Masjid adalah peradaban

Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini...
Sedikit curhat... Alhamdulillah saya terlahir agak kudet. Jadi selalu belakangan gitu kalau kedapetan informasi. Kesannya gak pedulian sih.. Emang iya sih.. Tapi alhamdulillah walaupun saya begini tapi ada aja cara untuk saya tahu tentang info suatu hal...

Tentang masjid yang diusung oleh ustadz hanan attaki... Sumpeh ya saya gak sepintar ustadz2 itu.. Kalau mereka lagi berpendapat ngeluarin dalil.. Mungkin saya kalau ada ditengah mereka cuma bisa bengong..😂

Bagi saya... Mereka dua kubu yang menolak atau menyetujui tentang masjid ini sama sama islam.. Dan menginginkan kebaikan untuk islam dan semoga biar Allah sajalah yang menjadi juri atau hakim atas srtiap perbuatan manusia di bumi ini.

Bagi saya...
Ini adalah seni dalam berdakwah semua ada strategi dan cara.. Dan ada sebagian orang yang "nekad" sehingga mengambil cara2 yang dinilai orang "ekstrem" atau gak biasa. Tapi ada yang mengartikan "ide gila" "berbahaya" ya iyaa... Emang bahaya.
Asal pondasinya kuat.. Tujuannya kuat baru ide ini bisa terlaksana mantap. Harus ada yang mengawasi sehingga pergeseran ini benar2 bisa menggeser yang batil. Bukannya malah ikut tergeser.

Masjid sebagai pusat peradaban... Menarik sih.. Jadi semua orang itu tinggal ke masjid, apa apa masjid. Bikin usaha "mereka" menyepi. Orang2 yang ke masjid insyaallaj deh.. Semileneal2 nya ya gak separah yang nge mall.. Karena udah ke filter... Dan cara gaulnya pasti beda..

Belum tahu jelasnya kan.. Bagi saya pribadi hal kaya gini patut dicoba.. Satu masjid dulu aja deh.. Pergeseran.. Ini kaya metode katalis gitu gak sih? Jadi pelan2 bergeser dan merubah cara hidup dan prioritas. Biasanya yang pelan2 ini lebih matang.

Emang sih cara yang dipakai bahaya sumpeh.. Ada risikonya juga jangan salah wkwk.. Karena banyakan tindakan "main-mainnya" tapi pikir aja deh namanya juga anak muda.. Kalau udah jenuh nanti juga dia bosen main. Kalau mereka udah paham tentang kenikmatan ibadah. Hal hal yang begitu juga nanti dikurang2in. Walaupun serius bagi saya ini bukan hal yang harus dilawan. Tapi boleh diuji coba dulu dan pantau dulu hasilnya gimana. Trik2nya.. Evaluasi prokernya.. Soalnya menarik sih....

Dan kalau ada yang bilang.. Ini mengikuti gaya ke yahudian atau gaya kebarat2an menyerupai suatu kaum.. Sekali lagi ini namanya strategi.

Kita kaya gini bukan dari hati kita mau ikut trend atau gaul. Bukaan tapi untuk dakwah.

Sama aja kaya nabi palsu di aceh yang pake udeng2 baju putih-putih tapiii bawa hadits palsu! Itu namanya straregi. Mereka meretas melalu pakaian sehingga covernya bisa menyerupai muslim.. Jadi mereka bisa baur walaupun subhanallah ketahuan juga..

Nah target dakwah pak ustadz anak muda mileneal yang udah kecanduan adidas atau nike atau apalah... Sesimple itu aja.. Pelan2 lama2 kita geser.. Sama kaya konsep globalisasi kan penggeseran culture lama2 anak jawa gak suka gudeg . Sukanya burger. Lama2 lebih bangga amerika daripada indonesia...

Nah gitulah kira2.. Pelaku dakwahnya harus kuat2 sih bagi saya.. Jangan sampe kita yang geser. Ini namanya "perang". Real perang di jaman kek gini. Karena kita bertaruh juga disini.. Dan harus tuntas kalau jalan. Harus ada evaluasinya. Semoga menang y Di medan perang pak ustadz. Sukses... Kalau udah jadi insyaallah saya mau "main" juga ke masjid.. Aamiin.

Dan kita sesama muslim gak usah berantem.. Kalau mau tabayyun ya silakan.. No hard feeling. Nyari2 kesalahan orang. Atau judging...

Astagfirullah.. Kurang kerjaan.

Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam satu barisan dalam keadaan hati yang bersih. Lagi diridhaiNya aamiin.

Allah SWT berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰٓئِرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَ ۗ  اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ  اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ ۚ  فَلَا تُزَكُّوْۤا  اَنْفُسَكُمْ  ۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى

"(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa."
(QS. An-Najm 53: Ayat 32)

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ  وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ ۗ  بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ  ۚ  وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 11)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ  اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا   ۗ  اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ   ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)

Wassalamualaikum wr.wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran