Manusia
Assalamualaikum...
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Bisa berbagi kembali di blog ini, sebelumnya mohon maaf jika ada salah dalam perkataan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat. Aamiinn 😍
Manusia...
Ada sebuah ayat yang sangat menarik bagi saya, yaitu ketika malaikat "menginterupsi" saat Allah hendak menjadikan manusia khalifah di bumi,
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَالَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)
Allah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh makhluknya walaupun atau malaikat sekalipun.
Tapi sebagai intermezo, yang mau saya sharing adalah, bagaimana manusia di bumi merusak dan menumpahkan darah.
Berasa gak sih kalau manusia itu selalu berselisih(?) (dan memang kenyataannya sudah tertera didalam alquran)
Ada yang "mencintai kehidupan dunia" ada yang "mencintai keridaan Allah"
Dan mereka tak henti-hentinya berselisih,
Prosanya enaknya gini "berselisih lalu berpaham" namun ini masih dalam kalimat satu yakni "berselisih".
Hidup di dunia adalah luar biasa kalau dilihat secara individu, namun saya merasa sangat sedih juga ketika banyak hal yang tumpang tindih dan "menyilaukan" sehingga membuat mata kita kurang awas.
Sebenarnya permasalahan yang terjadi malah semakin menjadi penguat keyakinan. Bukannya malah melemahkan, jika ada sebagian orang beralasan sungguh mereka hanya membenarkan diri dan merusak diri sendiri.
Saat malaikat interupsi, saya juga merasa ingin menginterupsi, mengapa Allah begini. Begitu. Begini, begitu. Namun ketika saya mencari tahu hanya terucap dua kata yakni wallahu alam dan subhanallah.
Maha suci Allah dari apa yang mereka ucapkan.
Terkadang sendiri itu lebih baik daripada bergumul sama orang yang salah.
Tapi subhanallah, saya benar benar terkagum bagaimana cara Allah memanage hamba2Nya. Bagaimana kuasa Allah yang selalu terus menerus memberikan cahaya kepada hamba2Nya meski hamba2Nya mengingkariNya. Allah sangat tegas namun sangat lembut. Subhanllah.. Terkadang bingung tentang bagaimana cara memujiNya.
Allah maha mengetahui,
Sekalipun manusia saling menumpahkan darah, tapi itu sama sekali enggak ngefek atau menzalimi diri manusia itu sendiri jika manusia itu beriman dan bertakwa kepada Allah.
Karena apa? Semuanya adalah pembelajaran, manusia... Kalian adalah pemimpin atas diri kalian sendiri, kalian adalah penanggung jawab atas diri kalian sendiri. Kalian akan menghadap Allah pun sendiri-sendiri.
Segala sesuatu zaman ini difitnah...
Bahkan yang memberimu bunga bisa jadi dialah musuhmu, namun yang memberimu duri bisa jadi ialah teman setiamu.
Kewarasan, akal, perasaan, diasah.. Bagaimana kamu membedakan mana yang haq dan batil. Mana yang harus kau pertahankan atau mana yang harus kau buang!
Contoh....
"jangan dengerin perkataan orang, dengerin kata hati sendiri aja" kata si A kepada dirinya sendiri,
Namun saat dia mendengarkan kata hatinya ia malah tersesat dan ternyata perkataan orang lah yang benar, si A terlalu sombong sehingga ia tidak bisa mendengarkan nasihat orang lain.
Akhirnya keesokan harinya si A memutuskan untuk mengikuti perkataan orang lain, namun sialnya si A juga tersesat, lalu dia marah dan memaki orang itu karena telah menyesatkannya dan orang itu juga tidak mau kalah dan ia bilang, "salah sendiri! Kenapa malah ikutin saya! "
Dan akhirnya si A berazzam dalam hati, kalau ia takkan lagi mengikuti perkataan orang lain.
Lalu apa?
Sebenarnya bagaimanakah?
Serba salah raisssaah.. Wkwk
Itulah manusia, manusia itu terbatas. Dan bersyukurlah ketika Allah menampakan kekuranganmu, dan dari sanalah engkau akan menemukan kelebihan yang jauh lebih besar.
Intinya adalah... Ikutilah segala sesuatu yang mendekatkanmu kepada Allah. (inilah akal yang sempurna)
Jika perkataan orang lain lebih mendekatkanmu kepada Allah, why not?
Namun jika perkataan oranv lain malah menjauhkanmu dari Allah, tolaklah!
Simple!
Kewarasan itu adalah Allah. Dan atas namaNya dengan menyebut namaNya kita berlindung kepada Allah dari hal hal yang kita tidak ketahui atau belum ketahui.
Namun, banyak manusia yang ingkar kepada Allah, karena apa?
مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖۤ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَئِنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰـكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
"Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 106)
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِ ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
"Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 107)
Haruskah kita membiarkannya?
Biarkanlah..
فَاَعْرِضْ عَنْ مَّنْ تَوَلّٰى ۙ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ اِلَّا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا
"Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia."
(QS. An-Najm 53: Ayat 29)
Namun jangan sampai "penyakit" itu menular pada diri kita atau keturunan kita kelak. Atau kalau mampu "cobalah untuk menyembuhkan" penyakit yang mereka ada adakan.
وَاِذَا مَاۤ اُنْزِلَتْ سُوْرَةٌ فَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ اَيُّكُمْ زَادَتْهُ هٰذِهٖۤ اِيْمَانًا ۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَزَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ
"Dan apabila diturunkan suatu surat maka di antara mereka (orang-orang munafik ada yang berkata, Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya dan mereka merasa gembira."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 124)
وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ
"Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 125)
Manusia, terkadang mau menyerah saja...
Apakah mereka hanya berpikir mereka hidup hanya untuk berbangga lalu mati dengan rentetan "kebanggaan" lalu mereka tak merenungi mengapa semua ini terjadi?
وَ خَلَقَ اللّٰهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
"Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan."
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 22)
Mengapa serasa hanya datang dan pergi dan sia sia saja... Apakah mereka tidak merasa?
Dan jika diutarakan, mereka akan mengamuk-_-
اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ اَنْ لَّنْ يُّخْرِجَ اللّٰهُ اَضْغَانَهُمْ
"Atau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?"
(QS. Muhammad 47: Ayat 29)
Sedih kadang tuh,
Dan ujungnya adalah.... Pertikaian...
Mending cuma adu "mulut" inimah "adu adu yang lain". Tapi umat islam punya equipment yakni al quran dan hadits. Pelindung Allah swt!
اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗ وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ
"Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)
Mau balik mundur tapi ah sudahlah...
لَاَنْتُمْ اَشَدُّ رَهْبَةً فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
"Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (Muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 13)
Jangan berantem napa sih, kalian itu bukan melawan mukmin. Kalian melawan Allah-_- kalau kalian benci kepada islam, kalian melukai diri sendiri, sedang Allah yang menyayangi kalian, sedang kalian masih "alay" di bumi. Jangan pecah pecah napa si.. Sariawan.. Ayo jangan salah salahan.. Emang manusia banyak salahnya. Wkwkk..
*Manusia juga males kali ngurusin orang sedang dirinya juga butuh diurus, kalau bukan karena rahmat Allah.. Lah udah aja kita mah masing-masing aja.. Tapi kan kaga boleh gitu pak aji... *
Yang benar atau yang haq hanyalah allah.. Ayo sepakat sih... Tinggalin semua yang batil dan fokus kepada yang haq. Apa mau masing masing aja? Terserah lah. Laa ikraha fi ddin. *tidak ada paksaan dalam agama
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْـقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 82)
Ya Allah berikanlah kami rahmatMu sesungguhnya kami ingin hidup, mati, dan dibangkitkan dengan islam dan iman.
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."
(QS. Al-A'raf 7: 168)
فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَّرِثُوا الْكِتٰبَ يَأْخُذُوْنَ عَرَضَ هٰذَا الْاَدْنٰى وَيَقُوْلُوْنَ سَيُغْفَرُ لَـنَا ۚ وَاِنْ يَّأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهٗ يَأْخُذُوْهُ ۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَاقُ الْـكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِ ۗ وَالدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
"Maka, setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, Kami akan diberi ampun. Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-A'raf 7: 169)
وَالَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِالْـكِتٰبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ
"Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan sholat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh."
(QS. Al-A'raf 7: 170)
وَاِذْ نَـتَقْنَا الْجَـبَلَ فَوْقَهُمْ كَاَنَّهٗ ظُلَّةٌ وَّظَنُّوْۤا اَنَّهٗ وَاقِعٌ ۢ بِهِمْ ۚ خُذُوْا مَاۤ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa."
(QS. Al-A'raf 7: 171)
وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَالُوْا بَلٰى ۛ شَهِدْنَا ۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
(QS. Al-A'raf 7: 172)
اَوْ تَقُوْلُوْۤا اِنَّمَاۤ اَشْرَكَ اٰبَآ ؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنْۢ بَعْدِهِمْ ۚ اَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُوْنَ
"atau agar kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"
(QS. Al-A'raf 7: 173)
وَكَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."
(QS. Al-A'raf 7: 174)
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ الَّذِيْۤ اٰتَيْنٰهُ اٰيٰتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَاَتْبَعَهُ الشَّيْطٰنُ فَكَانَ مِنَ الْغٰوِيْنَ
"Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 175)
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْـكَلْبِ ۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 176)
سَآءَ مَثَلًا ا لْقَوْمُ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاَنْفُسَهُمْ كَانُوْا يَظْلِمُوْنَ
"Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 177)
مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِيْ ۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 178)
Wassalamualaikum....
Kebenaran milik Allah. Kesalahan milik saya!
Komentar
Posting Komentar