Love Allah
Assalamualaikum...
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Bisa berbagi kembali di blog ini, sebelumnya mohon maaf jika ada salah dalam perkataan. Semoga tulisan ini dapat memberi manfaat. Aamiinn 😍
Saya mau sharing tentang mencintai Allah, masyaallah...
Kenapa di zaman sekarang ini yang baik suka difitnah? Termasuk ini.. Cinta kepada Allah?
Dibilangnya fanatik, terlalu berlebihan, jadi susah senyum, jadi keras, garis keras, garis tebal, dan garis garis yang dibikin-bikin dan dituduh tuduh yang lainnya.
Padahal... Bukan..
Mereka yang cuma bisa ngejudge dan cuma dengar omongan orang lain tanpa ngebuktiin sendiri, dan cuma cari data pembenaran yang sifatnya lebih ke "subjektif" daripada "objektif" mungkin bakal gampang banget ke frame sama hal hal "settingan".
Bersikap kritislah,
Manusia lama lama tumbuh, dan mengapa kita memiliki mata namun mengapa kita melihat sesuatu dengan telinga?
Mencintai Allah?
Kita yang butuh atau Allah yang butuh?
Subhanallah...
Ada yang bilang kalau mencintai sesuatu secara terlalu itu bahaya! And i agree...! Sangat setuju! Karena bahkan kita bisa aja "rela" mati untuk sesuatu hal yang sangat kita cintai.
Namun.. Kalau misalnya kita egois.. Kita cintaa sama diri kita sendiri,bukankah kita jadi bisa atau mampu menjadi apasaja untuk menyingkirkan siapa saja yang menghalangi "ambisi" kita? Karena fanatik sama diri atau keinginan sendiri?
Namun... Itu hanya berlaku jika kita salah dalam menempatkan posisi ini, karena posisi ini adalah milik Allah swt.
Bukan milik makhluk apalagi benda mati?!
Saya menyadari bahwa hal "sesimple" ini sangat berpengaruh dan bisa menyetir diri kita naik ataupun turun. Dengan signifikan dan luar Biasa.
Sejatinya cinta kepada Allah itu melindungi kita, ini yang saya butuhkan...
Gak usah kebanyakan teori, mari kita buktiin.
هٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةٌ لِّلْمُتَّقِيْنَ
"Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 138)
Sedikit cerita,
Dalam syariat Allah itu unik sekali, syariat itu membentuk diri manusia secara pribadi atau bahkan kelompok secara detil. Manusia perlahan menjadi seimbang, islam adalah sebuah metode yang berstandar "rahmat Allah" benar benar diluar kecerdasan manusia. Ibaratnya tuh kaya "metode dari langit".
Contoh yang paling saya berasa adalah dakwah,
Simple saya itu orangnya agak cuek dan malas ikut campur urusan orang. Saya adalah mantan "liberalis" yang hayu aja sama semua sudut pandang, saya udah kenyang banget berfilosofi secara bebas tanpa batas dengan dalil, "asal gak ganggu hidup gue, lo hidup ya hidup aja" jadi kesannya kaya individualis juga.
"masalah sudut pandang?" sumpeh udah empet banget... Kenyang banget sama beginian.
Sudut pandang itu sebenarnya menggambarkan keterbatasan manusia sebagai individu, dan manusia butuh banyak sudut pandang untuk mencari tahu kebenaran itu sebenarnya apa? Bagi mereka yang "putus asa" mungkin puas dengan "pembenarannya" namun bagi mereka yang mencari mungkin akan sangat kehausan nyari nyari cahaya dibalik kata "topeng benar" yang nyatanya "setengah hancur".
وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 116)
ذٰلِكَ بِاَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَاَنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ اَمْثَالَهُمْ
"Yang demikian itu, karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat), dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia."
(QS. Muhammad 47: Ayat 3)
Lanjut lagi... Saat ketemu islam, udah lah saya mau fokus aja.. Benahin diri sendiri, karena benar benar "berantakan" diri saya itu, saya ada tipikal orang yang sukanya kerja sendiri, tanpa mau atau belibet sama hal - hal ribet, tapi subhanallah.. Pas tahu syariat, gataunya kita itu disuruh dakwah, wajib. Disuruh "memberi" ke orang lain disaat anda gak punya apa apa.
Awal-awal bete kan, karena ah males banget. Tapi saat kalian nerapin syariat subhanallah.. Keren banget.. Diri saya yang individualis parah perlahan jadi seimbang.
Gak terlalu individualis tapi gak terlalu "nyampurin orang" lain juga.
Islam itu peduli namun gak memaksakan. Individualis kuat didalam namun diluar juga kepancar.
Syariat Allah itu menyeimbangkan ketimpangan didalam diri kita.
Apalagi dizaman serba mahal kaya gini. Kalau mau "ngakali" mah udah aja.. Dan orang-orang itu manusia itu udah kaya "predator" istilahnya gini, "yang kuat yang berkuasa" kita semua "berkompetisi". Kaya cewek gitu main "cantik-cantikan" dan cowok main "tajir tajiran"
Senggol sana senggol sini asal menang...
Buat apasih? Aduh... Kacau balau.. Sesak napas.
Apaan sih? Apaan sih? Apaan sih?
Allah SWT berfirman:
اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 20)
Tapi Allah..
Subhanallah..
"naiklah tanpa merendahkan orang lain"
Gak ada cinta yang kaya cintaNya.
Saat mencintai Allah... Kita dituntut buat "taat" buat nurutin semua perintah Allah... Tapi kita bukan bucin.. Kalau mencintai manusia dengan cara begini udah... Mati aja udah jadi bucin.
*budak cintaaaa 😂😂😂
Awal awal wajar sih kalau ada betenya karena kita gak ngerti, tapi lama kelamaan kalau kita berusaha dan kita sabar aja modalnya insyaallah kita bakal ketemu hikmahnya.
Masalah harta?
Allah suruh kita sedekah. Biar kita gak terlalu bersempit hati dalam urusan harta kita. Kebaikannya buat siapa? Ya manusia lah.. Biar kita tuh ikhlas. Coba pikir aja.. Kalau kalian kaya banget terus tahu tahu meninggal, penasaran gak tuh meninggalnya? Wkwkk.. Judulnya gini "arwah penasaran karena baru beli mobil alphard tapi serangan jantung". Jadi tuh mobil ada hantunya... Hantunya elo.. Karena pas masih idupnya belum naikin tuh mobil.. wkwkwk *candaa yaaa
Ya konyol aja gitu.. Saat mobil lebih segala galanya. Saat harta lebih segala galanya. Lah situ manusia?
اِنَّ هٰٓ ؤُلَآ ءِ يُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُوْنَ وَرَآءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيْلًا
"Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya."
(QS. Al-Insan 76: Ayat 27)
Kalau kamu pernah sangat mencintai sesuatu, pasti kamu ngerti deh kenapa mencintai Allah itu rasanya luar biasa. Karena Allah yang selalu bikin kesadaran dan "ngerem" diri kita buat "over react menjadi over nafsu". Karena walaupun kita tercipta dari tanah, tapi didalam sini terasa panas. Entah itu setan yang lagi ngipasin atau apalah wkwkw.. Yang jelas manusia punya hawa nafsu yang amat tinggi (ambisi).
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)
Allah itu penjaga hati kita...
Kalau gak ada syariat Allah.. Udahlah w jadi apa ya.. Manusia es atau tarzan kali ah. Mumet banget sama manusia kadang.
Tapi nyatanya obatnya malah di sumber masalah itu sendiri.. Subhanallah.. Pokoknya Allah tahu aja dah.. Allah maha mengetahui rahasia langit dan bumi.
Jika kamu merasa teramat sulit sedekah. Langsung deh sedekahnya malah dibanyakin dari sebelumnya.
Kalau kamu merasa ada orang yang jahat sama kamu, hadapin deh temuin tiap hari. Jangan dijauhi.
Karena disitu obatnya... Sabar.. Ikhlas..
Yang diobati itu diri kita sendiri dengan media harta, manusia atau lainnya.
وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِالْحَسَنٰتِ وَالسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 168)
Semua yang ada di dunia ini hanyalah fasilitator buat kita improve akhlak kita sebagai manusia untuk lebih baik lagi dalam manajemen segala kekurangan.
Tugasnya nabi muhammad apa? Menyempurnakan akhlak manusia bukan?
Jujur aja.. Saya masih banyak pr nya.. Tapi hal itu gak boleh menghentikan kita untuk berbagi dan cuma ngurusin diri atau pahala sendiri. Istilahnya multi tasking kali ya? Wkwkw.. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Jadi efisien. Kita bisa urus diri kita tanpa menjadi egois.
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰٮهُمْ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
"Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 272)
Allah selalu mengajarkan kewarasan diantara "peduli sama diri sendiri dan orang lain" secara pas.
Intinya bisa menghargai diri sendiri, tapi dengan cara memuliakan orang lain. Bisa menghargai orang lain setara dengan memuliakan diri sendiri.
Mungkin al quran dipandang sebagian orang adalah teks. Tapi al quran itu lebih dalam daripada itu. Ilmu psikologi aja ada didalam al quran dan itu luar biasa unggul. Makanya w mengakui kalau mental mukmin itu luar biasa.
Banyak banget manfaat alquran, tapi kita manusia dan kita terbatas. Alhamdulillah... Semoga allah menambahkan terus rahmatnya agar kita bisa terus memanfaatkan alquran untuk hidup. Alquran for life!
لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 24)
Mukmin gak pernah sakit hati, karena apa?
Balasan yang sempurna hanya ada pada sisi Allah!
Kita manusia dan kita berusaha.
Kita manusia dan kita lebih dari benda.
Kita manusia dan kita memaafkan diri kita dan orang lain.
Kita manusia dan kita milik Allah.
Kita manusia dan kita mencintai Allah.
Dan Allah lah pelindung kita.
Kalau cuma mengejar dunia... Cuma dapat capeknya aja.. Tapi Hasilny selalu gak pernah memuaskan kita, karena pembalas terbaik adalah Allah swt. Nikmat yang paling tinggi hanyalah keridaanNya. Masyaallah..
To be contineud......... Kebenaran milik Allah, kesalahan milik saya.
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَبْنَآ ؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ اِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
"Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)
Wassalamualaikum wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar