Bumi Allah
Assalamualaikum....
Alhamdulillah bisa sharing lagi..
Iam so happy!
Lebih ke sharing perasaan karena kalau bicara pemikiran tuh susah. Karena nagkep nya kita tuh beda2, bukan kebenaran itu yang banyak ya. Kebenaran itu mutlak cuman "cara nangkep" itu beda.
Karena kalau bicara perasaan sebenarnya hati kita itu sama. Hati itu bersih. Hati selalu jujur. Kita sama sama mau bahagia. Kita sama sama mau aman, sama sama mau nyaman. Sama sama mau yang terbaik dalam hidup kita masing2. Tapi penjabarannya beda2
Ada yang bahagia kalau punya apalah. Ada yang bahagia kalau sama dia. Ada yang bahagia kalo koleksi apalah. Ada yang bahagia kalau gimana gimana dst. Sekali lagi deh ini namanya bukanthe real definisi bahagia itu sendiri. Karena apapun yang terjadi kalau kita menghargai dan bersyukur bahagia bahagia aja tuh.
Dan saya gak mau berdebat tentang sudut pandanglah. Bagi saya kata "sudut pandang" cuma pelarian aja.
Tapi yang saya yakini dibalik kekurangan kita masing2. Kita punya sesuatu yang sama. Bagi yang masih punya sih.. Yaitu hati atau perasaan.
Saya mau cerita aja.
Hidup ini adalah perjalanan bagi saya.
Gimana saya benar benar mengenali siapa saya. Tujuan hidup saya. Apa yang saya cari apa yang saya inginkan apa yang membuat saya mau hidup dan apa yang membuat saya ikhlas untuk mati.
Ya karena buat apa saya berjuang mati2an kalau bakal saya tinggalin juga. Ada sesuatu yang gak ikhlas gitu. Kaya curang...
Tapi ternyata gak kaya gitu. Saya cuma gak mengenali diri sendiri.
Saya punya keyakinan kalau semua ini ada bukan cuma untuk mati.
Nilai.. Nilai kita sebagai manusia sebenarnya lebih berharga dari harta benda.
Saya adalah orang yang paling males berselisih. Dan suka banget ngeluarin quotes, "yaudah sih emang udah kaya gitu.. ", "yaudah terserah"
Terserah dalam konotasi emang saya bebasin aja. Karena saya sebenarnya gak suka diatur dan saya gak suka juga ngatur orang. Kecuali ada orang ngotot ngatur saya. Berarti dia juga harus terima kalau saya ngotot juga ngatur dia dengan beberapa kompensasi dan tawar menawar. Saya politik banget lah sama urusan kaya gini. Gak bisa kalau cuma sepihak. Kalau mau saling yaudah saling. Kalau udah egois. Naah.. Saya lebih egois lagi.
Orang sabar itu bukan orang yang gak pernah marah. Tapi adalah orang yang mengenal sekali kemarahan itu namun ia memilih untuk bersabar dan meredamnya.
Ya kalo "gak marah" apaa yang perlu disabarin?
Wkwkw
Suka lucu
Makanya kalau ada orang yang marah terus bilang, "gue tuh udah sabar ya!!!" bener itu dia udah sabar.. Tapi bentuknya "past tense" wkwk...
Orang baikkk...
Bukan orang yang gak pernah jahat.
Tapi orang yang meredam, atau merendahkan hatinya. Sehingga kejahatannya gak keluar.
Yaelah... Manusia bu!
Manusia sama aja.
Cuman ada yang terdidik atau terkontrol.
Ada yang liar kaya anakonda.
Dan Allah yang menciptakan manusia...
Allah maha mengetahui kekurangan plus kelebihan kita...
Nih hati ini... Adalah porosnya. Kalau hati kita mati, abis dimakan temennya valak.
Seriously. Dan yang namanya hati kalau gak dikasih makan cepet sakit. Error. Suka nge hang. Lama lama mati..
Tuhan itu satu yang menciptakan.
Allah lebih mengetahui karakter hamba2nya.
Semakin dalam saya cari tahu. Semoga insyaallah allah terus menambah keyakinan pada diri yang suka unstable bin labil ini.
Tapi bagi orang awam kaya saya... Yang baru melek tentang arti kehidupan, tentang poros perjalanan ini... Hati saya berkali kali sakit saat menghadapi mereka...
Mereka yang berkata bukan2 tentang Allah. Betapa pun mereka disebut dalam alquran. Itu sangat menyedihkan hati saya... Dibilangnya saya yang jahat lah. Padahal yang peduli tuh.. Maksudnya saya tuh peduli. Saya suka sedih aja saat mereka menuduh.
Tapi semuanya juga disebutin dalam Alquran dan saya cuma bisa takjub dengan apa yang tertulis dalam alquran, padahal saya juga mau takjub bareng2 sama mereka. Tapi gak bisa.
Bisakah kalian herhenti menzalimi diri sendiri?
Bisakah kalian tidak membuat manusia jauh dari jalan Allah?
Kadang saya marah sama perbuatan mereka tapi jujur hati saya sangat menyayangi. Tapi saya juga mau melindungi sebagian yang lain. Yang masih bisa diselamatkan.
Maafkan saya... Tapi sejujurnya saya mendoakan yang terbaik untuk kalian semua..
Semoga allah juga menutupi segala aib saya dan memberikan petunjuk kepada kalian.
Maka bertemulah diperbatasan.
Dalam panji masing2 dalam hal2 yang kita prioritaskan dan bela masing2.
Perbedaan ini sangat menyakiti saya andai kalian tahu perasaan saya. Bagaimana cara membuat kalian mengerti?
Tapi Allah bilang...
Allah SWT berfirman:
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَـقِّ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّ ۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّهْدٰى ۚ فَمَا لَكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
"Katakanlah, Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah, Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?"
(QS. Yunus 10: Ayat 35)
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّا ۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَـقِّ شَيْـئًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ بِۢمَا يَفْعَلُوْنَ
"Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 36)
وَمَا كَا نَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ اَنْ يُّفْتَـرٰى مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
"Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya. Tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam."
(QS. Yunus 10: Ayat 37)
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَـرٰٮهُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (Al-Qur'an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
(QS. Yunus 10: Ayat 38)
بَلْ كَذَّبُوْا بِمَا لَمْ يُحِيْطُوْا بِعِلْمِهٖ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَا نْظُرْ كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ
"Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (Rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim."
(QS. Yunus 10: Ayat 39)
وَ مِنْهُمْ مَّنْ يُّؤْمِنُ بِهٖ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهٖ ۗ وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِا لْمُفْسِدِيْنَ
"Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 40)
وَاِ نْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ لِّيْ عَمَلِيْ وَلَـكُمْ عَمَلُكُمْ ۚ اَنْـتُمْ بَرِيْۤـئُوْنَ مِمَّاۤ اَعْمَلُ وَاَ نَاۡ بَرِيْٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ
"Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah, Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Yunus 10: Ayat 41)
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ ۗ اَفَاَ نْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ وَلَوْ كَا نُوْا لَا يَعْقِلُوْنَ
"Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar, walaupun mereka tidak mengerti?"
(QS. Yunus 10: Ayat 42)
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْظُرُ اِلَيْكَ ۗ اَفَاَ نْتَ تَهْدِى الْعُمْيَ وَ لَوْ كَا نُوْا لَا يُبْصِرُوْنَ
"Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta walaupun mereka tidak memperhatikan?"
(QS. Yunus 10: Ayat 43)
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـئًا وَّلٰـكِنَّ النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri."
(QS. Yunus 10: Ayat 44)
Buat apa religius? Humanity above religion!
Aigoooo.....
Religion itu pusat. Allah itu sumbernya. Bukan manusia. Gak kebaikan yang bisa manusia kasih kalau bukan karena Allah. Sekarang mau dibalik. Emang pada begitu ya. Bisa2 banget gitu mulutnya dibalik2.
Allah juga merintahin kok buat berkasih sayang. Tapi dengan batasan dan catatan agar kita gak berlebihan dan lupa sama jati diri dan tujuan kita. Nah ini penting. Jadi gak asal baik aja tapi bodoh dan malah mezalimi diri sendiri.
Baik definisi kamu.. Apakah.. Itu kebenaran?
Manusia vs manusia mungkin bisa draw..
Tapi manusia vs Allah.
Subhanallah.. Sadar sih...
Saya juga tahu ada orang yang bawa2 nama Allah terus dia ngambil hak orang lain. Ada kok di alquran dan allah mengecam dan mengadili mereka.
Tapi maksud saya... Yang salah itu manusia bukan manusia islam...
Sifat kemanusiaan itu sendiri. Jadi jangan dimasukin kata2 islam. Tolong banget deh. Jangan suka cari2 aib manusia terus jadi jelekin islam.
"tuh juga tuh orang islam tapi. Bla bla bla"
Heii.. Dia manusiaaaa.. Jadi kalau salah yaudah. Tapi jangan sakitin islam. Jangan fitnah islam. Islam itu sempurna islam itu adalah jalan pulang untuk kita.
Aku tuh benci banget sama mulut orang2 yang suka olok2. Udah gak mau bales karena emang diperintah untuk kasih peringatan dan tinggalin aja.
Tapi aku tuh sebenarnya kasian jugaaa... Karena mereka zalim diri sendiri. Malah olok2 hal2 yang menyayangi mereka. Dan malah deket2 sama hal2 yang menghancurkan diri mereka.
Tapi mereka jahat banget. Kebangetan gitu.
Jaga diri aja susah.
Allah SWT berfirman:
هٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ ۚ لَا مَرْحَبًۢـا بِهِمْ ۗ اِنَّهُمْ صَا لُوا النَّارِ
"(Dikatakan kepada mereka), Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakan bersama kamu (ke neraka). Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka)."
(QS. Sad 38: Ayat 59)
قَا لُوْا بَلْ اَنْتُمْ ۗ لَا مَرْحَبًۢـا بِكُمْ ۗ اَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوْهُ لَنَا ۚ فَبِئْسَ الْقَرَارُ
"(Para pengikut mereka menjawab), Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."
(QS. Sad 38: Ayat 60)
قَا لُوْا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هٰذَا فَزِدْهُ عَذَا بًا ضِعْفًا فِى النَّارِ
"Mereka berkata (lagi), Ya Tuhan kami, barang siapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."
(QS. Sad 38: Ayat 61)
وَقَا لُوْا مَا لَنَا لَا نَرٰى رِجَا لًا كُنَّا نَـعُدُّهُمْ مِّنَ الْاَشْرَارِ ۗ
"Dan (orang-orang durhaka) berkata, Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina)."
(QS. Sad 38: Ayat 62)
اَ تَّخَذْنٰهُمْ سِخْرِيًّا اَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْاَبْصَارُ
"Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka?"
(QS. Sad 38: Ayat 63)
اِنَّ ذٰلِكَ لَحَقّ ٌ تَخَاصُمُ اَهْلِ النَّارِ
"Sungguh, yang demikian benar-benar terjadi, (yaitu) pertengkaran di antara penghuni neraka."
(QS. Sad 38: Ayat 64)
Terserah kalian.. Mau percaya atau enggak. Semoga tulisan ini.. Bisa bermanfaat aamiin...
Saya bukan sok bener. Atau sok suci. Se simple karena Allah yang perintah.. Karena Allah yang bilang. Allah maha penyayang bahkan sama kalian...
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْۤ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖ ۗ وَاِ مَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
"Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 68)
وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَا بِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰـكِنْ ذِكْرٰى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
"Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 69)
Allah SWT berfirman:
وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَ ذَكِّرْ بِهٖۤ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِۢمَا كَسَبَتْ ۖ لَـيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚ وَاِ نْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا ۚ لَهُمْ شَرَا بٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَا بٌ اَ لِيْمٌ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْفُرُوْن
"Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 70)
Saya juga manusia. Dan ingat. Kalaupun kita berusaha menjadi baik. Itu gak menghilangkan sifat manusia kita. Kita hanya meredamnya. Kita semua salah. Hanya Allah yang benar. Semua yang diseru selain Allah itu potensial batil.
Segala puji bagi Allah. Semua milik Allah.
Bukan milik makhluk. Apalagi manusia!
Jangan sombong. Kaki kamu itu berdiri di bumi Allah.
Assalamualaikum wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar