Menjaga Al Quran
Assalamualaikum...
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Bisa berbagi kembali di blog ini, sebelumnya mohon maaf jika ada salah dalam perkataan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat. Aamiinn 😍
اَ لَاۤ اِنَّ لِلّٰهِ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُرَكَآءَ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
"Ingatlah, milik Allah meliputi siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di Bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah menduga-duga."
(QS. Yunus 10: Ayat 66)
Yakin... Kalau segala sesuatu atas ketetapan Allah. Ketetapan Allah itu selalu diatas segalanya walaupun dunia ini atau seluruh dunia ini difitnah! Hitam dicampur putih sehingga sudah tak jelas lagi warnanya apa karena saking "dibalut" atau "dikemas" sedemikian rupa sehingga keburukan bisa nampak baik, dan kebaikan bisa nampak buruk. Wallahu alam.
Yang sejauh saya yakini, kalau segala sesuatu yang terjadi itu bukan karena kita lebih baik dari orang lain atau orang lain lebih baik dari kita atau kita lebih buruk dari orang lain atau orang lain lebih buruk daripada kita?
Kita bukan "penilai" kita bukan "Tuhan" yang tahu mana yang terbaik dan mana yang terburuk.
Karena kita MASING-MASING ATAU SENDIRI SENDIRI akan menghadap Allah dan kita akan menanggung perbuatan diri kita MASING MASING.
قَدْ جَآءَكُمْ بَصَآئِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚ فَمَنْ اَبْصَرَ فَلِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَاۤ اَنَاۡ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
"Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu)."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 104)
Tugas kita apa?
Sami'na wa athona.
Berpegang teguh kepada firman Allah.
Seharusnya masing-masing dari kita mawas diri. Kalau ada yang bertentangan dengan ayat Allah, siapakah yang harus dirubah?
Maha benar Allah dengan segala firmannya...
Telah sampailah dan bertemu kita pada banyak orang yang mengatakan hal-hal mengagumkan seolah benar. Membuat kerusakan pada manusia.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ
"Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 204)
Lalu apa?!
Saya sangat ngeri bahkan orang orang lebih jago berfilsafat liar ketimbang mentadaburi kitabNya?
Quran memang sangat luar biasa,
Dan ketika membaca quran, akal dan perasaan diasah didalamnya. Kecakapan kita sebagai manusia diuji.
Tapi mengapa alquran selalu difitnah?
Tuhan selalu difitnah?
Mereka berkata yang bukan-bukan?
Biarlah Allah yang mengadili mereka yang berselisih.
Padahal jelas, Allah telah memerintahkan kita untuk berkata baik. Nabi muhammad juga memerintahkan kita untuk berkata baik atau diam.
Bisakah semua orang diam?
Sudah cukup membual,
Sungguh sesak didalam sini,
Dengarkanlah guntur yang membelah langit...
Tak takutkah mereka kepada tuhan semesta alam?
Allah SWT berfirman:
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤـئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖ ۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَآءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰه ۚ ِ وَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِ
"Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Maha Keras siksaan-Nya."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 13)
Sujud! Minta maaflah pada Allah.
Ini bumi Allah.
Milik tuhan. Tuhan yang satu tiada tandingan.
Mengapa jika kau mengatakan kau bertuhankan Allah? Kau juga mengatakan mengakui tuhan yang lain. Padahal tiada tuhan selain Allah, setidaknya kau diam dan tinggalkan saja. Karena memberi peringatan pun sekarang ini difitnah, jika kita tunjukkan kasih sayang kita dengan menunjukan kepada yang haq apakah mereka dapat menerima?
Ah.. Bahkan kita juga butuh hidayah...
Telah sampai pada zaman fitnah.
Mengapa ketika kebenaran mengudara selalu difitnah?
Terkadang mau bodo amat saja.
Terserah mereka. Yang penting saya selamat. Biarin aja mereka,
Tapi subhanallah... Allah tuh maha pencipta maha mengetahui. Kita gak dibolehin berhenti berdakwah. Karena nasihat ini penting.
Tapi bagaimana?
Setiap orang punya cara!
Dan ada sebagian orang yang tetap keras dab tegas dalam menyuarakan firman Allah... Mereka para pemberani yang mungkin setajam pedang.
Tapi saya bukan pemain "pedang". Saya tidak suka atau saya tidak tahan ketika ada yang berkata bukan-bukan tentang Allah, saya lebih suka menunjukkan diri saya tanpa mengatakan apapun. Lebih dengan sikap.
Karena jika saya berdakwah dengan suara sungguh begitu menyakitkan yang mereka ucapkan. Dan kasihannya, dosa mereka juga bertambah, dan mungkin saya juga akan berdosa karena marah ataumungkin menyakiti mereka. Saya menghindarinya, bukan karena saya takut sama mereka, saya lebih takut sama diri saya sendiri. Namun cara ini sangat lemah, jika ingin berdakwah?
Namun bagaimana lagi?
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً ۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23)
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ ۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
"Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia."
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 11)
Bacalah kitabmu.. Dan biarkan Allah yang akan menuntunmu... Setiap orang memiliki jalan yang berbeda-beda..
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)
Mengapa setiap. Orang selalu berbeda beda dalam menginterpretasikan alquran kedalam hidup merekA? Karena Alquran itu mahal. Dan ia selayaknya cermin, ia menampakan dirimu yang sebenarnya, macam-macam setan yang bersembunyi dalam hatimu yang mana harus perlahan kau kalahkan.
هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ ۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ۘ وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ ۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَلْبَابِ
"Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 7)
اَلَمْ يَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰٮهُمْ وَاَنَّ اللّٰهَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ
"Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?"
(QS. At-Taubah 9: Ayat 78)
Jangan salahkan mereka, salahkan dirimu sendiri terlebih dahulu, sudah seperti apakah kamu menjaga alquran didalam hati dan hidupmu?
فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَادًا كَبِيْرًا
"Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) perjuangan yang besar."
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)
Manakah yang lebih kau cintai?
Keinginanmu atau tuhanmu?
Pembenaran atau kebenaran?
Kebohongan atau kenyataan?
Dunia atau akhirat?
Mengapa kamu membela orang-orang yang hendak mencelakakanmu dan memecah shaf barisanmu, setidaknya kau berselisih mengapa kau harus menghakimi? Apa kau sudah melihat daftar orang yang masuk surga? Apakah kau benar dan mereka salah? Atau mereka benar dan kau salah? Tidaaaaaaakkkkk... Katakanlah kebenaran itu milik Allah. Tidak berselisih orang yang mengatakannya.
اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَآئِنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۜيْطِرُوْنَ
"Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?"
(QS. At-Tur 52: Ayat 37)
Abaikan manusia! Berpegang teguhlah kepada Allah. Percaya saja kepadanya. Jangan bergantung kepada manusia. Meski dia memiliki banyak pengikut atau bergelar berentet tapi miskin akhlak. Karena manusia itu hitam putih. Namun Allah. Laaa illa ha illa Allah. Takutlah kepada Allah, jika kamu orang yang benar.
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ وَسَوْفَ يُـؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
"kecuali orang-orang yang bertobat memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 146)
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤـئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖ ۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَآءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰه ۚ ِ وَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِ
"Dan guruh bertasbih memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Maha Keras siksaan-Nya."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 13)
Jangan percaya manusia, percayalah Allah. Atau kau boleh mempercayai manusia atas karena kecintaanmu Kepada allah. Dan dalam mencintai Allah tidak pernah membutakan. Nafsu yang membutakan bukan allah.
Janganlah perkataan dusta tentang Allah...
وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 116)
janganlah kau campurkan orang munafik dan mukmin dalam satu penilaian yang sama. Sungguh mereka berbeda.
Ada orang yang mendekatkanmu ada yang menjauhkanmu dari jalan Allah.
Dan siapa tahu jika orang munafik itu ternyata bukan orang lain? Melainkan dirimu sendiri.
Nauzubillahi min zalik. Astagfirullah al adzim.
فَمَا لَـكُمْ فِيْ الْمُنٰفِقِيْنَ فِئَـتَيْنِ وَاللّٰهُ اَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوْا ۗ اَ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَهْدُوْا مَنْ اَضَلَّ اللّٰهُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran) disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 88)
وَدُّوْا لَوْ تَكْفُرُوْنَ كَمَا كَفَرُوْا فَتَكُوْنُوْنَ سَوَآءً فَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ اَوْلِيَآءَ حَتّٰى يُهَاجِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوْهُمْ وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوْا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا
"Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 89)
Bunuhlah kemunafikan pada dirimu sendiri, wahai orang orang yang akan kembali kepada Allah!
Apakah kau tidak merasa bahwa jam itu berjalan... Waktu terasa cepat menghimpit?
Jauhilah mereka orang2 yang berkata manis lalu menjauhkanmu dari jalan Allah. Mereka bukan temanmu. Allah lah pelindungmu, mereka tertawa dan mengolok olok. Padahal... Siapakah yang sedang mereka tertawakan? allah? Atau kebodohan mereka? Atau kesombongan mereka? Terhadap allah?
Fitnah! Sekarang ini zaman fitnah,
Zaman dimana koruptor disalam sel itu saat diwawancarai tertawa bukanya malu. Zaman dimana wanita itu tersenyum saat "disentuh" padahal mereka sedang dihinakan. Zaman dimana lelaki itu tertawa saat ibunya meninggal dunia, karena harta kini menjadi milik.
Lalu apa?
Ketika agama Allah diperolok? Dan kita harus tertawa? Karena ini "black comedy"
Ketika kalimat Allah dimuka umum dibakar kita joget-joget?
Sungguh.................... Tak bisa berkata kata.
Mungkin berlebihan jika terlalu dalam merasa?
Lalu apa yang tidak berlebihan?
Bahkan anda juga butuh dibimbing? Anda juga tidak lebih tahu?
Namun.. Diatas langit masih ada langit.
Diatas yang paling tahu, masih ada yang maha mengetahui.
Astagfirullah al adzim.
Zaman fitnah.. Berhati hatilah.. Mari saling mendoakan.. Dan saling menjaga batasan. Kewarasan. Berpegang teguhlah pada tali Allah. Saling menasihati, terimakasih....
Wassalamualaikum wr. Wb.
Kebenaran milik allah. Kesalahan milik saya.
Komentar
Posting Komentar