Pembeda (furqan)

Assalamualaikum wr. Wb.
Kali ini bahasannya yang menarik kira-kira apa ya?

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ  وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)

Sekarang ini adalah zaman fitnah atau ujian. Dimana yang panas itu es yang dingin itu api.
Rasanya jika kita tidak berpegang kepada al quran akan sangat sulit dalam membedakan perkara antara yang hak dan batil.

Dulu, saya orangnya bebas banget dalam berpikir. Apa-apa maunya praktis ini-itu ya dipikir aja gitu tanpa dirasa.
Sampai papah bilang kalau aku ini liberalis coba... Hahaha..
Hampir-hampir. Tapi Alhamdulillah allah selalu tahu waktu yang tepat untuk kembali menyadarkan aku yang aneh ini.
Dulu sempat mikir kalau kebaikan itu sifatnya subjektif atau berdasarkan sudut pandang. Dari perspektif mana ia memandang maka kebaikan akan berubah maknanya.
Padahal ada beberapa hal yang sudah disyariatkan dan bersifat mutlak.

Tersadar saya waktu itu gara-gara munculnya legalitas atas kaum LGBT akan suatu negara. Mereka menjunjung tinggi HAM atau apalah itu sungguh ini sangat amat merusak. Secara akal sehat bagi yang berpikir pun ini adalah suatu penyakit yang harus dihentikan bukan untuk dibiarkan, jangan dibuly apalagi didukung! Jangan!

Kebenaran dan kebatilan seperti dicampuradukan. Bahkan pihak tertentu mengatasnamakan kebaikan manusia. Sungguh mereka melampaui batas.

Kalau begitu kebenaran allah saya yakini adalah kebenaran yang paling benar.

Manusia sangat bisa tersesat dalam pendapatnya atau jalan pikirannya sendiri.

Tapi Allah selalu terang dalam menunjukkan jalan. Sebuah jalannya yang lurus. Sebuah jalan yang dimana segala kebaikan ada disana. Dimana hati ini dapat melihat dan membeda mana yang baik dan buruk.
ذٰ لِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَـقُّ وَاَنَّ مَا يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ هُوَ الْبَاطِلُ وَاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ

"Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil, dan sungguh Allah, Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 62)

Bahkan pada zaman ini pun, kebaikan dan keburukan bisa dalam satu tempat.
Contoh: handphone atau teknologi atau sosmed

Ada yang memanfaatkannya untuk mendekatkan diri pada Allah.
Ada yang menyianyiakannya dengan memperlambat diri dari Allah.

Sekali lagi, bahwa segala sesuatu kebaikan itu datangnya dari Allah dan jika ada keburukan maka itu berasal dari kita yang hanya seorang makhluk.

Diatas yang mengetahui. Masih ada yang Maha mengetahui.
Wallahualam.

Semoga kita senantiasa di berikan petunjuk dan dirahmati oleh Allah,  aamiin.

Wassalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Realitas dan Idealisme

Arah

Indonesia tanpa pacaran