ateis


Assalamualaikum….
Alhamdulillah bisa sharing lagi di blog ini…
Kali ini saya mau sharing tentang a pieces of my head.

Tentang… saya kadang merasa aneh, mengapa orang atau manusia itu menemukan "tuhan" dalam bentuk yang berbeda-beda?

Dan setiap orang memiliki berbeda-beda perspektif dan rasa dalam percaya, dan kita haruslah menghargainya, dalam artian seperti "setiap orang punya kebenaran masing-masing"

Ini saya mencoba berpikir sebagai si netral, yang tanpa memiliki agama manapun alias si ateis dalam berpikir ya…
(semoga paham)

Karena kalau mikir dari sisi agama, pasti setiap agama mengajarkan toleransi atau "bagi saya agama saya, bagi kamu agama kamu "

Dulu… saya gak begitu mengerti ayat ini, Cuma kaya perintah aja, tapi hingga akhirnya saya bisa ngeresapi ayat ini sambil menangis, betapa kacaunya panggung bumi ini.

Ateis, adalah kebijaksanaan, karena ia netral.
Itulah persepsi saya dahulu,

Saya mungkin bisa cuek atau langsung bisa auto "oke" kalau liat orang marah-marah atau bertengkar karena beda agama, yaelah… manusia beb, jangankan beda agama, beda apa juga bawannya ribut

Tapi saya merasa aneh, karena kebenaran seakan bisa saya lihat dimana-mana.

Mereka berkata mereka menemukan kasih sayang tuhan… yang ini jugaa… yang itu juga…

Heran…

Kalau saya mengakui tuhan mereka, apalah arti tuhan saya?

Kalau saya mengakui kebenaran mereka apalah arti kebenaran saya ?

Okelah semua relatif tergantung sudut pandang atau kepentingan?

Hahaha…

Bukan sudut pandang yang mempengaruhi mutlak, namun kepentingan.

Finally, saya bandingkan isi kitab telisik kebagian sejarah, saya gak mau liat permukaannya aja karena kelihatan sama ampasnya, ampas wangi-wangi kebaikan. Tapi beda. Beda rasa. Ada khasnya

Semua ada tali temali kemiripan dan saya gak akan sebut agama secara spesifik.

Tips nya adalah kalau mau tau sesuatu jangan lihat covernya aja.

"ah, sama aja, dia baik kok… malah yang ini kelihatan jahat…"

Gak gitu caranya, ketipu anda.

Karena syaitan itu pintar bukan main, mereka mempermainkan hati kita.

Hati kita itu kaya kompas, ada arahnya.

Semakin keinginan kita pada hal-hal batil, mata kita akan kearah sana…
Ketidaksyukuran, negatif, duniawi… bla.. Bla.. Bla

Intinya apa,

Yang mau saya katakan adalah manusia itu punya keinginan dan kepentingan, dan disaat kepentingannya itu adalah mencari ridha Allah itulah yang benar.

Jadi bukannya gini,

  • Saya merasa tertekan dengan agama tertentu karena misalnya gak boleh bla bla bla
  • Saya merasa tertekan karena adanya aturan bla bla bla

Mengeluh pasti, tapi jangan pernah putus asa dari rahmatNya.

I can see god in their way, but it’s a fake.

Dan ateis juga nge fake kalau bilang kebenaran, padahal yang mereka junjung adalah pembenaran dan melarikan diri dari kekacauan ini.

Kita selalu berpikir bagaimana mendapatkan yang terbaik didalam hidup kita.

Sementara hidup adalah tentang bagaimana kita menjadi manusia yang terbaik dan manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya.

Gimana caranya ?

Cari !

Semua itu ada tanda-tanda Nya.

Gak mungkin kita hidup di dunia ini hanya untuk berusaha buat beli "apple" atau "mercedess"

Kita yang cetak uang, bukan uang yang cetak kita.

Kita lebih berharga daripada pelabelan manusia.

Intinya kebenaran tetaplah kebenaran

Dan nantinya kita akan dikumpulkan bergolongan-golongan

Dan semua pasti diuji dan ujian itu mengeluarkan hal-hal yang menakjubkan.

Bukan kita yang menilai tuhan

Tapi tuhan yang menilai kita,

Apalah kita pantas untuk hidayahNya? Untuk cahaya Nya?

Apakah hati kita telah "berserah/islam" ?

Ataukah kita masih somboong dan melawan ?

Ingat posisi!

Sadar diri, manusia bumi.

Kamu yang butuh Allah,

Kenapa kamu diciptakan? Untuk apa ada di panggung ini?

Bagaimana kamu belajar? Cinta kasih saya? Ikhlas? Pengorbanan? Semauanya itu untuk kepentingan kita pelajaran untuk kita …

Bukan pembenaran tapi fitrah, kita belajar banyak hal dengan suatu kitab akhir aja udah cukup

Meski Allah juga banyak menurunkan kitab-kitab terdahulu, tapi itu udah kececer dan banyak yang gak murni

Tapi alquran itu mukjizat alhamdulillah, inilah rahmat Allah. Everything you wanna know ada didalam sana.

Pokoknya ateis itu gak keren.

Mereka bilang kalau semua agama memiliki kepentingan dan pembenaran masing-masing lalu bersitegang, dan merekalah yang paling 'rahmat" meski yang lain teriak2 rahmat

Gak gitu, itu namanya juga opini kepentingan kalau gitu namanya

Fitnah tumpang tindih.

Saya bisa bilang kalau ateis berarti agama baru, yakni suatu keyakinan yang tidak memiliki tuhan. Itulah….

Orang kalau gak punya pondasi atau idealisme jadi gampang kepelintir dan orang-orang kaya saya ini pinter banget nyari celah, I know their head.

I kill syaitan! I really want to kill them!

But I cant, but allah always can do it, sabr………….

This game so good….

Syaitan getting ready, so we must start to get ready!!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran