Jerat
Merenungi segala sesuatu yang terjadi...
Terserah jika anda menyebutnya sudut pandang,
Tapi semua hanya serabut-serabut tanpa akar.
Tik.. Tik.. Tik..
Dari dulu,
Saya punya sebuah perasaan,
Yang membuat saya ingin memuntahkan isi perut saya,
Perasaan tidak enak mengetuk pintu kayu coklat yang sedang aku pandang,
Atau aku memperhatikan kertas kalender yang sengaja dipasang terbalik untuk menutupi lubang hexos yang entah kenapa diletak disana,
Tak lama jantung bertautan cepat,
Aku ingin muntah,
Dalam frekuensi ini,
Langit fantasi ku menyapa semesta dialam kesadaran ini,
Mungkin jaraknya hanya sejengkal,
Terheran dengan mereka yang berlalu lalang,
Aku yang baru bangun tidur,
Melihat kemabukan yang bukan kepayang,
Warna mata itu berbeda-beda,
Mencoba ikut menyelami,
Namun malah mati rasa,
Naif,
Hampir hilang akan kendali,
Permainan ini,
Aku. Masih ingin menyelesaikannya hingga jantung ini berhenti berdetak,
Jam berdetik didalam diriku, adalah jantung.
Melihat sesamaku,
Aku makin terjerembab dalam tali temali yang silang mengikat,
Ingin memisahkannya perlahan, namun makin terjerat
Aku tidak bisa melepas banyak,
Walau dapat melihat jelas,
Tapi aku mudah sakit,
Mudah menyerah,
Masih muda dan lemah.
Namun aku hanya ingin bersuara,
Aku hidup dan mati untuk bahagia,
Bukan sandiwara buatan dunia.
Komentar
Posting Komentar