Ayat 25)
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
"Milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji."
(QS. Luqman 31: Ayat 26)
وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
"Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Luqman 31: Ayat 27)
Begitupun sebaliknya... Ada yang takwa lalu khusnul khatimah.. Lalu ada yang maksiat dan ujungnya suul khatimah.. Everybody make a different story. Dan Allah maha suci allah dari apa yang mereka katakan. Dan ilmu Allah itu masyallah............ Gak bisa dilukiskan.....
Semua ini adalah pelajaran dari perjalanan hidup kita... Manusia mungkin bisa beralibi atau mengeluh... Tapi apakah mereka hanya bisa mendustakan? Ngeelessss terus urusannya... Padahal kebenaran udah datang... Tapi mengapa selalu diingkari. Dan ingat... allah maha mengetahui, apa yang tersimpan didalam hati.. Kecenderunganmu.. Tujuanmu.. Niatanmu.. Hatimu.. Allah adalah saksi pertama atas setiap hembusan nafasmu... Apa yang hendak kau sembunyikan dari dunia , tak mungkin bisa kau sembunyikan dari Allah...
Allah SWT berfirman:
وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)
قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
"Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 33)
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُوْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِى الْمُرْسَلِيْنَ
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 34)
وَاِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ اِعْرَاضُهُمْ فَاِنِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِى الْاَرْضِ اَوْ سُلَّمًا فِى السَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِاٰيَةٍ ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدٰى فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
"Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 35)
اِنَّمَا يَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ يَسْمَعُوْنَ ۗ وَالْمَوْتٰى يَـبْعَثُهُمُ اللّٰهُ ثُمَّ اِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
"Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 36)
Iam an open minded. Really open minded... Apa aja dibaca apa aja dilahap.. Gak pake pilih2 semua dilahap. Pernah saya antipati sama ustadz sama ulama.. Karena saya gak mengerti cara mereka. But, when i go back to quran theres so beatiful. And that's different. Not like so many people arguing and debating.
Saya sedih banget. Karena saya hampir kehilangan hal yang sangat berharga. Yaitu islam. Hampir kemakan omongan mulut jahat dan pemikiran orang2 itu. Tapi alhamdulillah meski udah separuh hancur dan sampe sekarang pun gataulah masih recovery. But i know. Its still on going. My journey still on going...
Subhanallah maha suci allah dari apa yang mereka ucapkan..
Kata mereka, "yaudah.. Berarti lo udah kemakan sama fanatik islam lo... Idealisme lo itu yang membuat lo sendiri menderita.. Idealisme itu yang bikin hidup gak hepi, gak mungkin lah tuhan nyiksa kita"
Mau benar... Dibilang fanatik dan idealis.
Mundur teratur...
Sekarang giliran saya nanya.. Lalu apakah definisi bahagia? Apakah definisi keadilan? Apakah definisi kebebasan? Apakah itu penyiksaan?
Semua orang seenak jidatnya.
Hepi dengan status sosial tinggi, peralatan ber merk padahal itu tinggal ditempel, bangga dengan gelar diantara ribuan orang yang kelaparan,berbangga dan berlomba lomba menjadi badut dalam mendandani diri sendiri.
Sesak.
Dalam islam semua ada jawabannya teratur. Baik secara individul. Kelompok. Bahkan negara.
Karena islam membentuk individu dan sangat sulit.
Gak cukup syahadat untuk menjadi baik. Rukun islam. Rukun iman... Gak cukup... Butuh sepanjang hidup untuk ngeaplikasiin semua dan ngerubah sampah ini menjadi lebih berguna.
Gue paling benci sama orang yang kuat lalu pake kekuasannya buat pamer atau nginjek yang lemah. Dan gue gak suka orang lemah yang playing victim yang kalau dikasih celah serakahnya membabi buta. Gak tahu diri.
Simplenya itu ibarat kaya orang alim dan orang maksiat. Orang yang dilebihi allah ilmunya dengan orang yang tahunya hepi2 aj
Manusia tuh hina sebenarnya mau dicoverin kaya gimanapun. Kalau bukan Allah yang membersihkan kita. Kita gak bisa bersih.
Makanya kadang.. Udah..
Samina wa athona aja...
Dan udah.. Itu aja.
Karena sangat lelah jika kita menanggapi orang yang banyak dustanya. Dari mulut mereka rasanya.. Ah sudahlah..
Allah SWT berfirman:
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 21)
Segini dulu aja.. Terimakasih telah membaca.. Insyaallah akan disambung lagi... Kesalahan milik saya..kesempurnaan milik Allah...
Barakallah...
Wassalamualaikum wr.wb.
Komentar
Posting Komentar