Muhasabah

Jangan selalu berkeras diri, dan menolak hal-hal yang sudah jelas kebenarannya.
Apakah manusia merasa lebih tinggi daripada penciptanya?
Bukankah hal-hal yang demikian sungguh sangat menghinakan dan tak terpelajar dalam bahasa kita?
Saat ada seorang murid yang menantang gurunya padahal ia tak memiliki ilmu tentang yang diperdebatkannya.
Bukankah ada sesuatu yang salah pada pendengaranmu? Atau mungkin hatimu?

///

Lalu menyalahkan lampu yang tak kunjung meneranginya
Atau
Suara motor yang bising dalam pendengarannya
Atau
Suara musuhnya yang berbisik didalam pakaiannya
Atau
Nafsu yang menggebu untuk lebih memicingkan mata pada perhiasan disisi kirinya

///

Sungguh tipu daya syaitan sangatlah lemah

Hanya nafsu diri atau rasa ingin yang menggebu yang senantiasa menjadi pintu keluar masuk dari kerapuhan akan ego yang tak kunjung bertepi

///

Maka ikutilah rasa ingin itu.. Dan sesatlah dirimu hingga kau kehilangan dirimu sendiri..

///

Tapi berbeda, ketika kita bersabar dikala menyusuri jalan yang telah Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya.

///

Bukan kita diperbudak ambisi yang membumi hanguskan hati

///

Tapi kita berikan jiwa ini pada sang pemilik, maka terpeliharalah diri dari kejahatan diri dan bisikan sang laknat

///

Sungguh Allah Maha melindungi, sungguh Allah maha pengampun. Sungguh Allah maha mengetahui, lagi Maha penyayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran